Surat untuk YLSA

Sejak Yayasan Lembaga SABDA mempromosikan CD-CD Alkitab Audio dua tahun yang lalu, pemesanan CD Alkitab Audio datang bertubi-tubi dari berbagai penjuru Nusantara dan dengan berbagai latar belakang. Nah, melalui beberapa surat yang kami bagikan di bawah ini, kami berharap para Sahabat dan Pendukung YLSA bersedia berdoa agar CD-CD Alkitab Audio yang sudah tersebar ini dapat dipakai Tuhan untuk menjangkau jiwa dan memuliakan Tuhan.

From: Jon Hendrika 
...
> Salam sejahtera dalam Yesus Kristus, Sekitar 6 bulan
> yang lalu saya mengunduh Alkitab audio dan membakarnya
> ke dalam sebuah CD. Setiap hari saya dan keluarga
> mendengarkan CD tersebut dan kami sangat diberkati,
> terutama anak-anak saya yang usianya masih relatif muda.
> Mereka mendengar pembacaan firman Tuhan setiap hari.
> Pendek kata, kami sekeluarga sangat diberkati dengan
> Alkitab audio tersebut. Lalu saya terbeban untuk
> memperbanyak dan membagikan secara GRATIS kepada orang-
> orang di sekitar saya. Setiap kali kami berdoa, Tuhan
> tambah-tambahkan beban ini untuk membagi-bagikan firman
> Tuhan kepada orang lain. Hal ini sekaligus mengajar saya
> dan keluarga untuk belajar memberi dan melayani.

From: "Boni" 
...
> Keinginan saya untuk memiliki ada beberapa alasan,
> selain karena memang ingin mengoleksi, saya juga
> ingin bisa mendengarkan firman Tuhan via PC/Notebook
> saya. Mudah-mudahan saya pun bisa menyampaikan amanat
> Tuhan Yesus untuk menyebarkan firman ke teman-teman
> seiman di lingkup teknologi informasi, terlebih
> sahabat-sahabat, saudara, dan keluarga saya.

From: Erick Refy 

> Saya sangat senang setelah mengetahui kalau Alkitab
> Audio sudah ada. Selama ini saya sangat terbeban
> dengan teman kuliah saya (di STTP-Bogor) yang gagal
> operasi retina mata. Sekiranya Alkitab ini masih ada
> persediaannya saya mohon dikirim satu saja untuk
> teman saya. Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.

From: Jimmy Pratama 
...
> Alasan meminta CD Alkitab Audio adalah untuk orang
> tua saya yang tidak bisa lagi membaca Alkitab karena
> penglihatannya sudah kabur.

From: E. A. 

> Sudah lama tidak baca Alkitab. CD Alkitab Audio
> rencananya mau saya dengarkan ketika dalam
> perjalanan pergi atau pulang kantor yang macet.
> Selain itu ada 3 orang teman yang belum percaya
> yang setiap hari ikut saya ke pergi pulang kantor.
> Siapa tahu lewat CD tersebut mereka juga bisa
> beriman kepada Kristus. Bantu saya dalam doa
> supaya saya tidak malu memperdengarkan firman
> Tuhan ini kepada mereka. Kekhwatiran saya
> adalah mereka menganggap saya fanatik, norak,
> kristenisasi, dll.. Saya tahu rencana ini tidak
> membuat musuh gembira. Saya yang bodoh ini butuh hikmat
> Tuhan dan berharap saya juga berguna bagi-Nya.
> Terima kasih sebelumnya karena telah merespons
> pesan saya. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan YLSA.

From: Rudi Wijanarko 

> Kami ingin membantu para lansia yang ada di
> gereja yang tidak bisa baca tulis untuk bisa
> mendengarkan pembacaan Alkitab setiap hari di
> rumah mereka. Terima kasih atas perhatiannya.
> Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

From: Jason 

> Istri saya sedang hamil. Kami ingin anak kami
> dalam sejak dalam rahim dapat mendengar firman Tuhan.

From: Yudi 

> Kebetulan saya mempunyai seorang kenalan yang
> buta huruf, akan tetapi beliau mempunyai kerinduan
> dan keinginan yang kuat untuk membaca Alkitab setiap
> harinya (selama ini beliau hanya bisa mendengarkan
> firman ketika mengikuti misa saja), sedangkan orang-
> orang di sekitarnya tidak ada yang kristiani, jadi
> tidak ada yang bisa membantu membacakan Alkitab.
> Oleh karena itu kalau memang ada, saya ingin
> mencarikan Alkitab elektronik bersuara buat
> beliau. Mohon infonya jika memang sabda.org
> menyediakannya atau mempunyai link yang bisa
> saya akses...

From: Lucianna 

> Untuk melayani para manula dan orang yang sakit
> di rumah sakit yang tidak dapat membaca Alkitab.
> Besar harapan saya supaya YLSA dapat mengabulkan
> permohonan saya. Tuhan memberkati.

From: Surjo Sulaksono 

> Tadi pagi telah saya terima dalam kondisi baik
> sebuah CD AUDIO BIBLE MP3. Saya sangat menghargai
> kiriman tersebut karena akan saya pergunakan pula
> untuk pelatihan membaca Alkitab bersuara (Reading
> Scripture Aloud) di gereja kami. Kiranya para
> lektor di gereja kami akan mendapat contoh yang
> berharga. Semoga Tuhan Yesus menyertai pelayanan YLSA.

Pokok doa: Berdoa untuk mereka yang sudah menerima CD-CD Alkitab Audio yang YLSA telah sebarkan supaya boleh menjadi berkat.


Dari:

  >Salam kasih,
  >Kesempatan ini saya berterima kasih kepada tim SABDA
  >yang sudah mengirimkan CD SABDA dan sudah diterima.
  >Oh ya, sudah dipasang dikomputer saya dan hasilnya
  >LUAR BIASA.

  >Saya berdoa SABDA tetap melakukan yang terbaik bagi
  >Tuhan Yesus khususnya di bidang IT (seperti semboyan SABDA)
  >sehingga makin banyak orang mengenal YESUS sebagai TUHAN
  >dan JURU SELAMAT pribadi. Terima kasih, Tuhan Yesus
  >memberkati selalu.

  >Dengan kasih Kristus,
  >Pdt. Joy Lempas

Redaksi:

Sama-sama Pak Joy. Kami senang sekali mendengar berita dari Anda. Kami doakan agar pelayanan Anda semakin diberkati Tuhan, karena Anda memberitakan firman Tuhan yang hidup! Selamat melayani.


1. Dari: Tri 

  >Saya sangat berterima kasih dan mengucap syukur
  >dengan adanya situs ini. Setiap saat ada waktu
  >saya bisa membaca, belajar tentang Alkitab, dan
  >mengenal Allah lebih dekat, yang selama ini tidak
  >mungkin saya lakukan di rumah di tengah keluarga saya,
  >karena kondisi. Tapi saya tetap bisa menyapa Tuhan dan
  >mengenalnya. Haleluya.

2. Dari: Rimson MT Simarmata 

  >Luar biasa sangat membantu saya untuk lebih mengenal
  >Tuhan kita Yesus Kristus.

3. Dari: Emanuel Triwibowo 

  >Shalom ...
  >Puji Tuhan, saya sudah menerima CD SABDA pada
  >tanggal 28 April 2010. Mohon maaf terlambat
  >memberi informasi karena sikon. Saya tidak bisa
  >setiap hari online, dan juga kadang hanya sekali
  >sebulan saya dapat ke kantor pos melihat kiriman surat.
  >Sekali lagi, terima kasih. Modul-modul tersebut sangat
  >berguna bagi pelayanan saya, mengingat di tempat saya
  >pelayanan sangat jauh dari toko buku (harus ke kota
  >Pontianak yang jaraknya 420 km).
  >Terima kasih juga karena dikirim secara gratis.
  >Tuhan berkati dan maju terus SABDA....

4. Dari: Alex Sasialang 

  >Terima kasih banyak, program ini sangat membantu
  >saya dan keluarga dalam pelayanan.

Redaksi:

Puji Tuhan! Terima kasih banyak untuk surat dari para Sahabat dan Pendukung YLSA yang sangat memberi dorongan kepada kami yang melayani di YLSA. Kiranya pelayanan YLSA semakin menjadi berkat bagi jemaat Tuhan di mana pun mereka berada. Segala kemuliaan hanya bagi Allah!


Renungan

Agama Sejati
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34:9)

Ada orang yang ingin menguji kesucian agama Kristen melalui kesucian umat Kristen. Menurut saya, Anda tidak berhak mempertanyakan keabsahan pengujian seperti itu. Ujian yang tepat adalah dengan mengenakannya pada diri sendiri -- dengan "mengecap dan melihat bahwa Tuhan itu baik". Dengan mengecap dan melihat, Anda akan membuktikan kebaikan-Nya, dan dengan cara yang sama Anda harus membuktikan kesucian Injil-Nya. Tugas Anda adalah menemukan Kristus yang tersalib bagi diri Anda, bukannya mencari gambaran pada diri orang lain, yang Anda anggap memunyai kuasa anugerah untuk mengatasi kecurangan dan menyucikan hati.

Karena Allah telah memberikan Alkitab bagi Anda, Dia ingin Anda membacanya, dan tidak menjadi puas dengan melihat orang lain. Anda tidak boleh puas dengan perasaan yang meluap-luap karena perkataan orang lain. Satu-satunya kekuatan Anda untuk mengetahui agama yang sejati adalah dengan mempersilakan Roh Kudus-Nya bekerja di dalam hati Anda sehingga dapat mengalami kuasa agama itu. Anda tidak berhak menilai agama dari segi kelebihan atau sisi luarnya saja. Dan apabila Anda membenci agama sebelum mengujinya sendiri maka Anda menjadi orang bodoh di dunia ini dan orang jahat di kehidupan yang akan datang. Hal ini berlaku bagi sebagian besar umat manusia. Bila Anda mendengar seseorang mencemooh Alkitab biasanya Anda menyimpulkan bahwa ia tidak pernah membacanya.

Diambil dari:

Judul buku: Waktu Teduh bersama Charles Spurgeon
Penyusun : James S. Bell, Jr.
Penerjemah: Haniel Eko N.
Penerbit : Gloria Graffa, Yogyakarta 2004
Halaman: 58

  Dari: Rimson MTS. 
  > Luar biasa, {YLSA} sangat 
  > membantu saya untuk 
  > lebih mengenal Tuhan kita 
  > Yesus Kristus.

  Dari: Rev. Yono Abadi 
  > Say hello, salam kenal 
  > dengan YLSA beserta 
  > semua staf-anggotanya.
  > Sudah lama saya membaca 
  > situs SABDA tapi baru kali ini 
  > saya memperkenalkan diri. 
  > Salam kenal dan salam damai sejahtera.
  > Selamat berdoa dan bekerja. 
  > Salam dari Melbourne, Australia.

  Redaksi:

  Salam kenal untuk Pak Rimson dan 
  Pak Yono Abadi. Senang sekali menerima 
  surat Anda yang hangat. Kami bersyukur 
  karena pelayanan YLSA telah menjangkau 
  Anda yang ada di tempat yang jauh dari kami.
  Ini memberikan semangat kepada kami untuk
  terus bersungguh-sungguh melayani Tuhan.

Renungan

Kubur Kosong (1 Korintus 15)

Saya rasa pasal ini merupakan pasal yang paling penting dalam tulisan Paulus, terutama bagi orang-orang yang telah kehilangan seseorang dalam hidup ini. Tidak lama setelah orang-orang yang kita kasihi pergi, maka akan timbul pertanyaan, "Akankah kita bertemu dengan mereka lagi?" Paulus menjawab pertanyaan ini, dan memberikan suatu penghiburan yang dapat kita temukan dengan sangat jelas yang tidak dinyatakan dalam ayat lain. Ketika kita membaringkan orang-orang yang kita kasihi yang telah pergi, adalah suatu penghiburan ketika kita mengetahui bahwa kita akan bertemu dengan mereka lagi dalam waktu yang tidak lama.

Apabila saya pergi ke suatu pemakaman, saya suka memikirkan masa ketika orang yang meninggal akan bangkit dari kubur mereka. Kita membaca bagian dari pasal ini dalam apa yang kita sebut "kebaktian penguburan." Saya rasa itu merupakan suatu ungkapan yang kurang tepat. Paulus tidak pernah berbicara mengenai "penguburan." Ia berkata tubuh ditaburkan dalam kebinasaan, ditaburkan dalam kelemahan, ditaburkan dalam kehinaan, ditaburkan dalam tubuh jasmani. Jika saya mengubur satu keranjang gandum, saya tidak pernah berharap untuk melihatnya lagi, tetapi jika saya menaburkannya, saya mengharapkan hasil. Berterimakasihlah kepada Allah, teman-teman kita tidak dikuburkan, mereka hanya ditaburkan! Saya menyukai nama Saxon untuk pemakaman -- yaitu "tanah Allah".

Injil yang diberitakan oleh para rasul bersandar pada empat penyangga. Yang pertama adalah kematian Kristus yang menebus dosa, yang kedua adalah pemakaman dan kebangkitan-Nya, yang ketiga adalah kenaikan-Nya, dan yang keempat adalah kedatangan-Nya kembali. Keempat doktrin ini diberitakan oleh semua rasul, dan oleh keempat doktrin tersebut, Injil harus bertahan atau gugur.

Dalam ayat pembukaan bab ini, kita memperoleh pernyataan yang jelas dari Paulus, bahwa doktrin kebangkitan adalah bagian dari Injil. Ia menyatakan arti Injil bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, tetapi bukan hanya itu -- Ia dimakamkan dan bangkit lagi pada hari ketiga. Kemudian ia mengumpulkan saksi-saksi untuk membuktikan kebangkitan-Nya: "Ia menampakkan diri kepada Kefas (yaitu, Simon Petrus), dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya."

Itulah kesaksian yang cukup jelas dan cukup kuat untuk memuaskan seorang penyelidik yang tulus. Tetapi orang Yunani tidak memiliki kepercayaan pada kemungkinan kebangkitan, dan para petobat di Korintus telah didewasakan dalam ketidakpercayaan itu. Oleh karena itu, Paulus mengajukan pertanyaan berikut: "Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?" Itu adalah salah satu pengajaran yang salah yang telah menjalar ke dalam jemaat di Korintus, karena tidak ada orang Yahudi ortodoks yang pernah berpikir untuk mempertanyakannya.

Menyangkali kebangkitan sama dengan mengatakan bahwa kita tidak akan pernah melihat lagi orang-orang yang kita kasihi yang tubuhnya telah kembali menjadi tanah. Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka kita sama seperti hewan. Betapa kejamnya memiliki orang yang mengasihi Anda jika ini benar! Betapa menakutkannya, mereka harus membiarkan sulur hati Anda berpilin, jika, ketika mereka dipisahkan oleh kematian, itu adalah akhir segalanya. Saya lebih memilih membenci daripada mengasihi jika saya memikirkan tidak akan ada kebangkitan, karena dengan demikian saya tidak merasakan benturan ketika kehilangan hal yang dibenci. Oh, jahatnya ketidakpercayaan! Ketidakpercayaan merampas semua harapan kita yang paling besar. "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia."

Kekekalan

Umat manusia secara alamiah "merindukan yang tidak terbatas". Di antara orang-orang yang paling primitif, para filsuf telah mengamati apa yang disebut "minat terhadap hal yang tidak terbatas", yang mengelabui pengajaran bahwa kematian mengakhiri segalanya. Kematian merupakan salah satu perbedaan antara manusia dan hewan. Burung di udara, hewan di padang, pada masa sekarang sama seperti ketika mereka di Taman Eden. Mereka makan dan tidur dan melewati hidup mereka hari demi hari dengan rutinitas yang tidak berubah. Keinginan mereka sama, kebutuhan mereka sama. Namun manusia selalu berubah. Keinginannya selalu bertambah. Pikirannya selalu merencanakan ke depan. Tidak lama setelah ia mencapai satu tujuan, ia akan menuju tujuan berikutnya, dan bahkan kematian sendiri tidak dapat menariknya. Seorang kafir yang terkenal pernah berkata, "Musuh terakhir yang harus dihancurkan bukan kematian, melainkan kepercayaan manusia pada kekekalannya."

Antisipasi atas kehidupan masa depan dapat digambarkan seperti perasaan yang tumbuh pada burung menjelang musim dingin, suatu perasaan yang mendorongnya untuk pergi ke daerah selatan -- "suatu dorongan misterius dan tidak diketahui, tetapi tidak dapat ditahan dan tidak salah": atau bagai kerinduan tanaman di daerah selatan, yang diambil ke daerah beriklim utara dan ditanam di tanah daerah utara. Mereka tumbuh di sana, tetapi selalu gagal berbunga. Semak yang malang itu memimpikan bunga yang indah yang tidak pernah dilihatnya, tetapi yang dengan samar-samar disadarinya bahwa bagaimanapun ia harus menghasilkan. Tanaman itu merasakan bunga tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk menghasilkannya dalam iklim yang setengah beku dibanding iklim sebelah selatan. Begitulah pikiran masa depan telah menghantui kita semua.

Para filsuf memiliki banyak fakta untuk membuktikan jangkauan ke depan yang umum ini menuju kehidupan setelah kematian. Diduga bahwa banyak ritual dan acara pemakaman, misalnya, disebabkan karena itu. Jika tubuh sekali lagi akan ditempati oleh rohnya, maka disarankan agar tubuh dilindungi terhadap bahaya. Akibatnya, kita melihat kubur tertutup supaya musuh tidak menggali sisa yang ada dan tidak menghormatinya. Livingstone menceritakan bagaimana seorang pemimpin Bechuana dimakamkan dalam kandang ternak. Kemudian ternak dibawa selama beberapa jam sampai semua jejak kubur lenyap. Tetapi tubuh harus dilindungi bukan hanya dari penggunaan yang merusak, melainkan juga, sedapat mungkin, dari pembusukan; dan proses pembalseman merupakan suatu usaha keras untuk tujuan ini. Kadang-kadang, kebangkitan memang tidak diinginkan, dan karena itu kita menemukan mayat dibuang ke dalam air untuk menenggelamkan rohnya. Dikisahkan bahwa orang Mesir modern membawa tubuh berputar-putar supaya roh menjadi pusing dan karena itu tidak dapat menyusuri kembali langkahnya; sedangkan suku Aborigin tertentu di Australia mengambil kuku dari tangan kalau-kalau mayat yang hidup kembali akan menggaruk jalan keluar dari selnya yang sempit.

Ketika konsep kehidupan yang kedua sebagai kelanjutan dari kehidupan yang sekarang dianut, kita menemukan kebiasaan menguburkan benda-benda mati, seperti senjata dan peralatan. Orang yang mati akan memerlukan segala sesuatu di seberang -- seperti yang ia lakukan ketika masih hidup -- kematian. Bukan saja benda mati, melainkan hewan dibunuh supaya arwahnya mengikuti arwah orang yang sudah meninggal. Orang-orang Bedouin menyembelih untanya di dekat kubur teman seperjuangannya yang sudah meninggal: yang sangat dibutuhkan dalam dunia ini, itu juga akan sama dalam kehidupan berikutnya. Dari sini, satu langkah memimpin pada persembahan korban manusia. Para isteri mengikuti suami mereka; para budak dibunuh supaya mereka tetap melayani tuan mereka. Dalam kata-kata yang diungkapkan Tennyson:

"Dalam penguburan orang barbar mereka membunuh para budak dan membunuh isteri; terasa dalam diri mereka nafsu yang tidak boleh diingkari dalam kehidupan kedua."

Ajaran Kebangkitan Dalam Perjanjian Lama

Kita hanya menangkap sekilas ajaran kebangkitan dalam Perjanjian Lama, tetapi orang-orang kudus pada zaman itu jelas memercayainya. Hampir dua ribu tahun sebelum Kristus, Abraham berlatih pengorbanan-Nya di gunung Muria ketika ia menaati perintah Allah untuk mengorbankan Ishak. Merujuk hal ini, Paulus menulis, "... karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali." Lima ratus tahun kemudian kita mendapatkan Allah berkata kepada hamba-Nya, Musa: "Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan." Yesaya menulis -- "Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapus air mata dari pada segala muka", dan sekali lagi -- "Orang-orang mati akan hidup, bersama dengan tubuhku yang mati mereka akan bangkit. Bangun dan bernyanyilah, engkau yang berdiam dalam debu: karena embunmu sama seperti embun daun-daunan, dan bumi akan membuang orang mati." Uraian Yehezkiel yang jelas mengenai kebangkitan Israel dari tulang-tulang yang kering, yang memberitahukan nubuatan pemulihan Israel, merupakan bukti lain. Ketika Daud kehilangan anaknya, ia berkata ia tidak dapat memanggilnya kembali, tetapi ia akan pergi dan bersama anak itu. Di lain kesempatan ia menuliskan, "Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu."; dan -- "Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku."

Ayub bapa leluhur menghibur dirinya sendiri dengan harapan mulia yang sama ketika ia berada dalam kesedihan yang mendalam. Ia yang telah bertanya -- "Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan? Dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?" -- berkata, "Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat Ia memihak kepadaku, mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain." Ayub pasti memiliki keyakinan yang teguh bahwa tubuhnya akan dibangkitkan kembali, nanti tetapi bukan di bumi, karena "bagi pohon masih ada harapan," ia berkata lagi, "apabila ditebang, pohon itu akan bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh. Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu, maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai. Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia? Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering, demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya."

Dalam Kitab Hosea Tuhan menyatakan, "Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasaanmu, hai dunia orang mati?"