Berikut ini adalah beberapa kesaksian dari peserta seminar Kecerdasan Digital (DQ) yang diselenggarakan YLSA pada 22 Oktober 2018. Kiranya menjadi berkat.
"Shalom, nama saya Filemon. Saya melayani di Gereja Bethel Tabernakel, Karanganyar. Malam hari ini, saya mengucap syukur kepada Tuhan karena dapat mengikuti HUT ke-24 YLSA. Banyak hal saya dapatkan tentang perkembangan SABDA. Dari komputer lama hingga teknologi digital zaman sekarang, ada perkembangan yang luar biasa. Yang menarik adalah karena saya pendeta, saya masih terpaku pada hal-hal yang lalu/lama. Saya masih sedikit mengekang anak muda di gereja saya untuk menggunakan HP di gereja. Kalau saya menekan mereka, berarti saya salah, sebab itu adalah salah satu kebutuhan mereka. Karena dari HP mereka, ada firman yang menuntun mereka untuk menggunakan teknologi dengan benar. Oleh karenanya, saya akan mengizinkan mereka menggunakannya dalam ibadah. Suatu hari nanti, saya berharap ada pencerahan dari SABDA untuk memotivasi anak muda di gereja kami mengenai hal ini."
[Pdt. Filemon, GBT Sinongko, Karanganyar]
"Shalom, selamat malam. Saya Heri Kristiandi, mahasiswa dari STT AIMI, Solo. Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada SABDA yang sudah bekerja keras dari tahun 1990-an sampai 2018, selama 24 tahun. Menurut saya, pelayanan ini adalah pelayanan yang luar biasa karena membutuhkan proses dan perjuangan yang sangat matang, dan perlu dukungan dari dalam dan luar. Ketika mengikuti seminar ini, saya bersyukur karena mendapat pencerahan. Ketika menggunakan aplikasi dalam gadget, anggota jemaat perlu introspeksi diri ketika menggunakannya dalam ibadah. Apakah mereka sudah menggunakan HP sebagaimana mestinya untuk Tuhan? Terus maju untuk SABDA! Berkembanglah lebih dahsyat karena melakukan pekerjaan Tuhan yang memerlukan kerja keras. Terima kasih."
[Heri Kristiandi, STT AIMI, Solo]
"Pelajaran yang saya terima adalah orang tua harus bijak dalam menggunakan HP pada zaman sekarang. Anak-anak sudah melek teknologi, bahkan ada orang tua yang memberi HP kepada anaknya ketika anaknya masih di bawah umur. Lalu, orang tua tidak mengawasi mereka dalam menggunakannya. Saya juga belajar agar orang tua dan pihak-pihak lain tidak mencari cara yang gampang untuk mendidik anak ketika menggunakan HP, tetapi harus pakai cara yang efektif, yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kecerdasan digital untuk hidup pada era sekarang sangatlah perlu. Sebagai orang Kristen, kita yang sudah diselamatkan harus punya tata nilai yang berbeda dalam menghadapi era digital. Selamat untuk SABDA! Semakin maju dan terus bertumbuh."
[Ardy, Solo]
"Shalom. Setelah mengikuti acara ini, saya diingatkan tentang pentingnya DQ dalam kehidupan generasi saat ini (milenial), yaitu dalam segala kreativitasnya. Hal ini penting agar mereka dapat membawa diri untuk menjadi seperti yang Tuhan inginkan pada era digital ini. Saya juga belajar tentang pentingnya DBQ ketika kita menggunakan teknologi untuk belajar firman Tuhan. Produk-produk SABDA sangat berguna untuk tujuan ini. Teruslah belajar dan mencintai firman Tuhan dari produk-produk yang disediakan oleh SABDA agar semakin cerdas pada era digital. Selamat ulang tahun ke-24 untuk YLSA. Kiranya Tuhan semakin memakai YLSA dengan cara yang ajaib pada era milenial ini untuk memberitakan firman Allah."
(Iwan, Solo)
Berikut ini beberapa kesaksian dari mereka yang telah mendengarkan sharing misi di GRII Karawaci dan pelatihan #Ayo_PA! di GKI Depok, GRII Karawaci, dan STT Baptis Bandung. Kiranya menjadi berkat!
"Terima kasih untuk email presentasi (pelatihan #Ayo_PA!) yang Ibu kirimkan. Saya sudah membuat beberapa presentasi untuk jemaat gereja dan responsnya sungguh sangat baik. Hari Kamis ini, saya ada tugas presentasi di hadapan majelis gereja dalam rapat pleno yang diadakan. Saya berharap semakin banyak orang menggunakan software ini agar menjadi berkat bagi dirinya dan orang lain. Tuhan memberkati pelayanan Ibu dan SABDA." (Agung Budi C. -- Pelatihan #Ayo_PA! GKI Depok)
"Salam hangat dari Jerman. Kemarin ini (7 Oktober 2018), saya menonton Live Streaming GRII Karawaci dan ada sebuah sharing oleh Ibu Yulia dari SABDA yang sangat bagus sekali, very informative, sehingga membuka wawasan saya. Saya ingin menyarankan alangkah baiknya kalau presentasi tersebut juga di-upload di YouTube sehingga lebih banyak lagi orang yang boleh terberkati dengan mendapatkan informasi tersebut. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati." (Shirley -- via Live Streaming GRII Karawaci)
"Kemarin, saya belajar mengenai PA Digital .... Saat ini, saya mau praktik PA-nya .... Biasanya, saya hanya merenungkan dan menafsirkan sendiri, atau liat tafsiran. Sekarang, saya mau belajar lebih terarah dan bisa lebih mengerti dengan benar." (Ibu Lulu -- Pelatihan #Ayo_PA! GRII Karawaci)
"Saya seperti dapat mimpi .... Saya sangat bersukacita dengan apa yang saya dapat semalam melalui pemaparan tim SABDA. Saya bersukacita karena menemukan tools yang pas untuk menumbuhkan rasa cinta akan firman Tuhan di kalangan anak dan orang dewasa. Terima kasih sekali lagi untuk apa yang sudah dirintis, dilakukan, dan ditekuni melalui SABDA. Tuhan memberkati dengan berlimpah!" Jenny -- Pelatihan Software SABDA, Bandung
Berikut ini adalah kesan dan pesan dari Sahabat YLSA di Australia selama YLSA melakukan pelayanan di sana. Kiranya menjadi berkat.
Thanks for visiting us. We pray SABDA ministry will bless to Indonesia.
We thank God Ibu Yulia for your ministries to us and really appreciate the materials you presented, what an eye opener. Hope you can come again to GRII Melbourne. Looking forward to seeing you again.
Thank you so much for your ministry. It has been an eye opening and a blessing for many.
Thank you for being such a blessing.
It's really a blessing for us too. Kami bersyukur mendapat banyak sekali berkat dari pelayanan SABDA di Sydney dan sharing-sharing pribadi. Kami juga mendoakan pelayanan tim SABDA makin dipakai Tuhan.
Tim Penjangkauan YLSA membuka diskusi buku pada pertengahan semester I lalu. Buku Pencobaan karya John Owen yang diterbitkan oleh Momentum menjadi bahan diskusi di Klub e-Buku SABDA periode Juni-Juli 2018. Dengan 32 peserta dan seorang moderator, diskusi KBS bisa berlangsung dengan lancar dan dinamika diskusi cukup menarik. Tidak hanya menjawab pertanyaan atau mendiskusikan isi buku, peserta juga menyelipkan pengalaman atau kesaksian pribadi terkait topik yang sedang dibahas. Berikut ini kesaksian dari beberapa peserta.

Mau lebih banyak menyediakan waktu untuk membaca firman Tuhan dan berdoa. Karena sering kali, di tengah kelelahan, firman Tuhan dan doa diabaikan dan memilih tidur. Pertanyaan yang diberikan oleh moderator membuat saya belajar untuk berpikir lebih kritis dan merenung karena tidak semua pertanyaan berasal dari buku. Dan, saya pun banyak belajar dari komentar teman-teman yang lain. (Juni Liem)

Aplikasi yang saya lakukan setelah mengikuti diskusi ini: belajar mencari titik lemah saya, membawanya dalam doa, dan tidak menyepelekan titik awal kejatuhan saya. Jadi, saya harus lebih berhati-hati (berjaga-jaga). Kesaksian saya selama mengikuti diskusi ini: saya sungguh bersyukur walaupun sebelumnya saya pernah membaca buku ini secara pribadi, tetapi melalui diskusi ini, saya semakin dipertajam pemahamannya, khususnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh moderator dan juga masukan dari rekan-rekan lainnya. Sekali lagi, terima kasih, diskusi ini sungguh bermanfaat bagi saya. Dan, terus kembangkan pelayanan ini. (Suratman Aripin)

Ada hal-hal baru yang saya dapatkan dalam diskusi kali ini. Dan, hal-hal itulah yang saya pakai untuk kekuatan saya. Pokoknya sangat membantu saya dalam pertumbuhan/proses menjadi murid Kristus. Luar Biasa. Doa dan harapan saya, semoga Tuhan selalu memberkati semua tim YLSA agar selalu menjadi saluran berkat bagi orang lain. Amin! (Dance Yefrason Faah)

Diskusi ini menolong saya memahami tentang pencobaan yang sangat berbahaya bagi kehidupan rohani. Saya harus bisa menyadari potensi pencobaan yang hadir. Kemudian, terus menyadari kelemahan yang sering membawa jatuh ke dalam pencobaan. Setiap pencobaan harus dilawan. Setiap waktu harus berdoa dan berjaga-jaga agar kuat menghadapi pencobaan. Terima kasih sudah bisa berdiskusi bersama, menambah wawasan, dan saling menguatkan. (Prilian Abet Nego)
Berikut ini adalah sedikit cuplikan kata sambutan dari Badan Pembina YLSA saat membuka Raker Mini YLSA pada 2 Juli 2018. Kiranya menjadi berkat pula bagi Sahabat dan Pendukung YLSA yang selama ini terlibat dan mendukung pelayanan YLSA.

"Konteks yang paling hakiki dari pekerjaan SABDA adalah kita mengerjakan pekerjaan yang kekal, sesuatu yang tidak terbandingkan. Dalam kesementaraan kita, kita mengerjakan hal-hal yang bersifat kekal. Kita menikmati anugerah Tuhan, tetapi kita juga ada dalam dunia untuk mengerjakan pekerjaan-Nya. Tidak ada pemisahan antara pekerjaan rohani atau pekerjaan sekuler. Pekerjaan Tuhan itu sangat indah, tetapi kalau dikerjakan dengan sembarangan, Tuhan akan pukul kita dengan keras. Kalau Tuhan sudah mengkhususkan kita untuk melakukan pekerjaan-Nya, ini adalah kebanggaan ....
Kemajuan teknologi saat ini melesat naik. SABDA mengerjakan bagiannya dalam kemajuan itu. Kita menangkapnya dan memakainya untuk pekerjaan Tuhan. Hal ini harus dapat dipahami oleh semua staf yang melayani di YLSA. Kerjakanlah semua tugas di SABDA dengan kesungguhan karena kita melakukan pekerjaan Tuhan (Kolose 3:23). Meskipun SABDA pada awalnya dipakai oleh orang-orang biasa, tetapi sekarang, pekerjaan SABDA sudah semakin tersebar luas di seluruh masyarakat Kristen Indonesia. Saya mendengar kesaksian bahwa ada banyak orang yang memakai produk-produk pelayanan SABDA. Sebab itu, mari kerjakan pekerjaan di SABDA dengan kebanggaan, bukan karena gaji, melainkan untuk Bapa kita di surga. Kalau ada pergumulan pribadi, berdoalah memohon pertolongan Tuhan agar kita tetap dapat mengerjakan pekerjaan kita dengan baik. Ada momen-momen yang Tuhan berikan, yang sudah disiapkan bagi kita. Kita harus peka untuk menangkapnya. Kesempatan hanya bisa ditangkap oleh mereka yang siap. Dibutuhkan hikmat dari Tuhan untuk menangkap momen itu. Saat ini, saya diberi momen oleh Tuhan untuk mengambil bagian dalam pekerjaan SABDA, yaitu dengan menyediakan developer untuk pengembangan Bible Engine bagi YLSA. Bekerja bagi Tuhan adalah suatu privilege. Saya akan puas sekali jika pekerjaan ini pada akhirnya selesai. Tidak kebetulan jika kita semua saat ini sedang mengerjakan pekerjaan ini ....
Kita memiliki Bapa di surga yang memberikan tugas untuk kita kerjakan. Mari kita kerjakan [dengan] sungguh-sungguh, belajar terus dengan penuh semangat. Kita mengerjakan pekerjaan yang kekal dan banyak menolong orang dengan teknologi yang begitu maju, sampai ke pelosok, bahkan dengan bahasa yang berbeda. Di mata Tuhan, ini sangat berharga!"