Mengenal YLSA

MARI BER-PESTA! http://www.pesta.org/
Pepatah mengatakan "Tak kenal maka tak sayang". Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami ingin mengajak Anda untuk mengenal pelayanan PESTA (Pendidikan Elektronik Sekolah Teologia Awam) secara lebih dekat. LATAR BELAKANG YLSA memikiran untuk menyelenggarakan PESTA telah dimulai sejak tahun 1993. Berawal dari melihat berkembangnya pemakaian jasa internet bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Hal ini merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga untuk menolong masyarakat Kristen melayani pekerjaan Tuhan di ladang yang lebih luas lagi. Dunia pendidikan teologi Kristen merupakan salah satu ladang pelayanan yang belum digarap secara maksimal. Selama ini pendidikan teologi masih menjadi monopoli calon-calon hamba Tuhan purna waktu. Dengan kemudahan yang didapat dari layanan media internet, maka kemungkinan untuk melayani masyarakat Kristen awam dengan pendidikan teologi menjadi semakin terbuka lebar. VISI DAN MISI Dengan dasar keyakinan bahwa pendidikan teologia alkitabiah adalah ditujukan untuk semua orang Kristen, maka PESTA memiliki visi untuk memperlengkapi orang Kristen awam dengan pendidikan teologia agar mereka semakin mengerti dan memahami panggilan hidupnya sebagai orang Kristen yang ditempatkan Tuhan dalam dunia pekerjaan di mana mereka berada. PESTA diharapkan dapat menjadi partner gereja dalam menjalankan tugas dan panggilannya, yaitu membangun jemaat yang dewasa dan misioner di dalam Tuhan. Oleh karena itu, misi PESTA dapat dijabarkan sebagai berikut:
  • Memberikan pendidikan teologia alkitabiah kepada masyarakat Kristen awam untuk tujuan pendewasaan iman.
  • Menolong masyarakat Kristen awam untuk dapat memberikan pertanggungjawaban akan iman kepercayaannya sebagai saksi Kristus dimana mereka dipanggil dan ditempatkan.
  • Menciptakan situasi yang kondusif untuk belajar dalam kehangatan persekutuan dengan saudara-saudara seiman dari berbagai tempat dan latar belakang.
  • Mendorong masyarakat Kristen awam untuk membangun atau mempertajam pengaruh nilai-nilai Kristen dalam setiap aspek budaya di mana mereka melibatkan diri sehingga nama Tuhan dimuliakan.
SISTEM BELAJAR PESTA menerapkan sistem belajar yang menekankan pada keaktifan peserta. Dengan bahan dan alat-alat bantu yang cukup, PESTA diharapkan dapat mengembangkan kemandirian belajar peserta (independent study). Dengan bahan-bahan yang tersedia peserta diarahkan untuk banyak melakukan penelitian sendiri dengan melakukan konsultasi dengan bahan-bahan tersebut. Pembimbing/Tutor dapat dihubungi jika peserta mengalami kesulitan dengan bahan yang dipelajari. PENYELENGGARAAN PESTA Ketika pertama kali diselenggarakan PESTA membuka Kelas-kelas Virtual dan Kursus Tertulis PESTA. Respon masyarakat Kristen sangat luar biasa karena ada lebih dari 300 orang peserta yang mendaftar dan mengikuti kursus (walaupun hanya sedikit saja yang pada akhirnya bisa menyelesaikan pelajaran secara tuntas). Setelah diadakan 3 kali kursus, secara garis besar didapatkan hasil bahwa peserta mendapat banyak berkat, baik dari bahan-bahan pelajaran yang diberikan maupun dari diskusi-diskusi yang diadakan. Namun, sayang sekali karena kekurangan tenaga, maka Kursus PESTA ini pada tahun 2002 terpaksa harus diberhentikan sementara. Walaupun demikian, kami terus mendapat permintaan dari banyak orang agar bahan PESTA bisa dibagikan. Oleh karena itu, pada tahun 2002 kami mulai merintis pelayanan PESTA web. Tujuannya adalah membangun Situs PESTA Online yang memuat bahan-bahan PESTA untuk bisa di- download bagi mereka yang membutuhkan. Puji Tuhan pada akhir tahun 2002 Situs PESTA Online http://pesta.sabda.org/> berhasil diluncurkan dan sejak saat itu situs ini telah membawa berkat bagi banyak orang. Ada ratusan orang (600 pendaftar) telah berkunjung dan mendaftarkan diri untuk men-download bahan-bahan yang tersedia di PESTA. Melihat antusiasme dari para peserta Situs PESTA Online, maka kerinduan kami untuk meneruskan dan mengembangkan pelayanan PESTA sangat besar, khususnya untuk menyajikan kursus-kursus lain selain yang sudah diberikan saat ini. Demikian juga timbul gagasan untuk meng-upgrade Situs PESTA Online agar bisa menampung kursus-kursus PESTA yang baru. Oleh karena itu, kami sangat mengucap syukur karena setelah banyak berdoa dan bergumul, akhirnya disiapkanlah kursus- kursus baru dan juga sistem baru, serta infrastruktur yang lebih memadai untuk bisa mengelola pelayanan PESTA dengan lebih baik. PERKEMBANGAN PESTA Adapun pengembangan pelayanan PESTA yang telah kami lakukan sampai saat ini adalah:
  1. Menerbitkan publikasi BERITA PESTA sebagai sarana untuk memberikan informasi tentang perkembangan pelayanan PESTA kepada para anggota. Setiap orang yang pernah mengikuti Kursus PESTA (alumni) dan mereka yang pernah berkunjung ke Situs PESTA Online akan secara otomatis terdaftar sebagai pelanggan BERITA PESTA.
  2. Meng-upgrade Situs PESTA Online sebagai pusat untuk men-download bahan-bahan PESTA. Menu yang tersaji dalam situs ini adalah sbb.:
    • Home
    • Tentang Kami
    • Daftar Kursus
    • Petunjuk
    • Berita PESTA
    • Forum Diskusi
    Menu bawah akan tersaji:
    • Kontak Kami
    • Formulir Pendaftaran Berita PESTA
    • Buku Tamu
    Sedangkan Menu samping akan menyajikan Daftar Kursus-kursus PESTA yang tersedia dan terbagi sbb.:
    • Kursus-kursus dalam BIDANG TEOLOGIA SISTEMATIKA (Pelajaran tentang Doktrin-doktrin Iman Kristen)
    • Kursus-kursus dalam BIDANG TEOLOGIA BIBLIKA (Pelajaran tentang Pengantar Kitab-kitab dalam Alkitab dan Penafsiran Alkitab)
    • Kursus-kursus dalam BIDANG TEOLOGIA PRAKTIKA (Pelajaran tentang Aplikasi Prinsip-prinsip Iman Kristen dalam Berbagai Bidang Kehidupan)
    • Kursus-kursus dalam BIDANG TEOLOGIA HISTORIKA (Pelajaran tentang Sejarah Gereja Umum dan Khusus dan Tokoh- tokohnya serta Sejarah Dogmatika)
    Secara bertahap, kursus-kursus baru akan ditambahkan agar para peserta dapat mengikuti lebih banyak kursus yang kami sajikan.
  3. Membangun Milis Diskusi PESTA sebagai sarana bagi anggota untuk saling berdiskusi, khususnya tentang isi kursus-kursus yang disajikan di PESTA. Sarana milis diskusi ini akan menjadi "Kelas Teologia Virtual" bagi mereka yang ingin belajar secara serius dan sistematis.
PENUTUP Nah, melalui pengembangan sarana-sarana ini kami berharap, para peserta PESTA bisa mendapat pelayanan yang lebih baik. Ajakan kami, bawalah pelayanan PESTA dalam doa. Biarlah nama Tuhan dimuliakan dan masyarakat Kristen Indonesia mendapat banyak berkat. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silakan berkunjung ke Situs PESTA Online di alamat: ==> http://www.pesta.org/ Selamat ber-PESTA!amat ber-PESTA!
PELAYANAN YLSA TAHUN 2004
Perjalanan pelayanan YLSA sepanjang tahun 2004 yang lalu merupakan pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan. Selain kerikil-kerikil tajam yang Tuhan izinkan kami lalui, ada banyak saat-saat berharga yang Tuhan tunjukkan agar kami terus memacu diri untuk semakin maju dan bersandar secara total pada tuntunan langkah-Nya. Kami bersyukur karena Tuhan memakai para donatur, mitra, relawan, sahabat YLSA, dan tentu saja para staf YLSA, untuk bekerjasama mendukung pelayanan YLSA, baik dalam bentuk doa maupun dukungan-dukungan lain. Melalui dukungan merekalah kami dapat melalui perjalanan tahun 2004 ini dengan hati yang terus terarah kepada Tuhan. Jika Anda berkunjung ke situs YLSA dan melihat Rencana 5 tahun ke depan YLSA, yang kami buat awal tahun 2004 y.l., maka Anda akan ikut bersyukur dengan kami karena ada beberapa rencana/mimpi yang sudah terwujud di tahun 2004. Di antaranya, kerinduan agar YLSA memiliki kantor kerja staf yang memadai. Puji Tuhan, pada Oktober 2004, secara resmi YLSA telah memakai kantor yang baru. Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih karena sebagian dari biaya pembangunan adalah sumbangan dari para Sahabat YLSA. Selain itu, kerinduan yang lain adalah agar YLSA mengembangkan sistem managemen yang lebih baik. Puji Tuhan, sejak awal tahun 2004, setelah melewati "trials and errors", kami dapat berbenah diri sehingga akhir tahun 2004 kami bisa mengatur sistem kerja yang lebih baik dan profesional, dan diharapkan dari tahun ke tahun bisa semakin lebih disempurnakan. Beberapa hasil nyata dari pelayanan YLSA tahun 2004 dapat dilihat dari terus berkembangnya pelayan situs-situs YLSA dan juga publikasi- publikasi YLSA. Berikut ini beberapa penjelasan yang dapat kami berikan, termasuk pengembangan proyek CD SABDA: Pelayanan Situs-situs YLSA (18 Situs) Selama tahun 2004, situs-situs YLSA telah dikunjungi lebih dari 60 ribu pengunjung setiap bulannya. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan karena angka ini meningkat 30% lebih dibanding tahun sebelumnya, dan terus bergerak naik hingga awal 2005 ini. Kami bersyukur, semakin banyak orang memperoleh berkat melalui lebih dari 18 situs YLSA yang aktif. Peluncuran 4 situs baru seperti YLSA, LINKS, i-Humor, dan Situs Komunitas CWC, diharapkan dapat semakin memperkaya sumber-sumber informasi kekristenan online di tengah- tengah masyarakat Kristen Indonesia. Pelayanan Publikasi-publikasi YLSA (12 Publikasi) Hal yang sama terjadi pada kedua belas publikasi YLSA. Lebih dari 15 juta halaman publikasi telah terkirim kepada 60 ribu lebih pelanggan selama tahun 2004. Jumlah ini meningkat kira-kira 10% lebih dibanding dengan tahun sebelumnya. Merupakan hal yang memberi semangat ketika kami juga menerima banyak surat dari para pelanggan di sepanjang tahun 2004 yang berisikan ucapan terima kasih karena bahan-bahan yang kami sebarluaskan melalui sistem I-KAN (Internet -- Komputer Alkitab Network) ini. Dua publikasi baru berhasil diluncurkan YLSA di tahun 2004, yaitu Publikasi e-Penulis dan BERITA YLSA. Diharapkan publikasi-publikasi baru dari YLSA akan menyusul muncul di tahun 2005. CD SABDA (Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat) Selama satu tahun terakhir ini waktu dan tenaga kami banyak tersedot untuk melanjutkan penyelesaian proyek CD SABDA versi 3.0. Namun, sayang sekali hasil yang kami capai jauh dari yang kami harapkan. CD SABDA versi 3.0 yang seyogyanya selesai sebelum akhir 2004 ini ternyata harus mundur sampai hampir pertengahan 2005. Seperti yang pernah kami bahas di BERITA YLSA sebelumnya, CD SABDA ini diharapkan akan memuat lebih dari 100 buku dan banyak versi Alkitab Bahasa Indonesia. Mohon dukungan para Sahabat YLSA agar proyek CD SABDA ini dapat segera diselesaikan dan distribusikan dalam waktu dekat ini. Pengembangan SDM YLSA Selama tahun 2004, staf YLSA, yang berjumlah rata-rata 15 orang, mengalami "ups and downs". Beberapa staf keluar dan beberapa staf baru masuk. Tapi hal yang menggembirakan adalah terbentuknya Tim HRD YLSA (Personalia) secara resmi di awal tahun 2004. Melalui banyak pengalaman yang terjadi, Tim HRD belajar membuat sistem yang diharapkan dapat menolong pengaturan staf secara lebih profesional. Selain itu, Tim ini juga telah membantu meningkatkan kemampuan staf YLSA dengan memberikan training-training, baik di kantor (setiap Senin dan Jumat) maupun di luar kantor, untuk mengembangkan kerohanian, kepribadian, dan kemampuan staf YLSA. Sarana dan Prasarana Puji Tuhan selama tahun 2004, YLSA mendapat beberapa bantuan hosting server bagi pelayanan internet kami, di antaranya adalah berkat usaha dari rekan pelayanan kami yang setia Sdr. Aldo, juga pelayanan dari Kristianinet (Sdr. Alex). Sedangkan pelayanan milis-milis I-KAN (sistem Lyris) dapat terselenggara atas bantuan dari GRC (Global Resources for Computing). Ada beberapa gangguan teknis yang sempat kami alami selama tahun 2004, tapi puji Tuhan semua itu dapat kami lalui dengan cukup baik. Beberapa perangkat komputer yang bergiliran mengalami kerusakan dan kebutuhan hard disk yang terus meningkat merupakan tantangan bagi pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana YLSA. Besar harapan kami untuk bisa meningkatkan sarana dan prasarana ini di tahun 2005, karena bagaimanapun juga, untuk bisa melayani dengan baik, alat-alat komputer khususnya, perlu mendapat perhatian yang cukup serius. Keuangan Keuangan YLSA di tahun 2004 belum bisa dikatakan tercukupi, karena masih sedikit sekali donatur yang terlibat membantu kebutuhan YLSA, apalagi dengan proyek pembangunan Kantor YLSA yang dimulai pada Juli 2004 dan selesai pada Oktober 2004. Keuangan YLSA menjadi sangat menderita. Segala usaha coba kami lakukan untuk bisa menghemat pengeluaran, tapi karena dana yang masuk sangat sedikit dibandingkan dengan pengeluarannya, maka kekurangan tahun 2004 cukup membebani pengurus. Namun demikian, kami sangat mengucap syukur untuk tiga donatur tetap yang tercatat selama tahun 2004, yaitu Sdr. Gunawan (+istri); Sdr. Yohanes Kornelius; dan yayasan SYS (Shepherd of Your Souls). Oleh karena itu, tidaklah berlebihan kalau melalui kesempatan ini kami mengajak para sahabat YLSA untuk berdoa agar jumlah dana yang masuk bagi pelayanan YLSA di tahun 2005 bisa lebih naik. Penutup Demikian laporan yang bisa kami sampaikan tentang pelayanan YLSA tahun 2004. Suka duka telah kami lalui bersama dalam pelayanan ini, namun kami melihat berkat Tuhan yang luar biasa telah Tuhan curahkan kepada masyarakat Kristen Indonesia melalui pelayanan YLSA. Oleh karena itu, kesulitan tidak membuat hati kami tawar untuk terus maju bagi Tuhan. Harapan kami, Tuhan terus memberikan hikmat, kesempatan dan kemampuan agar kami bisa terus dipercaya untuk melakukan pelayanan di YLSA ini. Untuk melihat Laporan Pelayanan YLSA Tahun 2004 ini secara lebih detail, silakan berkunjung ke: ==> http://www.ylsa.org/profil_organisasi
(Laporan dalam bahasa Indonesia) ==> http://www.ylsa.org/organizational_profile (Laporan dalam bahasa Inggris)

Seperti telah kami sebutkan dalam Editorial bahwa ada dua kejadian pada bulan ini yang menyebabkan pelayanan YLSA sangat terganggu. Berikut ini penjelasan yang lebih detail tentang dua kejadian tersebut.

  1. Mail Router dan Server SABDA(at)xc.org DOWN

    Setelah kami dihantam keras dengan masalah server SABDA.org, dan berhasil keluar dari masalah tersebut (baca point yang berikut), menyusul mail server SABDA dan XC.org yang mengalami masalah. Sejak 12 April 2005 hingga saat ini, mail server SABDA di XC.org mengalami mati/hidup sehingga mail center YLSA tidak dapat menerima surat dengan lancar. Hingga saat ini pun mail server SABDA(at)xc.org masih belum stabil (sempat hidup beberapa waktu, kemudian mati lagi).

    Gangguan ini di luar kontrol kami karena yang mengalami masalah adalah server/routing dari alamat domain SABDA(at)xc.org. Pengaruh yang paling kentara adalah dua 1) Banyak mail yang terkirim ke SABDA(at)xc.org hilang total, dan 2) beberapa publikasi I-KAN tidak dapat terkirim, di antaranya Publikasi e-JEMMi Edisi 15/2005; e-BinaAnak Edisi 224/2005; e-Penulis 006/2005; dan e-Konsel Edisi 85/2005, yang seharusnya terbit antara tanggal 12 - 15 April 2005 (termasuk edisi BERITA YLSA ini).

    Tapi masalah yang sangat parah adalah surat-surat dari luar yang dikirim ke YLSA tidak dapat kami terima -- banyak mail hilang/bounce dalam dua minggu ini -- dan kemungkinan besar tidak akan dapat kami lacak lagi . Oleh karena itu, jika ada anggota Sahabat YLSA yang mengirim surat ke YLSA, mulai 12 April 2005 sampai saat ini, mohon berkenan mengirimkannya sekali lagi kepada kami karena kemungkinan besar surat Anda tidak sampai kepada kami.

    Kami bersyukur karena minggu lalu (antara 18 - 21 April 2005) kami masih dapat mengirimkan publikasi yang tidak dapat terkirim antara tanggal 12 - 15 April 2005 (e-JEMMi Edisi 15/2005; e-BinaAnak Edisi 224/2005; dan e-Konsel Edisi 85/2005). Sedangkan publikasi untuk minggu ini masih menunggu untuk dikirim sampai mail server normal kembali.

    Kami berharap dan berdoa kepada Tuhan Yesus agar masalah XC.org dan mail server SABDA ini segera dapat diatasi dan kami dapat kembali mengirim dan menerima surat seperti biasa. Untuk semua dukungan dan bantuan doa yang telah Anda berikan kami mengucapkan terima kasih. Kami percaya peperangan ini akan kita menangkan bersama. Biarlah kita terus siap siaga, karena kita tahu Tuhan ada di pihak kita. PTL! (Praise The Lord).

  2. Server SABDA.ORG Down: Domain/Hosting dan Situs Dipindah

    Sejak 25 Maret 2005 yang lalu hingga 5 April 2005 server SABDA.org DOWN, sehingga menyebabkan sebagian aktivitas besar online YLSA menjadi macet (situs-situs YLSA tidak dapat diakses). Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tapi, puji Tuhan! mulai 5 April 2005 y.l. server SABDA.org telah HIDUP KEMBALI dan situs-situs YLSA dapat diakses lagi. Apa yang terjadi? Mungkin Anda bertanya.

    Beberapa waktu yang lalu hosting dimana server SABDA.org (dan domain) biasanya berada mengalami masalah, yaitu lokasi itu dijual ke pihak lain/baru. Sebagai akibatnya SABDA.org pun harus ikut berpindah, namun pihak lain tersebut ternyata tidak melakukan tugas perpindahan dengan baik dan profesional sehingga menyebabkan kekacauan sistem dan account YLSA. Sdr. Aldo adalah saudara seiman, rekan, dan mitra lama kami yang telah banyak membantu "baby sitting" server-server YLSA. Melihat situasi yang kurang baik ini, maka Sdr. Aldo dengan cepat mengambil keputusan untuk segera memindahkan server SABDA.org ke tempat lain lagi yang baru dan yang lebih profesional. Maka mulailah dilakukan rencana perpindahan ke hosting yang baru. Kami bersyukur karena Sdr. Aldo bersedia mengambil keputusan yang berkonsekuensi kerja berat ini, karena perpindahan ini berarti memindahkan semua situs-situs YLSA yang rata-rata berukuran sangat besar [1Gig+]. Namun, hal yang lebih memukul kami, khususnya Sdr. Aldo, adalah hal ini terjadi persis saat libur Hari Kematian Kristus dan PASKAH. Oleh karena itu, kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kristen Indonesia karena menjelang dan sesudah PASKAH kemarin semua situs-situs YLSA tidak akan dapat diakses! Situs-situs milik YLSA yang ada di server SABDA.org adalah:

    1. Situs SABDA.org
    2. Situs SABDAweb
    3. Situs YLSA
    4. Situs e-MISI
    5. Situs PEPAK
    6. Situs Christian Counseling Center Indonesia (C3I)
    7. Situs e-Reformed
    8. Situs Sejarah Alkitab Indonesia (SAI)
    9. Situs LINKS
    10. Situs i-Humor
    11. Situs SABDA(C)
    12. Situs W2000
    13. Situs Buku Tamu YLSA
    14. In-Christ.net
    15. dan beberapa yang lain.

    [Sedangkan situs YLSA yang lain hanya mengalami masalah sedikit (Situs SABDA.net, Situs TELAGA, Situs PESTA Online, dan Situs Christian Writers\' Club, Gudang) karena sebagian besar dari keempatnya di-hosting di server lain, yaitu YLSA.org dan SABDA.net, bukan di domain/lokasi SABDA.org.]

    Perpindahan ke tempat hosting baru ini memakan waktu yang sangat banyak karena server SABDA.org bukan hanya mengalami perubahan lokasi tempat secara fisik, melainkan juga mengalami perubahan sistem, setting, dan management. Puji Tuhan, dalam masa sulit ini Sdr. Kalpin Erlangga (mantan staf YLSA) bersedia campur tangan membantu, sehingga bersama Sdr. Daniel (Staf YLSA internal yang bertanggung jawab menangani server-server YLSA) dan Sdr. Aldo, mereka bertiga dengan tidak kenal lelah mengusahakan agar seluruh perpindahan ke hosting yang baru ini bisa ditangani dengan baik dan semua situs YLSA bisa diakses kembali. (Ucapan terima kasih kami sampaikan dalam Kolom Appreciation).

    Selama server SABDA.org DOWN (mulai 25 Maret sampai 4 April 2005 2005), bukan hanya situs-situs YLSA yang tidak dapat diakses, tapi berpengaruh juga pada mail-mail YLSA yang menggunakan domain/alamat email (at)SABDA.org dan (at)In-Christ.net. Karenanya, pengiriman surat ke YLSA juga mengalami gangguan -- tidak bisa terima surat apa pun. Oleh karena itu, bagi Sahabat YLSA yang pada tanggal-tanggal di atas mengirimkan surat ke alamat SABDA.org, kami mohon agar Anda mengirimkannya kembali kepada kami, karena kemungkinan besar surat-surat Anda tersebut tidak sampai ke mailbox kami. :(

    Akibat yang lain adalah kelambatan pengiriman publikasi YLSA kepada para pelanggan, atau bahkan mungkin pengiriman kami tersebut tidak sampai sama sekali. Jika ada Sahabat YLSA yang merasa ada edisi- edisi publikasi I-KAN yang tidak terkirim kepada Anda pada tanggal- tanggal di atas, silakan Anda berkunjung ke situs arsip kami untuk mendapatkan edisi yang Anda inginkan, di alamat: ==> http://www.sabda.org/publikasi/

    Beberapa saat setelah server SABDA.org hidup kembali, kami menerima beberapa surat yang sangat mendorong kami untuk terus terjaga dan melayani Tuhan dengan lebih setia. "Thanks for caring and praying!" Dua contoh surat tersebut adalah sebagai berikut:

    From: Jonathan K. Tunggal

    >Saya baru saja membaca apa yang terjadi dengan server
    >Sabda. Saya hanya ingin terus memberi semangat
    >kepada tim Sabda yang telah bekerja keras untuk Dia
    >dan juga, umat Kristiani di Indonesia. Tuhan Yesus
    >sendiri yang memberkati dan membalas setiap jerih
    >payah yang telah Anda lakukan. Itu pasti!
    >Saya juga secara pribadi mengucapkan terima kasih atas
    >pelayanan tim Sabda. Adalah suatu berkat yang sangat
    >berharga bagi situs Kasih Kekal dan sekali lagi,
    >terima kasih.
    >Tuhan menyertai dan memberkati
    >Jonathan K Tunggal
    >a/n Kasih Kekal
    >www.kasihkekal.org

    From: Januar

    >Shalom,Puji Tuhan Yesus situs ini bisa diakses lagi. Sebab saya
    >banyak bergantung dengan materi dari www.sabda dalam menerbitkan
    >buletin bulanan di gereja kami maupun persiapan renungan
    >singkat. Sekali lagi, Puji Tuhan.
    >Januar

    Kepada Sahabat-sahabat YLSA yang telah menulis kepada kami, terima kasih untuk suratnya dan dorongan semangatnya. PTL! Selamat melayani.


http://ylsa.org/tentang

SEJARAH YLSA
http://ylsa.org/tentang

Sebelas tahun bukanlah perjalanan yang singkat bagi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk terus secara konsisten menggeluti bidang pelayanan elektronik di dunia internet. Ada banyak "buah" yang telah dihasilkan hingga saat ini dan masih ada banyak "buah" lagi yang direncanakan untuk dihasilkan di masa yang akan datang. Pada edisi resmi perdana "Berita YLSA" ini, Redaksi ingin mengajak para pendukung dan sahabat YLSA, yaitu para pendoa, donatur, ex-staf YLSA, mitra, dan teman-teman lama YLSA, untuk menapak tilas tahun- tahun pelayanan YLSA. Semoga informasi ini dapat menolong para sahabat YLSA untuk semakin mengenal YLSA lebih dekat.

Tahun 1993 - Lahirnya Sebuah Visi

Pada tahun 1993 pelayanan YLSA mulai dirintis dengan satu kerinduan untuk menyebarkan Kabar Baik (Alkitab) kepada masyarakat Kristen Indonesia melalui teknologi komputer. Realisasinya adalah dengan membuat OnLine Bible (software Alkitab yang dikembangkan oleh Larry Pierce (Canada)) ke dalam versi bahasa Indonesia.

Tahun 1994 - Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK)

Organisasi mulai dibentuk dan diresmikan dengan nama Indonesian Society for Biblical Computing atau Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK). Dua bahan pertama mulai diproses, yaitu teks Alkitab elektronik versi Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari- hari (BIS) atas kerjasama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Tahun 1995 - SABDA© dan YLSA

Nama "SABDA" (Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat) akhirnya dipilih untuk menjadi nama Software OLB versi bahasa Indonesia. Pada tahun ini pula, YLAK yang terdaftar di Pengadilan Negeri Daerah, diganti namanya menjadi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Nama yang terus dipakai sampai sekarang. Modul-modul SABDA© Alkitab/data dan versi DOS sudah disiapkan dan mulai menyebar.

Tahun 1996 - SABDA© Tahap Pertama

SABDA©, yang merupakan Online Bible versi Bahasa Indonesia tahap pertama selesai (termasuk bahan-bahan tambahan), bukan hanya untuk versi Windows 3.1 dan DOS, tetapi juga versi Macintosh/Apple(tm).

Tahun 1997 - I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network)

Pada tahun ini, proyek SABDA© dikembangkan dalam versi Windows untuk CD. Ketika internet mulai dipakai secara umum di Indonesia, YLSA menggunakan kesempatan dengan bekerjasama dengan XC dan MAF membangun sistem mailing list I-KAN (Internet -- Komputer Alkitab Network) untuk dipakai menerbitkan tiga Publikasi Elektronik Kristen pertama lewat email, yaitu e-RH, e-SH, dan e-Humor dan membuka banyak Forum Diskusi Elektronik (Milis) Kristen.

Tahun 1998 - Situs-situs YLSA

YLSA meluncurkan beberapa situs-situs pertama, yaitu:

  1. Situs Muara Informasi Kristen (MIK)
  2. Situs YLSA
  3. Situs Internet -- Komputer Alkitab Network (I-KAN).
  4. SABDA© versi web (Alkitab format HTML).
Selain itu, Sistem I-KAN juga terus dikembangkan dengan menambah dua Publikasi Elektronik (e-JEMMi dan YBA).

Tahun 1999 - Prototipe CD SABDA©

Proyek-proyek yang selesai tahun ini:

  1. Prototipe Software SABDA© dalam bentuk CD.
  2. Peluncuran Situs e-MISI (Mengabarkan Injil ke seluruh Indonesia) dan Situs Web2000.
  3. Penambahan tiga Publikasi Elektronik (ICW, e-Reformed, dan 40 Hari Doa) dan 2 Milis Diskusi (e-Software dan e-WebAuthor).
  4. Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) yang merupakan kerja sama antara YLSA dan In-Christ.net.

Tahun 2000 - Peluncuran CD SABDA©

CD SABDA© berhasil diselesaikan, diluncurkan, dan dibagikan ke seluruh penjuru dunia. Selain itu YLSA juga menambah empat publikasi baru (SNOB, e-BinaAnak, e-SBU, dan Berita Jaffray), dan melayani puluhan Milis Diskusi dengan sistem I-KAN. Jumlah pelanggan semua publikasi tahun ini ada 12.000 pelanggan. Pada akhir tahun ini, perintisan Situs SABDAweb (situs yang baru mengupdate dan berbeda dengan SABDA-Web) juga dimulai.

Tahun 2001 - Proyek-proyek Baru

Proyek-proyek baru yang dikerjakan, adalah:

  1. CIEL (Christian Indonesian Electronic Library)- masih dikerjakan.
  2. Peluncuran Situs SABDA.org dan SABDAweb.
  3. Peluncuran milis Publikasi baru, yaitu e-KJDN dan e-Konsel.
  4. Perintisan Situs C3I (Christian Counseling Center Indonesia), Situs PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen), dan Situs TELAGA (TEgur Sapa GembaLA KeluarGA) yang merupakan kerja sama dengan Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK).
  5. Pembuatan prototipe program SABDA versi 3.0 beserta bahan Alkitab audio.

Tahun 2002 - Tahap Pengembangan

Pada tahun ini, YLSA telah mengerjakan beberapa pengembangan dan membuat proyek penting, antara lain:

  1. Mengembangkan Situs SABDA.org untuk menjadi sistem Arsip I-KAN, juga menambahkan beberapa fungsi/fitur baru dalam Situs SABDAweb.
  2. Peluncuran Situs PEPAK (situs untuk guru Sekolah Minggu).
  3. Perilisan Program SABDA© versi Windows 2000/XP.
  4. Pembuatan prototipe program SABDA versi 3.0 beserta bahan Alkitab audio.
Selain proyek situs, YLSA juga melahirkan duu rangkaian proyek khusus, yaitu proyek digital library dan proyek Interlinier (ITL), untuk mengerjakan bahan-bahan teologia dan biblika yang belum dimiliki dalam bahasa Indonesia.

Tahun 2003 - Penambahan Situs-situs YLSA

Situs-situs yang dihasilkan tahun ini:

  1. Situs Christian Counseling Center Indonesia (C3I).
  2. Situs e-Reformed (situs kumpulan artikel teologia).
  3. Situs Tegur Sapa Gembala Keluarga (TELAGA).
  4. Situs Sejarah Alkitab Indonesia (SAI).
  5. Situs PESTA Online (situs pendidikan jarak jauh awam).
  6. Update Situs e-MISI (dengan stuktur dan tampilan baru).
  7. Perintisan Situs SABDAnet untuk mendukung rencana peluncuran CD SABDA versi 3.0 (yang masih belum selesai dikerjakan).

Tahun 2004 - Transisi untuk Suatu Babak Baru

Menyadari bahwa management kantor merupakan salah satu faktor penting untuk melebarkan sayap yayasan ini, maka langkah yang diambil pada awal tahun ini adalah pembenahan infrastruktur yayasan. Puji Tuhan hal itu sudah dapat dilaksanakan dengan baik, meskipun hasilnya masih belum maksimal. Selain itu, perluasan kantor YLSA juga merupakan proyek utama tahun ini. Puji Tuhan pada bulan Oktober 2004. YLSA akhirnya memiliki kantor baru yang lebih luas dan cocok untuk kebutuhan yayasan. Namun, bukan berarti tidak ada proyek baru yang lahir tahun ini. Ada 4 situs yang berhasil diselesaikan:

  1. Situs YLSA (situs profile yayasan)
  2. Situs LINKS (situs direktori Kristen).
  3. Situs i-Humor (situs kumpulan humor bersih dan membangun).
  4. Situs Komunitas CWC (situs Christian Writers´ Club))
-- Beberapa situs masih dalam penyelesaian hingga akhir tahun ini. Selain itu, dua publikasi baru juga diluncurkan, dan diterbitkan awal November 2004, yaitu:
  1. Publikasi e-Penulis (buletin untuk para penulis Kristen)
  2. Berita YLSA (buletin untuk para sahabat dan pendukung YLSA)
  • Tahun 2004 belum berakhir, YLSA masih terus menggerakkan kaki untuk melangkah ke depan dengan mata yang tertuju kepada Kristus. Kami berharap lebih banyak yang bisa kita lakukan di tahun 2005. Oleh karena itu kami percaya Tuhan telah menyediakan hal-hal besar bagi masyarakat Kristen Indonesia melalui YLSA. Untuk itu kami sangat bersyukur atas dukungan Anda semua, para pendukung dan Sahabat YLSA. Kami tahu kami tidak dapat bekerja sendiri, dukungan dan partisipasi Anda merupakan aset yayasan yang sangat berharga.

  • Menjelang perayaan PASKAH tahun 2005 ini, kami ingin sajikan bahan untuk menjadi perenungan kita bersama, khususnya untuk menyoroti tentang penderitaan Kristus. "Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1Petrus 2:21)
    PENDERITAAN SANG JURUSELAMAT
    1. Ia menderita seumur hidup-Nya di dunia. Berkenaan dengan kenyataan bahwa Yesus mulai membicarakan penderitaan yang akan dialami-Nya menjelang akhir hidup-Nya, kita sering cenderung untuk berpikir bahwa penderitaan-Nya di atas kayu salib merupakan penggenapan dari seluruh penderitaan-Nya. Tetapi sesungguhnya keseluruhan hidup-Nya adalah penderitaan. Ia harus mengambil rupa seorang hamba, padahal Ia adalah Allah semesta langit. Ia yang tidak berdosa setiap hari harus berhubungan dengan manusia berdosa. Hidup-Nya yang kudus harus menderita di dalam dunia yang terkutuk karena dosa. Jalan ketaatan menjadi milik-Nya bersamaan dengan jalan penderitaan-Nya. Ia menderita karena gangguan iblis yang datang berulang kali, dari kebencian dan ketidakpercayaan umat-Nya, dan dari perlawanan musuh-musuh-Nya. Oleh karena Ia harus masuk ke dalam pemerasan anggur itu sendiri, kesendirian-Nya pastilah merupakan suatu tekanan bagi-Nya, dan rasa tangung jawab- Nya menghancurkan. Penderitaan-Nya adalah penderitaan yang disadari, makin lama makin berat, semakin Ia mendekati akhirnya. Penderitaan yang dimulai sejak inkarnasi akhirnya mencapai titik puncak dalam "pasio magna" (penderitaan terbesar) pada akhir hidup-Nya. Kemudian murka Allah atas dosa segera menghambur ke arah-Nya.
    2. Ia menderita secara tubuh dan jiwa. Pernah ada satu masa di mana perhatian terlalu dipusatkan pada pendertiaan jasmani Kristus. Penderitaan ini bukanlah sekedar rasa sakit fisik yang tercakup dalam esensi penderitaan-Nya, tetapi juga rasa sakit yang disertai penderitaan rohani dan kesadaran sebagai seorang pengantara atas dosa umat manusia yang harus ditanggung-Nya. Kemudian menjadi suatu kebiasaan untuk meremehkan arti penting penderitaan secara jasmani, sebab dirasakan bahwa dosa sebagai suatu natur yang sifatnya spiritual. Pandangan-pandangan yang hanya menekankan satu sisi seperti ini harus kita hindari. Baik tubuh maupun jiwa manusia telah dipengaruhi dosa, dan karena itu hukuman atas dosa juga mencakup keduanya. Lebih lanjut Alkitab dengan jelas memberi penjelasan bahwa Kristus menderita dalam keduanya. Ia sangat berdukacita dan menderita di taman Getsemani, di mana jiwa-Nya "sangat takut, seperti mau mati rasanya" dan Ia ditangkap, disiksa, dan disalibkan.
    3. Penderitaan-Nya berasal dari berbagai sebab. Dalam pembicaraan sebelumnya kita melihat semua penderitaan Kristus bermula dari kenyataan bahwa Ia harus mengambil tempat orang berdosa sebagai seorang pengganti. Akan tetapi kita dapat membedakan beberapa penyebab secara terinci seperti:
      1. Kenyataan bahwa Ia yang adalah Tuhan atas alam semesta harus menempati kedudukan manusia, bahkan kedudukan sebagai budak atau hamba yang terikat, dan bahwa Ia yang memiliki segala hak untuk memerintah sekarang harus diperintah dan harus taat.
      2. Kenyataan bahwa Ia yang murni dan kudus harus hidup dalam lingkungan dan suasana yang sudah dicemari dosa, tiap hari harus bergaul dengan orang bedosa, dan senantiasa harus diingatkan tentang betapa besarnya dosa yang harus dipikul-Nya oleh karena dosa uamt-Nya.
      3. Kesadaran-Nya yang sempurna dan antisipasi-Nya yang jelas sejak awal kehidupan-Nya tentang penderitaan tertinggi yang akan dialami-Nya pada akhirnya. Ia tahu dengan tepat apa yang akan Ia alami dan pengetahuan ini jelas tidak menimbulkan kegembiraan.
      4. Juga hidup-Nya sendiri, pencobaan iblis, kebencian dan penolakan orang-orang atas diri-Nya, serta perlakuan yang tidak adil serta siksaan yang harus Ia tanggung.
    4. Penderitaan-Nya sangat unik. Kadang-kadang kita hanya membicarakan tentang penderitaan Kristus yang "biasa", disaat kita hanya sekedar melihat penderitaan yang disebabkan oleh kesusahan biasa dalam dunia ini. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa penyebab-penyebab ini jauh lebih banyak dialami oleh Juruselamat kita daripada yang kita alami sendiri. Lebih dari itu, bahkan penderitaan yang biasa ini pun sebenarnya memiliki sifat yang luar biasa dalam hal diri Kristus, dan dengan demikian pasti unik sifatnya. Kapasitas penderitaan-Nya berada pada sifat yang tepat dengan kemanusiaan-Nya, dengan kesempurnaan etis-Nya, dan dengan rasa kebenaran serta kesucian-Nya. Tak seorang pun yang dapat merasakan betapa beratnya rasa sakit dan dukacita dan kejahatan moral yang harus ditanggung oleh Yesus. Akan tetapi di samping penderitaan yang umum ini, ada lagi penderitaan yang lebih berat, yaitu bahwa segala pelanggaran dan kesalahan kita ditimpakan oleh Tuhan kepada-Nya seperti air bah. Penderitaan Sang Juruselamat tidaklah sepenuhnya terjadi apa adanya, tetapi juga merupakan tindakan positf yang dilakukan Allah (Yesaya 53:6,10). Pencobaan di padang gurun, penderitaan di taman Getsemani dan Golgota juga merupakan penderitaan yang secara khusus dialami oleh Tuhan Yesus.
    5. Penderitaan-nya dalam pencobaan. Pencobaan yang dialami Kristus membentuk bagian integral dari penderitaan-Nya. Pencobaan-pencobaan itu dialami-Nya dalam jalan penderitaan-Nya, Matius 4:1-11 (dan ayat paralelnya), Lukas 22:28; Yohanes 12:27, Ibrani 4:15; 5:7,8. Pelayanan-Nya di depan umum dimulai dengan suatu masa dimana Ia harus dicobai, dan bahkan setelah masa itu, pencobaan-pencobaan terus dialami-Nya dan berulang pada masa-masa makin mendekati taman Getsemani. Hanya melalui setiap pencobaan yang manusia alami, Yesus dapat sepenuhnya menjadi Imam Besar yang turut merasakan penderitaan, dan akhirnya Ia dapat menjadi bukti kesempurnaan dan kemenangan (Ibrani 4:15; 5:7-9). Kita tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan pencobaan Kristus sebagai Adam yang terakhir, betapa pun sulitnya bagi kita untuk memahami seseorang yang tidak dapat berdosa tetapi harus dicobai. Berbagai upaya pemecahan persoalan ini telah diusahakan, misalnya dengan mengemukakan bahwa dalam natur manusia Kristus, sebagaimana dengan natur dalam diri Adam, ada "nuda possibilitas peccandi", kemampuan abstrak untuk berdosa (Kuyper); bahwa kesucian Yesus adalah kesucian etis yang harus terus mencapai perkembangan dan terus mempertahankan diri dalam pencobaan (Bavinck); dan bahwa pencobaan itu sendiri sebetulnya berdasarkan hukum, dan berkenaan dengan naluri dan nafsu alamiah (Vos). Kendatipun demikian masih ada persoalan yang tinggal, bagaimana mungkin seseorang yang secara kenyataan tidak dapat berdosa, bahkan sama sekali tidak mempunyai kecenderungan terhadap dosa, tetapi harus berada di bawah pencobaan yang sesungguhnya.
    Sumber diedit dari:
    http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed/059/

    Comments