Mengenal YLSA

Pelatihan #Ayo-PA! Online dalam SABDA Live

Training Penggunaan Aplikasi Alkitab SABDA

Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak cara dalam melakukan aktivitas setiap hari, tidak terkecuali dalam ranah pelayanan kekristenan. Hal ini juga memengaruhi YLSA dalam menentukan beberapa strategi pelayanannya. Salah satunya adalah pelatihan #Ayo-PA!. Sebelum COVID-19, hampir setiap bulan, YLSA pergi ke gereja, kampus, atau komunitas-komunitas tertentu untuk melatih peserta melakukan studi Alkitab dengan aplikasi Alkitab SABDA dalam smartphone Android.

Setelah vakum sejak Mei 2020, akhirnya pada Agustus 2020 ini, pelatihan #Ayo-PA! dapat kembali diadakan secara online. Puji Tuhan! Pelatihan ini adalah salah satu sesi yang ditunggu-tunggu oleh banyak peserta SABDA Live. Dengan berbagai persiapan, pada 19 Agustus 2020, tim SABDA siap untuk memberikan pelatihan online penggunaan aplikasi Alkitab SABDA dalam SABDA Live #BibleTalks Bagaimana Belajar Alkitab?.

Untuk memudahkan peserta mengikuti setiap langkahnya, kami memulai pelatihan ini dengan menayangkan video tutorial penggunaan aplikasi Alkitab SABDA dan aplikasi-aplikasi pendukung lainnya untuk studi Alkitab. Setelah itu, peserta diajak untuk menyimak penjelasan langkah demi langkahnya. Karena berbagai keterbatasan, kami memberikan tugas utama kepada peserta untuk menyimak saja penjelasan kami. Jika peserta memiliki dua gawai, salah satunya dapat digunakan untuk mencoba secara langsung juga bersama tim SABDA. Namun, jika hanya ada satu gawai dan itu digunakan untuk mengikuti Zoom SABDA Live, peserta dapat mengikutinya kembali dengan menyimak video rekamannya di YouTube SABDA Alkitab.

Untuk pelatihan ini, kami mengajak peserta untuk melakukannya dengan metode PA S.A.B.D.A. sehingga peserta dapat melihat secara langsung proses PA-nya. Bersyukur kepada Tuhan karena kegiatan pelatihan online ini berjalan dengan lancar. Meski ada beberapa kendala teknis, semuanya masih bisa diatasi dan peserta tetap dapat mengikuti sampai selesai.

Dari hasil evaluasi, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk pelatihan online berikutnya. Ini menjadi salah satu wujud kerinduan YLSA agar seluruh gereja di Indonesia mendapatkan pelatihan ini. Dan, dengan Zoom SABDA Live ini, kerinduan itu terwujud karena peserta berasal dari banyak daerah di Indonesia. Puji Tuhan!

Kami mengajak Sahabat dan Pendukung YLSA menyimak rekaman pelatihan online ini di situs SABDA Live:

  1. Video
  2. PDF
  3. Audio

Mohon masukan dari Anda untuk perbaikan pelatihan ini ke depannya. Masukan Anda akan sangat berarti bagi kami. Selamat berjumpa dalam pelatihan studi Alkitab dari SABDA berikutnya. Tuhan Yesus memberkati.

Perkembangan SABDA Live Mei -- Juli 2020

Dalam kolom Mengenal YLSA kali ini, kami akan melaporkan perkembangan pelayanan SABDA Live via Zoom dan YouTube Streaming sejak Mei -- Juli 2020. Puji Tuhan! Ada banyak pencapaian dari sisi program, pengembangan produk, dan penggunaannya. Ini juga merupakan pencapaian besar Yayasan Lembaga SABDA pada masa pandemi yang membuktikan bahwa meski semuanya serba terbatas karena pandemi, tetapi penggunaan teknologi yang tepat justru mempercepat penyampaian Kabar Baik tanpa dibatasi ruang dan waktu.

1. SABDA Live Zoom Meeting dan YouTube Streaming

Zoom

Sejak Mei 2020, SABDA sudah melaksanakan 4 program SABDA Live via Zoom Meeting dan YouTube Streaming dengan 46 presentasi sampai Juli 2020. Berikut ini adalah rinciannya:

  • SABDA Live #Vision Talks: 22 presentasi [Arsip]
  • SABDA Live #Fun Talks: 11 presentasi [Arsip]
  • SABDA Live #Bible Talks (per Juli 2020): 7 presentasi [Arsip]
  • SABDA Live +ED Talks: 6 presentasi [Arsip]

Selain pengembangan program SABDA Live, staf YLSA juga makin meningkat kemampuannya secara teknis, public speaking, relasi, manajemen, dan sebagainya. Dengan begitu, setiap program/presentasi bisa diatur dan dilaksanakan semakin baik.

2. Situs SABDA Live

Situs SABDA Live

Untuk mendapatkan informasi mengenai SABDA Live, Sahabat dan Pendukung YLSA dapat mengaksesnya di situs SABDA Live. Situs ini menjadi halaman utama untuk mendapatkan jadwal, arsip, dan informasi lain seputar program SABDA Live. Jika Anda ingin menonton program SABDA Live secara langsung via YouTube Streaming, silakan masuk dalam situs ini setiap pkl. 10.00 -- 12.00 pada Selasa -- Jumat. Kami berharap, bahan-bahan dalam situs ini dapat digunakan oleh Sahabat dan Pendukung YLSA untuk memajukan pelayanan digital di gereja atau komunitas Anda.

3. Playlist SABDA Live di YouTube SABDA Alkitab

YouTube

Jika Anda lebih sering mengakses YouTube, tim Multimedia SABDA juga telah menyusun playlist SABDA Live dalam kanal YouTube SABDA Alkitab. Silakan subscribe dan klik tanda lonceng di YouTube SABDA Alkitab untuk mendapatkan setiap update dari SABDA Live.

4. Podcast SABDA Live di Spotify dan Google Podcasts

Spotify dan Google Podcasts

Pada Juli 2020, telah tersedia Podcast SABDA Live bagi Anda yang lebih suka mendengarkan audionya melalui Spotify dan Google Podcasts dengan akun SABDA Live. Dengan begitu, Anda dapat mendengarkannya sambil melakukan kegiatan Anda sehari-hari.

5. Penggunaan Bahan-Bahan SABDA Live

Kami juga bersyukur karena bahan-bahan SABDA Live dapat digunakan oleh Sahabat dan Pengguna SABDA dalam pelayanan di gereja atau komunitas mereka. Ada yang sudah menggunakan materi presentasinya untuk dipresentasikan ulang dalam zoominar di gerejanya. Ada pula yang membagikan link video-video dalam arsip dalam grup sebagai bahan diskusi. Jangan segan untuk menggunakan setiap bahan yang ada. Pastikan Anda masuk dalam situs SABDA Live untuk informasi lebih lengkap.

6. Kolaborasi dan Relasi

Sepanjang Mei -- Juli ini baik dari YLSA maupun pengguna/peserta SABDA Live sungguh dapat merasakan kemajuan relasi dan kolaborasi yang selama ini belum dapat dilakukan secara maksimal. Tujuan SABDA mengadakan SABDA Live ini memang ingin makin meningkatkan engagement dengan pengguna SABDA, berjejaring dengan lebih banyak orang/organisasi, dan saling bertukar pikiran tentang bagaimana teknologi dapat digunakan lebih maksimal untuk pengembangan pelayanan di bidang Alkitab dan digital ministry. Anda dapat melihat bahwa narasumber SABDA Live bukan dari SABDA saja, tetapi juga dari sahabat/mitra SABDA. Puji Tuhan! Peserta pun mendapatkan berkat yang melimpah dari setiap relasi/kolaborasi dalam SABDA Live ini.

SABDA Live Vision Talks Seri Alkitab dan Pelayanan Online

Vision Talks: Alkitab dan Pelayanan Online

Program SABDA Live Vision Talks Seri Alkitab dan Pelayanan Online adalah program presentasi dan diskusi online dengan menggunakan Zoom. Ada 6 presentasi yang dipaparkan sejak 12 -- 20 Mei 2020 oleh staf-staf YLSA, yaitu:

  1. Perkembangan Visi Misi SABDA (Evie)
  2. IT4GOD: Teknologi dan Tuhan? (Ody)
  3. Pentingnya PA dan Gereja (Yudo)
  4. PA, MedSos, dan Digital Native (Nikos)
  5. Alat-Alat PA Online (Santi)
  6. Tren 2020 dan Gereja (Yulia)

Enam topik tersebut adalah materi yang kami presentasikan dalam kegiatan Rapat Visi YLSA 2020 untuk menolong staf lebih mendalami visi misi pelayanan YLSA yang berfokus pada Alkitab dan teknologi. Namun, kami rindu fokus pelayanan YLSA ini juga dapat digumulkan bersama dengan anggota tubuh Kristus lainnya sehingga mobilisasi untuk mewujudkan IT4GOD juga dapat dilakukan oleh lebih banyak orang, khususnya untuk menghadapi era new normal pascapandemi COVID-19.

Kami bersyukur karena program SABDA Live Vision Talks ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Banyak yang mendapatkan pencerahan sehubungan pelayanan online masa depan, khususnya untuk menjangkau generasi digital. Meski sempat diwarnai kekhawatiran karena Zoom sempat mengalami gangguan, tetapi kami bersyukur ketika acara berlangsung tanpa kendala yang berarti. Kegiatan ini makin memberikan semangat kepada kami bahwa saat ini sudah sangat memungkinkan untuk kami bisa melakukan berbagai pembinaan mengenai pelayanan digital secara online. Selama ini, karena berbagai kendala, terutama karena banyak gereja yang belum siap dengan teknologi, kami masih harus memberikan banyak pelatihan secara offline. Dengan program SABDA Live ini, kami bisa melihat bahwa sekarang, pintu kesempatan terbuka lebar untuk pergi sampai ke seluruh Indonesia, bahkan dunia, untuk memberikan edukasi kepada anggota-anggota tubuh Kristus mengenai studi Alkitab dan pelayanan digital/online.

Jika Sahabat dan Pendukung YLSA ingin mendapatkan dokumentasi materi dan rekaman kegiatan SABDA Live Vision Talks ini, silakan mengaksesnya di situs SABDA Live. Mohon doakan juga untuk program SABDA Live berikutnya agar dapat makin menolong gereja untuk bersiap menghadapi dan menjalani new normal pascapandemi COVID-19 ini. Kami membuka diri untuk menerima usulan dan masukan dari Sahabat dan Pendukung YLSA terkait materi-materi yang dianggap perlu untuk kami angkat dalam program SABDA Live berikutnya. Silakan hubungi kami di ylsa@sabda.org. Terima kasih dan salam IT4GOD!

Liputan Pelatihan Making Bible Study Tools in Your Language

Oleh: Yudo

Pada 17 -- 21 Februari 2020, Yayasan Lembaga SABDA mengadakan sebuah pelatihan bertajuk Pelatihan Alat Suku di Griya SABDA. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 orang perwakilan dari lembaga pelayanan, sekolah tinggi teologi di Solo, perorangan, serta beberapa staf SABDA termasuk saya, Ody, Pingkan, Hadi, Mbak Evie, Mbak Santi, Mas Danang, dan Mas Bima. Oh ya, selama pelatihan itu, Benny juga bergabung bersama kami untuk membantu hal teknis dan menjadi salah satu pemateri.

Saat membuka acara ini, Ibu Yulia menjelaskan bahwa pelatihan ini diadakan karena adanya kebutuhan akan bahan-bahan studi Alkitab dalam bahasa-bahasa suku yang selama ini kurang diperhatikan ketersediaannya. Karena itu, dalam pelatihan ini, YLSA mengundang setiap peserta untuk membuka kemungkinan tersedianya bahan-bahan studi Alkitab ini dalam bahasa suku mereka masing-masing. Pada pelatihan kali ini, ada sebelas bahasa yang akan diolah. Bahasa-bahasa itu adalah bahasa Batak Toba, Batak Dairi, Batak Karo, Sougb (Papua), Rote Lole, Jawa Ngoko (Suriname), Jawa Kromo Inggil, Sunda, Makassar, Toraja, dan Nias.

Pelatihan Making Bible Study Tools in Your Language

Selama 5 hari pelatihan, para peserta yang duduk berkelompok berdasarkan suku mereka, diajak untuk mengerjakan penerjemahan bahan-bahan studi Alkitab ke dalam bahasa suku, dan menerima wawasan-wawasan baru yang disampaikan oleh para pemateri. Pemaparan-pemaparan yang diterima oleh para peserta selama pelatihan ini mencakup visi-misi YLSA, pengenalan produk-produk YLSA, metode-metode PA, relevansi PA dengan gereja, implementasi PA di media sosial, serta demo produk-produk SABDA untuk melakukan pendalaman Alkitab.

Pada hari pertama, peserta pelatihan diajak untuk menginventarisasi alat studi Alkitab apa yang sudah tersedia dalam bahasa mereka. Setelah selesai menginventarisasi, peserta diajak untuk memulai langkah pertama dalam menyediakan alat studi Alkitab dalam bahasa mereka; mengecek dan menerjemahkan nama-nama tokoh serta nama lokasi yang terdapat di dalam Alkitab bahasa suku (yang sebagian sudah dilakukan oleh tim SABDA dengan bantuan komputer) ke dalam bahasa mereka. Dalam sesi tersebut, para peserta diajak untuk melihat bahwa setiap nama yang mereka cocokkan itu adalah bagian dari interlinear yang sudah dibangun dan terus ditambahkan oleh SABDA ke dalam ekosistem pendalaman Alkitab SABDA. Dengan demikian, nama-nama dalam bahasa mereka itu pun nantinya akan dapat terintegrasi dengan kamus dan bahan-bahan biblika lain yang lebih luas.

Pada hari kedua dan hari-hari berikutnya, para peserta diajak untuk menerjemahkan sekian banyak bahan yang akan sangat berguna untuk pendalaman Alkitab ke dalam bahasa suku mereka. Bahan-bahan itu antara lain daftar yang berisi topik-topik Alkitab, traktat, dan panduan pendalaman Alkitab menggunakan metode S.A.B.D.A.. Para peserta sadar bahwa penerjemahan-penerjemahan ini bukanlah suatu perkara yang mudah, apalagi ada di antara mereka yang sendirian mewakili bahasa suku mereka seperti tim bahasa Nias, tim bahasa Makassar, dan tim bahasa Sunda (yang diwakili oleh Pingkan). Namun, semua kesulitan yang mereka alami saat melakukan penerjemahan itu terbayar saat bisa melihat interlinear, aplikasi Alkitab, dan traktat Tuhan Yesus Menyelamatkanmu yang kini dapat tersaji dalam bahasa suku mereka.

Peserta Pelatihan Making Bible Study Tools in Your Language

Pada hari terakhir pelatihan (21 Februari), para peserta bersama seluruh staf SABDA merayakan hari yang spesial. Siang itu, kami semua merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional. Perayaan yang diawali oleh pemaparan singkat tentang sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional ini menjadi momen yang berharga bagi kami semua karena mendapat kesempatan untuk mendengar lagu pujian dalam bahasa-bahasa suku yang dibawakan oleh setiap kelompok bahasa, menyimak kesaksian mereka selama mengikuti pelatihan ini, dan bersama-sama menaikkan setiap pokok doa bagi suku-suku yang diwakili oleh setiap kelompok. Pada akhir acara perayaan ini, staf SABDA mendapat kesempatan untuk menyanyikan lagu tema #Ayo_PA! yang menjadi pengingat bagi kami semua untuk senantiasa mendalami firman Tuhan. Sebagaimana kesaksian beberapa orang peserta, lima hari pelatihan ini tidak hanya memberi keterampilan dan wawasan yang baru kepada mereka tentang hal-hal teknis, tetapi turut membangkitkan kesadaran serta kecintaan terhadap bahasa dan suku mereka.

Sebagai bukti keseriusan mendukung ketersediaan bahan-bahan studi Alkitab dalam bahasa suku, Yayasan Lembaga SABDA meluncurkan situs suku.sabda.org yang di dalamnya tersedia semua aplikasi Android yang dihasilkan selama pelatihan ini. Aplikasi-aplikasi ini terdiri atas Alkitab bahasa suku, konkordasi Alkitab, sistem topikal, kamus nama (orang dan tempat), alat bantu berupa metode pendalaman Alkitab, rencana baca, audio Alkitab bahasa suku, dan teks Alkitab bahasa suku dengan ilustrasi.

Kiranya apa yang sudah dicapai dan dikerjakan oleh setiap kelompok peserta dalam 5 hari pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan memberi sumbangsih terhadap kemajuan Kerajaan Tuhan dalam setiap suku dan bahasa di Indonesia.

[Red. Bersyukur pula karena 10 hari menjelang Ramadan, setiap suku yang diwakili dalam pelatihan ini kami doakan secara khusus dalam 40 Hari Doa bagi Bangsa-Bangsa. Jika Anda ingin mendapatkan pokok-pokok doa tersebut, silakan hubungi redaksi e-Doa di: doa@sabda.org. Terima kasih.]

Rapat Visi YLSA 2020

Rapat Visi YLSA 2020

Rapat Visi YLSA 2020 lahir dari kebutuhan akan perlunya pemahaman yang sama dari setiap staf YLSA mengenai visi dan misi pelayanan YLSA. Untuk staf lama, kegiatan ini dapat makin memantapkan komitmen pelayanan mereka dan memberikan ruang untuk berbagai masukan demi pengembangan pelayanan YLSA ke depannya. Bagi staf baru, rapat visi ini sangat menolong mereka mengerjakan setiap tugas dengan arah yang tepat untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, diadakanlah rapat visi ini pada 11 Februari 2020. Berikut ini sedikit uraian mengenai visi dan misi YLSA yang perlu juga diketahui oleh Pendukung dan Sahabat YLSA.

Sejarah Visi dan Misi YLSA

Keyakinan yang kuat bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang berotoritas dan satu-satunya penyataan Allah yang tertulis, yang tidak mungkin salah, sangat penting untuk mendorong orang Kristen lebih serius mempelajari firman Tuhan. Firman Tuhan harus menjadi dasar bagi iman dan kehidupan orang Kristen yang sejati. Oleh karena itu, mengerti firman Tuhan dengan benar adalah kebutuhan utama bagi setiap orang Kristen agar dapat bertumbuh ke arah kedewasaan dalam Kristus.

Untuk mencapai tujuan tersebut, masyarakat Kristen Indonesia membutuhkan alat-alat bantu yang dapat menolong mereka menyelidiki dan mempelajari Alkitab dengan tepat dan bertanggung jawab. Di satu sisi, dengan adanya kemajuan teknologi yang sangat pesat, khususnya dalam pemakaian sarana komputer, kesempatan untuk memakai fasilitas/program yang canggih untuk menyelidiki dan mempelajari Alkitab semakin terbuka lebar. Di sisi lain, sampai saat ini, belum ada yayasan lain yang menyediakan bahan-bahan dan alat-alat biblika yang diperlukan oleh masyarakat Kristen untuk mempelajari Alkitab. Latar belakang inilah yang mendorong didirikannya Yayasan Lembaga SABDA, yang perintisannya sudah sejak 1993, dan diresmikan secara hukum pada 1994.

Visi dan Misi YLSA

Apa peran teknologi bagi kerajaan Allah? Jawaban dari pertanyaan itulah yang menjadi visi YLSA, yaitu IT 4 GOD (Teknologi untuk kemuliaan Tuhan). YLSA terpanggil untuk menolong dan melayani masyarakat Kristen Indonesia dengan menyediakan alat-alat studi Alkitab, dengan teknologi komputer dan internet, untuk mempelajari firman Tuhan secara bertanggung jawab. YLSA juga rindu untuk menjadi "hamba elektronik" bagi tubuh Kristus/gereja untuk siap menjalankan digital ministry pada era teknologi ini. Untuk mewujudkan visi tersebut, YLSA menjalankan misinya, yaitu:

  1. Menjadi katalisator antara Alkitab dan masyarakat Kristen Indonesia sehingga dengan alat-alat teknologi mutakhir, mereka dapat belajar firman Tuhan dengan lebih mudah dan bertanggung jawab.
  2. Menjadi fasilitator agar masyarakat Kristen dapat menemukan bahan-bahan kekristenan yang bermutu dengan mudah dan gratis.
  3. Membangun infrastruktur untuk memudahkan tubuh Kristus menjalin komunitas online yang bersinergi bagi kemajuan pelayanan di Indonesia.

Strategi Pelayanan YLSA

BEST

Strategi yang YLSA ambil untuk menjalankan misi tersebut adalah "BEST" (Bible Engagement, Bible Study Systems, Bible Technologies). Dengan memanfaatkan teknologi dan bekerja sama dengan banyak mitra, YLSA membuat berbagai alat, metode, dan sistem untuk belajar Alkitab (Bible Study Systems). Kami juga membuat berbagai program dan gerakan agar tubuh Kristus dapat menggunakan setiap alat, sistem, dan metode belajar Alkitab secara efektif bagi pertumbuhan rohaninya (Bible Engagement). Semua itu dikerjakan oleh YLSA dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan melibatkan para programmer untuk mengerjakan teknologinya (Bible Technologies).

Falsafah Pelayanan YLSA

"Freely you have received, freely give."
"Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."
(Mat. 10:8b)

Ayat di atas menjadi falsafah pelayanan YLSA karena kami menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan jiwa yang Tuhan berikan kepada kami adalah karena anugerah. Karena itu, kalau kami diizinkan Tuhan untuk melayani-Nya, itu pun adalah karena anugerah-Nya. Sesuai dengan falsafah itu, semua produk pelayanan YLSA kami bagikan secara cuma-cuma untuk menjangkau semua orang percaya. Namun, bila melalui pelayanan YLSA ini ada orang yang digerakkan Tuhan untuk mendukung pelayanan YLSA, silakan bergabung menjadi donatur YLSA.

Presentasi lengkap mengenai Sejarah Visi dan Misi YLSA dapat dilihat dalam SlideShare SABDA. Selain presentasi tersebut, berikut ini presentasi-presentasi lainnya yang menolong para peserta rapat visi 2020 di YLSA mengenal pelayanan YLSA lebih dekat lagi, yaitu:

  1. Teknologi untuk Kemuliaan Tuhan!
  2. Media Sosial untuk Studi Alkitab bagi Digital Natives
  3. Pentingnya Belajar Alkitab di Gereja dan Tantangannya
  4. Alat-Alat Studi Alkitab ala SABDA
  5. Training for Bible Study Trainer
  6. Tren 2020 dan Tantangannya bagi Gereja
  7. Sejarah Masa Depan Alkitab
  8. SABDA's Unique Value
  9. Bible Study for the Future
  10. Sistem AYT Ideal

Kiranya menjadi berkat bagi Pendukung dan Sahabat YLSA sekalian. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lengkap mengenai Rapat Visi YLSA 2020 ini, silakan mengirimkan email ke ylsa@sabda.org atau mengirim pesan teks melalui WhatsApp ke 08812979100. Terima kasih.

Training dan Seminar oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Sesuai visi kami untuk 2020 ini, yaitu SABDA for The Churches, YLSA membuka diri untuk memberikan pelatihan/seminar/pelayanan untuk gereja, persekutuan atau yayasan tentang pembelajaran Alkitab secara digital. Kerinduan kami adalah pekerjaan Tuhan di YLSA dapat digunakan semaksimal mungkin oleh tubuh Kristus untuk pertumbuhan rohani jemaat dan untuk kemuliaan nama Tuhan.

A. Pembelajaran Alkitab secara Digital

Tujuan: Melatih pelayan-pelayan Tuhan untuk melakukan pendalaman Alkitab (PA) dengan alat-alat digital, baik untuk menyiapkan khotbah/renungan maupun untuk studi Alkitab (pribadi atau berkelompok).

Jenis Pelatihan:

Seminar oleh SABDA

  1. Penggunaan Software SABDA
  2. Penggunaan aplikasi Alkitab (Android) -- #Ayo_PA! dan Metode SABDA
  3. Penggunaan situs Alkitab.SABDA.org
  4. Penggunaan komik Alkitab/Komik Zone
  5. Dan sebagainya sesuai kebutuhan ....

B. Pelayanan Seminar

Tujuan: Memperlengkapi pelayan-pelayan Tuhan dengan prinsip dan panduan untuk dapat melayani dengan lebih bertanggung jawab, khususnya pada era digital ini.

Jenis Seminar:

Seminar oleh SABDA

  1. Keuntungan dan Bahaya Dunia Maya
  2. Pelayanan Sekolah Minggu pada Era Digital
  3. Pemuridan Abad 21
  4. Menyiapkan Khotbah
  5. Kecerdasan Digital (DQ)
  6. Misi pada Era Digital
  7. Remaja dan Media Sosial
  8. Pelayanan Konseling dengan HP
  9. Penulisan Digital (Renungan)
  10. dll.

C. Pelayanan Lain-Lain

Tujuan: Menolong tubuh Kristus untuk semakin efektif melayani Tuhan.

Booth SABDA

  1. Pelayanan khotbah/renungan.
  2. Pelayanan untuk kegiatan/pemuridan anak/remaja/pemuda.
  3. Booth SABDA.
  4. Konsultasi pelayanan digital.
  5. dll.

Pengalaman peserta yang pernah mengikuti training, seminar, dan pelayanan lainnya dari YLSA dapat Anda simak dalam Blog SABDA.

  1. Pengalaman Melayani dalam Roadshow SABDA Komik di Yayasan Berita Hidup
  2. Kisah Kasih Abadi: SABDA Komik dalam Natal SM di GKI Nusukan
  3. Seminar Kecerdasan Digital di TK Kristen Sukoharjo
  4. Berkat Rohani dari #Ayo-PA! di GKI Ngupasan, Yogyakarta
  5. Pelayanan Roadshow SABDA ke Depok, Karawaci, dan Bandung
  6. Berekspresi pada Era Digital bagi Remaja PPA Sumpingan
  7. Pelayanan SABDA di Australia
  8. Pelatihan SABDA: Studi Alkitab pada Era Digital
  9. @SABDA: Pelatihan Digital Ministry
  10. Pelatihan Software SABDA di Gunung Kidul
  11. Sekolah di SABDA
  12. Roadshow SABDA di Tana Toraja: Pelayanan Digital untuk Generasi Digital

Silakan menghubungi kami melalui email: ylsa@sabda.org atau WhatsApp: 0881-2979-100 untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Kami siap melayani tubuh Kristus di Indonesia!

Kelas Diskusi Natal dari PESTA

Setiap tahun, YLSA menyelenggarakan kelas diskusi Natal online melalui program Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA). Kelas tersebut dibuka lewat jalur Grup Facebook. Seperti kelas-kelas PESTA lainnya, kelas diskusi Natal ini hanya dapat diikuti oleh mereka yang sudah mendaftarkan diri dan berkomitmen untuk mengerjakan tugas kelas. Dalam kelas ini, para peserta mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan kelahiran Kristus dan menekankan pada makna sejati peristiwa tersebut berdasarkan Alkitab.

Sebagai usulan bagi para pembaca Berita YLSA, kelas-kelas online seperti ini adalah salah satu bentuk pelayanan digital yang dapat dilakukan oleh gereja menjelang Natal. Jika Anda sudah pernah mengikuti kelas Natal PESTA, Anda bisa mengadakannya sendiri dengan memakai jalur-jalur media sosial untuk gereja Anda. Berikut ini kesaksian dari para peserta kelas Natal PESTA. Kiranya menjadi inspirasi bagi gereja.

Retno

"Saya Retno, merasa disegarkan setelah mengikuti kelas Natal. Beberapa topik yang dibahas mengingatkan saya untuk tidak tenggelam dalam euforia perayaan Natal, tetapi menggali kembali makna Natal, khususnya bagi iman saya pribadi. Saya yang memang sudah Kristen dari kecil menjadi amat sangat terbiasa mendengar kisah Natal dan makna Natal yang terus berkumandang setiap tahun sehingga terkadang justru membuat saya kurang merasakan makna tersebut."
[Retno]

Retno

"Kelas Natal ini sangat informatif karena banyak fakta menarik yang jarang dikhotbahkan di gereja maupun acara Natal lainnya. Saya menyukai penghitungan masa kelahiran Yesus dan pembahasan mengenai orang majus. Semoga untuk ke depannya dapat dibahas mengenai perayaan Natal di berbagai negara serta perbedaannya dengan makna Natal dalam Alkitab."
[Audri Melisa]

Retno

"Kelas Natal dari PESTA telah memberi saya tambahan wawasan. Cara berdiskusi belajar firman, memimpin dan membimbing banyak orang dalam forum media elektronik, mengingatkan dan mendorong saya lebih fokus pada isi, tujuan berita, tidak terjebak dalam perdebatan yang bukan esensial. Esensial Natal adalah Allah datang untuk menyelamatkan manusia yang Dia kasihi. Merayakan Natal berarti mengingatkan bahwa saya adalah salah seorang yang telah menerima kasih Allah yang datang dalam Yesus Kristus dan mati menebus dosa saya. Tak ada sesuatu yang hebat bisa saya balas kasih Allah. Saya dapat bercerita tentang apa yang saya alami dalam Tuhan melalui kehidupan saya, itu pun karena kemurahan Tuhan. Roh Kudus yang ada dalam saya terus mendorong dan membakar spirit untuk bersaksi. Dalam setiap kesempatan menghampiri Tuhan, saya minta kepada Tuhan untuk memberikan kesempatan untuk bercerita tentang kebaikan, kasih Allah yang saya alami kepada orang-orang yang Tuhan taruh di sekitar saya .... Kiranya perayaan Natal tiap tahun selalu memberikan kesan tersendiri yang mendalam dalam hidup kita, sebab kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain, Amin!"
[Heri Sudarno]

Diambil dari:
Situs : Apps4God
URL : https://apps4god.org/app-tech/app-tech-kelas-diskusi-natal-dari-pesta
Tanggal akses : 6 Desember 2019

Pendalaman Alkitab untuk Menyambut Natal di YLSA

Pada November 2019, seluruh staf YLSA melakukan PA untuk mempersiapkan diri menyambut Natal. Ya, setiap Selasa -- Kamis (selama 30 -- 45 menit), kami melakukan PA dengan menggunakan berbagai bahan, metode, dan alat yang YLSA buat. Dengan begitu, kami tidak sekadar memberikan sumber-sumber belajar Alkitab kepada pengguna SABDA, tetapi kami juga secara pribadi menikmati hasilnya.

Bekerja sama dengan berbagai mitra, ada banyak video yang sudah SABDA proses untuk menjadi bagian dari ekosistem studi Alkitab SABDA. Untuk PA persiapan Natal pada November ini, kami menggunakan video dari Alkitab Proyek Indonesia (API) -- The Bible Project (TBP). Berikut ini adalah PA yang sudah dan akan kami lakukan untuk PA menyambut Natal berdasarkan bahan media dari API-TBP tersebut.

1. Video: Kelahiran Yesus Kristus (Lukas 1 - 2)

Kelahiran Kristus Video ini bercerita mengenai kejadian luar biasa seputar kelahiran Yesus, Sang Mesias sekaligus Raja segala raja, dari sudut pandang Lukas. Penekanan yang kuat dalam video ini adalah Kristus datang sebagai Raja dalam keadaan yang bertolak belakang dengan status-Nya sebagai Raja di atas segala raja. Dia lahir dalam keluarga yang sederhana, dengan status yang rendah dalam masyarakat saat itu, dan disambut pertama kalinya oleh para gembala. Ini menunjukkan sifat Kerajaan Yesus yang bertolak belakang (terbalik) dengan kerajaan dunia.

2. Video: Infografik Lukas Bagian 1 (Lukas 1 - 9)

Infografik Lukas Video infografik ini membagi kitab Lukas ke dalam beberapa bagian berdasarkan cara penyampaian dan alur pikir sang penulis. Video ini merupakan bagian pertama dari dua video infografik yang menjelaskan tentang isi Injil Lukas. Tujuannya bukan hanya untuk membantu para penontonnya melihat keunikan sudut pandang Lukas terhadap keseluruhan karya keselamatan Yesus, tetapi juga bagaimana Injil Lukas terintegrasi ke dalam keseluruhan struktur Alkitab.

3. Video: Injil Kerajaan Allah

Injil Kerajaan Allah Video ini dibuka dengan pengungkapan Nabi Yesaya mengenai Injil Kerajaan. Di sini, Yesaya berbicara tentang seorang utusan yang berlari menuju kota Yerusalem yang dihancurkan. Dia memberitakan kabar baik bahwa Allah tetap menjadi Raja atas umat-Nya. Suatu hari, Allah sendiri akan kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya dan membawa kedamaian, yang terwujud dalam kedatangan Kristus ke dunia. Yesus membawa pemerintahan Allah ke dalam dunia dengan cara yang berlawanan dengan prinsip-prinsip duniawi.

4. Video: Son of Man (Anak Manusia)

Son of Man Dalam keempat Injil, Yesus nyaris tidak pernah secara langsung menyebut diri-Nya "Kristus". Dalam video ini, kami menelusuri arti mendalam dari frasa "Anak Manusia" yang sering digunakan oleh Yesus untuk menyebut diri-Nya sendiri. Video ini juga menjabarkan mengenai nubuatan dalam Daniel yang digenapi oleh Yesus dengan kedatangan-Nya ke dunia sebagai "Anak Manusia".

5. Video: Peace (Damai Sejahtera)

Damai Yesus datang sebagai pembawa damai atau shalom (bahasa Ibrani). Shalom sendiri secara harfiah berarti melengkapi atau menyempurnakan menjadi sesuatu yang utuh. Kelahiran Yesus dalam PB diumumkan sebagai damai atau eirene (dalam bahasa Yunani). Dalam video ini, kami diajak untuk belajar mengenai makna damai (shalom) itu dan bagaimana hal tersebut dapat menuntun orang kepada Yesus sebagai Raja Damai. Video Peace (Damai) adalah video adven minggu pertama dalam seri Adven dari TBP. Selanjutnya adalah Hope (Pengharapan), Joy (Sukacita), dan Love (Kasih).

6. Video: Hope (Pengharapan)

Pengharapan Dalam Alkitab, orang yang berpengharapan berbeda dari orang yang optimis. Dalam video ini, kami belajar bagaimana pengharapan yang alkitabiah hanya tertuju pada karakter Allah sendiri sebagai landasan bagi orang percaya bahwa sekalipun keadaan kelihatannya tidak berpengharapan, tetapi dalam Dia, masa depan akan lebih baik daripada masa kini.

7. Video: Joy (Sukacita)

Sukacita Dalam video ini, kami diajak untuk melihat jenis sukacita unik yang dimiliki orang-orang yang dipilih-Nya. Sukacita ini tidak bergantung pada keadaan yang sedang terjadi di sekitar kita. Sukacita dari Tuhan lebih dari sekadar perasaan hati yang senang, tetapi juga sebuah komitmen pribadi untuk percaya bahwa Allah akan menepati semua janji-Nya kepada kita.

8. Video: Love (Kasih)

Kasih Kata "kasih" adalah salah satu kata yang paling mudah diselewengkan maknanya karena kata itu terutama merujuk pada perasaan yang terjadi pada seseorang. Dalam Perjanjian Baru, "kasih" mengacu pada cara memperlakukan orang yang didefinisikan oleh Yesus sendiri dengan mencari kesejahteraan untuk orang lain terlepas dari respons mereka.

Secara keseluruhan, PA dengan menggunakan bahan video dari API-TBP ini membuat kami menjadi lebih paham terhadap konsep-konsep alkitabiah yang mengiringi peristiwa kelahiran Yesus ke dunia, serta terhadap gambaran besar tentang pentingnya kelahiran Juru Selamat sebagai penggenapan nubuat para nabi Perjanjian Lama. Selain itu, video studi kata API-TBP juga membantu kami menelusuri makna kata-kata penting dalam Alkitab dalam bahasa aslinya dan menemukan benang merahnya dengan pribadi Yesus Kristus sendiri. Adanya video-video ini juga sangat membantu kami merefleksikan makna Natal tahun ini. Bagi Sahabat dan Pendukung YLSA yang tertarik menggunakan video-video ini sebagai bahan PA atau bahan pendamping khotbah, silakan mengakses bahan-bahan ini di https://project.sabda.org. Kiranya menjadi berkat! Tuhan memberkati.

SABDA NOW, NEW, NEXT dalam #SABDA25

SABDA25

Pada acara #SABDA25, kami berbagi buah-buah berkat dari pelayanan YLSA selama 25 tahun ini dan juga untuk tahun-tahun ke depannya melalui presentasi SABDA NOW, NEW, NEXT. Berikut ini adalah ringkasan pemaparan yang disampaikan oleh teman-teman dari SABDA mengenai hal tersebut.

SABDA NOW

SABDA NOW

Dalam bagian SABDA NOW, Yulia Oeniyati selaku Ketua Badan Pembina YLSA menyampaikan bagaimana Tuhan menolong dan menyertai pelayanan YLSA dari 1994 sampai sekarang. Memasuki 25 tahun, YLSA bagaikan gadis dewasa yang "siap dipinang" untuk mendampingi, menolong, dan memperlengkapi gereja pada era digital ini. Ada banyak alat, bahan, media, dan teknologi luar biasa yang telah dihasilkan yang dapat jemaat Tuhan gunakan untuk melayani Tuhan pada abad ke-21. Pada kesempatan itu pula, Yulia mengumumkan bahwa perjuangan SABDA NEW akan dilanjutkan oleh generasi baru YLSA. Karena itu, pada acara istimewa ini, Yulia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan SABDA kepada Davida selaku Ketua Badan Pengurus YLSA yang baru untuk melanjutkan pelayanan YLSA ke masa depan. Banyak pekerjaan yang masih menanti untuk SABDA kerjakan. Kesempatan ini digunakan Yulia untuk menantang jemaat muda untuk ikut berjuang bersama gereja agar dapat mengubah wajah pelayanan di Indonesia, terutama untuk menjadi sukarelawan pada era digital ini. Mari persembahkan hidup dan berikan yang terbaik bagi Tuhan, dan Tuhan akan dimuliakan.

SABDA NEW

SABDA NEW

Presentasi SABDA NEW terdiri dari presentasi mengenai fokus pelayanan YLSA, yaitu Biblical Computing, Digital Resources/Ministry, Digital Learning, dan SABDA ME+DIA. Layaknya konferensi teknologi yang biasa dilakukan oleh raksasa-raksasa teknologi di dunia, SABDA memaparkan berbagai teknologi, alat, pelayanan, dan media-media barunya. Untuk melihat daftar produk baru yang diluncurkan YLSA pada #SABDA25 ini, Anda dapat mengunjungi situs sabda25.sabda.org.

1. Biblical Computing (BC)

Presentasi mengenai BC disampaikan oleh Hadi Pramono, koordinator ITS YLSA. Visi BC adalah visi yang dia temukan di YLSA yang juga menjadi panggilan hidupnya sebagai programmer. Proyek BC dimulai dari Software SABDA. Saat itu, di Indonesia belum ada software Alkitab yang berbahasa Indonesia, apalagi teknologi digital. Dari tahun ke tahun, SABDA terus menjalankan visi BC dengan mengikuti perkembangan teknologi. SABDA bukan lembaga Alkitab, melainkan lembaga yang membuat sistem studi Alkitab dengan memanfaatkan teknologi. Dengan teknologi, Alkitab tidak hanya dapat dibaca, tetapi juga bisa dipelajari bersama bahan-bahan biblika lain yang melimpah yang saling terintegrasi, di mana pun dan kapan pun. BC ada untuk menciptakan alat-alat digital sehingga mempermudah proses penyelidikan dan penggalian Alkitab secara bertanggung jawab. BC adalah dasar pelayanan teknologi di YLSA. Bersyukur untuk masyarakat Kristen Indonesia yang sudah menikmati sistem studi Alkitab secara elektronik/digital yang dikerjakan dengan setia oleh YLSA.

Selain software SABDA, produk BC YLSA yang lain adalah aplikasi-aplikasi Alkitab yang terintegrasi dalam smartphone untuk mempelajari Alkitab secara bertanggung jawab dan FUN! YLSA akan terus membuat alat-alat belajar Alkitab mengikuti perkembangan zaman. Ada semakin banyak platform teknologi untuk belajar. YLSA memanfaatkannya untuk belajar Alkitab! Contohnya adalah Google Assistant untuk belajar Alkitab dengan berinteraksi, ITL Builder untuk menolong pengecekan penerjemahan Alkitab dari berbagai bahasa dan suku bahasa, MYSABDA.net untuk penyediaan Bible Engine yang mutakhir, KOMIK Zone untuk menciptakan ekosistem bagi generasi digital dalam melakukan PA dengan cara yang lebih relevan, dst.. Mari kita tebus teknologi untuk menjadi alat yang memuliakan Tuhan.

2. Digital Resources (DR)

Okti Nur Risanti, sebagai koordinator DR YLSA, didaulat untuk menyampaikan pelayanan DR di YLSA. DR berfokus untuk memperlengkapi tubuh Kristus dengan sumber bahan literatur digital yang alkitabiah, bermutu, dan kreatif untuk berbagai bidang pelayanan Kristen. Selama 25 tahun, YLSA telah memiliki jutaan halaman literatur Kristen yang telah dipublikasikan kepada umum melalui situs, publikasi, sosial media, dan sebagainya. DR dijalankan dengan prinsip CODE (Create Once Distribute Everywhere) sehingga memungkinkan bahan-bahan diakses dalam berbagai platform teknologi. Jika dahulu DR berfokus pada bahan-bahan teks, sekarang bahan-bahan tersebut diolah menjadi bahan audio, visual, dan audiovisual. Penerbitan e-publikasi Suara SABDA dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan literatur para penggunanya. Cita-cita DR YLSA ke depannya adalah menjadi Digital Library Kristen yang memperkaya sumber bahan pelayanan di Indonesia.

3. Digital Learning (DL)

Bagaimana bahan-bahan literatur digital SABDA dapat menjadi bahan pembelajaran? Santi Titik Lestari menjelaskan bahwa sejak berdirinya, YLSA sudah menangkap pentingnya belajar bagi orang-orang percaya. DL SABDA ada untuk menjadi pusat belajar elektronik untuk memperlengkapi tubuh Kristus agar dapat melayani dengan lebih baik pada era digital ini. Prinsip dari pelayanan DL di YLSA adalah memanfaatkan platform digital untuk membangun sistem belajar berkomunitas yang efektif. Salah satu contohnya adalah Pendidikan Elektronik Studi Teologi Awam (PESTA). Melalui PESTA, YLSA menyediakan berbagai modul pelajaran dan sistem belajar teologi online untuk orang Kristen awam.

Selama 25 tahun, YLSA membuktikan bahwa teknologi berpihak kepada kita. Saat ini, dengan smartphone, orang dapat mengakses berbagai bahan untuk belajar. Tantangannya adalah bagaimana menolong gereja untuk dapat menjadi gereja yang relevan dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi-teknologi tepat guna untuk pembelajaran dan pertumbuhan jemaat. Melalui program-program DL, YLSA ingin menjadi mitra gereja dalam pembinaan jemaat. SABDA Kiosk dan Digital Ministry Center adalah contoh program DL yang dapat diterapkan di gereja. Mari bergandeng tangan memperlengkapi jemaat untuk membangun Kerajaan-Nya.

4. SABDA ME+DIA

SABDA ME+DIA

Pioneer Hutabarat adalah koordinator dari pelayanan SABDA ME+DIA. Pioneer membuka penjelasannya dengan melakukan kilas balik saat SABDA berjaya pada era teks, seperti halnya Software SABDA yang penuh dengan bahan berupa teks saja. Namun, saat ini, teks membutuhkan jalur lain yang lebih visual untuk kebutuhan generasi sekarang dan masa depan. Secara perlahan tetapi pasti, pelayanan YLSA telah beradaptasi ke dunia multimedia (visual, audio, dan audiovisual). Dengan bekerja sama dengan berbagai organisasi lain, baik dari dalam maupun luar negeri, bahan-bahan SABDA ME+DIA berbahasa Indonesia semakin banyak dihasilkan. Bahkan, pelayanan YLSA berkomitmen untuk semakin berfokus pada "media first". Beberapa produk SABDA ME+DIA yang telah dapat dinikmati pengguna, antara lain Alkitab audio, Alkitab Karaoke, komik-komik Alkitab, Alkitab Proyek Indonesia (The Bible Project), Tetelestai Indonesia, LUMO, Raja Kemuliaan, aplikasi AlkiMEDIA, dan masih banyak lagi. Dengan ketersediaan bahan-bahan ini, gerakan membaca Alkitab bisa semakin luas digemakan menjadi MEMBACA, MENDENGAR, DAN MENONTON Alkitab. Ya, SABDA ME+DIA hadir untuk gereja dan generasi milenial agar kita dapat menyuarakan firman-Nya dengan lebih nyaring bersama DIA.

SABDA NEXT

SABDA NEXT

Davida menyampai presentasi SABDA NEXT untuk membawa peserta melihat bahwa pelayanan SABDA juga berbicara tentang jemaat Kristus yang akan menghadapi perkembangan teknologi pada masa depan. Dahulu, sekarang, dan ke depannya, fokus SABDA adalah terus mengembangkan sistem studi Alkitab digital agar masyarakat Kristen terus-menerus dapat belajar Alkitab dengan cara-cara baru sesuai dengan perkembangan zaman. Sudah ada banyak antrean proyek yang harus dikerjakan dan dikembangkan. Salah satu contohnya adalah proyek Smart Bible yang akan mengedepankan pemakaian media (media first) dengan memakai teknologi augmented intelligence, graph knowledge, dll.. Kami juga sedang mengembangkan interlinear builder untuk menolong pengecekan penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan suku bahasa sebagai bagian dari presentasi di EMDC 2020. Untuk menolong kaum milenial, kami sedang mengusahakan suatu integrated bible comic study system untuk menjadikan pembelajaran Alkitab menarik dan fun. Namun, untuk siapa kami mengerjakan ini semua? Untuk kepentingan siapa Tuhan memberikan visi-Nya kepada SABDA? Jawabannya adalah untuk GEREJA, jemaat Tuhan.

Dari sejarah, kita belajar bahwa Tuhan selalu menggunakan teknologi terbaru agar firman-Nya terus didengungkan bagi umat-Nya. Firman-Nya, Alkitab, tidak pernah pernah berubah, tetapi media menyampaikannya selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, SABDA menyediakan alat-alat dan metode studi Alkitab yang relevan bagi jemaat masa depan. Teknologi berkembang dengan cepat! Bagaimana dengan gereja? SABDA NEXT bukan hanya tentang YLSA, tetapi tentang seluruh tubuh Kristus, gereja Tuhan. SABDA siap melatih dan memperlengkapi gereja untuk melayani jemaat milenial yang lebih akrab dengan alat-alat digital. Sebagai timbal baliknya, SABDA membutuhkan masukan dari gereja agar dapat membuat alat-alat yang tepat guna untuk kebutuhan gereja masa depan. Karena itu, doakan agar SABDA bersama jemaat Tuhan, khususnya para programmer, dapat bersinergi untuk memuliakan Tuhan. SABDA NEXT dimulai sekarang! Dan, We can't do it alone! Mari bersama-sama berkomitmen menggunakan teknologi demi kepentingan firman-Nya dan kemuliaan nama-Nya!

Mengenal YLSA: Program Digital Learning YLSA: Training Menulis Online

DL

Digital Learning (DL) adalah salah satu fokus pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) pada 2019. Selama 25 tahun, YLSA sebenarnya telah membuat banyak sekali bahan pembelajaran digital yang bertujuan untuk memperlengkapi mereka yang terlibat dalam pelayanan, baik di gereja maupun di persekutuan. Namun, banyak kali, bahan-bahan yang kami sediakan tersebut sekadar dibaca dan tidak memberi dampak yang besar, bahkan kadang dilupakan. Padahal, kerinduan kami adalah bahan-bahan tersebut dapat dipelajari dengan mendalam sehingga memberi pertumbuhan. Oleh karena itu, mulai 2019, YLSA memakai cara yang lebih strategis agar bahan-bahan digital yang disediakan ini bisa dipelajari dengan lebih baik dan menghasilkan digital learning. Sementara itu, kami juga melihat bahwa sarana media sosial masih terus bertahan digandrungi oleh banyak orang. Nah, dengan alasan inilah kami memilih cara belajar menggunakan Grup Facebook karena dalam sehari, mereka selalu akan membuka Facebook dan dengan belajar bersama teman yang lain, semangat belajarnya juga menjadi semakin besar. Berikut ini salah satu contoh kegiatan DL yang sedang berlangsung dalam Grup Facebook Penulis Kristen.

Pada pertengahan Februari 2019, diawali dengan adanya obrolan ringan terkait bagaimana meningkatkan keterampilan menulis di Facebook e-Penulis (@sabdapenulis), banyak anggota mulai menyampaikan ide-ide segar untuk mewujudkan kerinduan ini. Singkat cerita, ada seorang anggota yang mengangkat topik training menulis online. Selama beberapa hari, diskusi ini makin ramai dan meruncing, yang akhirnya menyimpulkan bahwa mereka memang membutuhkan training menulis, yang sedapat mungkin bisa mengakomodasi minat dan bakat mereka nantinya. Beberapa anggota inti dari komunitas ini pun "menggodok" kembali ide ini, dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan modul Penulis Kristen yang Bertanggung Jawab (PKB) sebagai materi diskusi, dengan dilanjutkan praktik menulis dan bedah tulisan.

Modul PKB adalah salah satu modul praktika yang biasanya digunakan untuk kelas Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA). Dan, pada tahun ini, kami mengembangkan jalur belajarnya, yaitu melalui Grup Facebook Penulis Kristen.

Pelaksanaan Diskusi

Diskusi PKB diikuti oleh 29 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan daerah. Dalam pelaksanaannya, kelas ini dimoderatori oleh Santi Titik L., dan berlangsung selama sebulan. Dinamika diskusi cukup baik. Selain para peserta aktif dalam merespons, ada kedekatan relasi yang kami rasakan. Sekalipun para anggota belum pernah berjumpa secara langsung, tetapi ketika berkomunikasi, kami merasa seperti sudah saling kenal dan bertemu sebelumnya. Inilah salah satu sensasi dan hal baik yang ternyata juga bisa kami temukan dalam dunia media sosial.

PKB

Biasanya, kelas PKB dijalankan hanya sebatas pembahasan materi sampai pengumuman kelulusan anggotanya. Namun, kali ini, diskusi PKB dikembangkan lagi hingga ada tahapan praktik menulis dan bedah hasil tulisan peserta. Ini menarik! Setiap peserta yang lulus diskusi diwajibkan membuat tulisan berdasar prinsip-prinsip yang sudah dipelajari dalam kelas PKB. Setelah itu, hasil tulisan peserta akan dibedah dan dikoreksi bersama-sama sesuai dengan kriteria dalam bedah tulisan untuk mendapatkan tulisan yang lebih baik dan tajam.

Sekalipun sudah diusahakan secara maksimal, tetapi tidak semua peserta bisa memenuhi syarat lulus untuk bisa mengikuti tahap selanjutnya. Untuk tahap pertama, hanya 20 peserta yang bisa dikatakan lulus dan berkesempatan untuk mengikuti praktik menulis dan bedah tulisan. Namun, setelah praktik, hanya 10 peserta yang aktif terlibat hingga selesai.

Kolaborasi

Semangat awal dari kegiatan ini adalah kolaborasi dengan anggota-anggota penulis untuk bisa belajar bersama. Dalam kegiatan bedah tulisan, kolaborasi ini benar-benar diwujudkan. Bedah tulisan dilakukan selama seminggu dan ada tiga moderator yang saling bergantian memimpin, yakni Bapak Julius Manullang, Bapak Nicodemus Kaborang, dan Santi Titik L.. Masing-masing memimpin bedah tulisan selama seminggu, dan anggota-anggota yang lain aktif sebagai peserta dan admin (membantu untuk mencolek anggota-anggota yang belum muncul ketika kegiatan berlangsung). Waktu pelaksanaan bedah tulisan pun kita sepakati bersama, yaitu pukul 17.00 -- 22.00 WIB, sesuai dengan pertimbangan para anggota. Meskipun dilakukan pada sore hari sampai malam, ternyata komitmen anggota bisa diandalkan. Bahkan, melebihi pukul 22.00 pun, mereka masih aktif membedah tulisan. Hal ini yang membuat saya menyimpulkan bahwa teman-teman sudah punya rasa memiliki terhadap komunitas ini.

Tindak Lanjut Kegiatan

Setelah semua proses dijalani, setiap peserta akan memperbaiki tulisan mereka masing-masing dan mengirimkannya kembali ke tim e-Penulis. Setiap tulisan akan kami publikasikan di berbagai jalur penulis Kristen, seperti situs PELITAKU (Penulis Literatur Kristen dan Umum), Penulis.Co (Christian Online), e-Artikel (sesuai topik artikel), dan jalur-jalur publikasi lainnya yang relevan dengan tulisan tersebut. Yang lebih menggairahkan lagi, peserta yang lulus mendapatkan sertifikat. Selain itu, muncul kerinduan untuk bisa kopdar (kopi darat) dengan semua peserta PKB. Ada yang mengusulkan supaya kopdar diadakan di Bandung dan ada juga yang "ngikut" -- terserah mau diadakan di mana. Puji Tuhan, acara ulang tahun YLSA yang ke-25 bisa menjadi ajang kopdar jua. Karena itu, beberapa peserta PKB sudah mengiyakan untuk bisa datang ke acara ini supaya bisa kopdar bersama.

Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas pengalaman berharga yang kami dapatkan dari rangkaian kegiatan diskusi PKB ini. Selain anggota bisa belajar bersama, mereka juga bisa saling berelasi dan merasakan indahnya persekutuan untuk saling melayani. Bersyukur untuk kesediaan beberapa anggota dalam mengambil bagian sebagai moderator dan admin dalam kegiatan bedah tulisan ini sehingga mereka bisa mencicipi indahnya belajar secara digital. Mari kita turut doakan supaya semua peserta bisa menjadi penulis Kristen yang bertanggung jawab dan menjadi terang di dunia ini melalui karya-karya mereka.

YLSA dalam Communicative Preaching Conference di Solo

Solo Preaching Conference

Seperti yang sudah kami beritakan di atas, YLSA baru saja meluncurkan tampilan baru situs Khotbah.Co yang menyediakan perlengkapan dan bahan-bahan digital bagi para pengkhotbah. Proyek ini lahir bertepatan dengan kegiatan Communicative Preaching Conference di Solo pada 12 -- 14 Agustus 2019. Kami bersyukur kepada Tuhan karena pembicara seminar ini, Pdt. Benny Solihin, dan panitia memberikan kesempatan kepada YLSA untuk menginformasikan mengenai situs Khotbah.Co kepada 150 peserta seminar, yang sebagian besar adalah pendeta/hamba Tuhan. Berikut ini adalah blog dari salah satu staf YLSA yang diutus untuk mengikuti kegiatan ini. Kiranya menjadi berkat!

Pengalaman yang Berharga -- Communicative Preaching Conference
Oleh: Romauli Br Marpaung

Senang sekali saya bisa kembali menyapa Sahabat SABDA melalui tulisan di Blog SABDA. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman saat mengikuti Communicative Preaching Conference di Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta pada 12 -- 14 Agustus 2019. Selain saya, dari YLSA ada pula Ibu Yulia, Evie, dan Danang. Seminar ini terdiri dari 12 sesi yang semua materinya disampaikan oleh pembicara yang sudah berkecimpung dalam dunia preaching, yaitu Pdt Benny Solihin, M.Th., D.Min..

Pada hari pertama, Pdt. Benny Solihin menjelaskan tentang tujuan dari seminar khotbah komunikatif, standar khotbah yang baik, dasar-dasar pemahaman tentang teknik penyampaian khotbah, tujuan penyampaian khotbah, keberatan teknik penyampaian khotbah, analisis pendengar masa kini, dan khotbah yang komunikatif. Pada hari kedua, beliau menyampaikan tentang teknik pengucapan kalimat dan bahasa tubuh. Dan, pada hari yang ketiga, beliau menjelaskan tentang pembacaan Alkitab, cara bercerita, dan testimoni. Sesi demi sesi dijelaskan oleh beliau dengan jelas dan peserta bersemangat dan sangat antusias mengikutinya. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari para peserta. Saya yakin para peserta, baik hamba-hamba Tuhan maupun pelayan-pelayan gereja, menyadari kelemahan mereka dalam menyampaikan khotbah yang komunikatif, khususnya ketika berkhotbah kepada kaum milenial.

Pembicara berkata, "Seorang pengkhotbah adalah pelayan dari isi khotbahnya tersebut." Jadi, sangat perlu disadari bahwa isi khotbah yang baik harus disampaikan dengan sarana penyampaian yang baik pula. Selain itu, perlu diingat bahwa ketika menyampaikan khotbah, berita khotbah itulah yang harus dilihat/ditangkap dengan jelas oleh jemaat, bukan pembawa beritanya. Jadi, amanat teks yang didapatkan oleh pengkhotbah, yang disimpulkan menjadi amanat khotbah, harus dapat menggugah dan mentransformasi jemaat atau orang yang mendengarkan sehingga mereka mengalami Tuhan melalui firman yang mereka dengar.

Tim SABDA dan Pdt. Benny Solihin

Selama tiga hari itu, saya mendapat banyak berkat dari setiap materi yang disampaikan. Poin-poin yang disampaikan menyadarkan saya bahwa saya harus memiliki kualitas yang baik dari sisi konten khotbah (firman Tuhan) dan dari sisi teknik penyampaian khotbah. Sebelum mengikuti seminar, saya berpikir bahwa berkhotbah itu adalah sebuah tugas yang mudah, tetapi setelah mengikutinya, saya semakin sadar bahwa dibutuhkan disiplin untuk berlatih dan harus terus bergumul dengan teks firman Tuhan. Kesadaran itu mengubah paradigma saya yang salah tentang berkhotbah. Panggilan untuk berkhotbah adalah hal yang mulia. Betapa berdosanya saya jika saya tidak memberikan khotbah yang sesuai dengan standar yang baik (alkitabiah, relevan, komunikatif, kristosentris, dan autentik). Saya juga belajar bahwa salah satu bentuk menyampaikan khotbah adalah dengan bercerita karena Tuhan Yesus sendiri banyak berkhotbah dengan bercerita. Ini menjadi teguran yang keras agar saya lebih disiplin belajar firman Tuhan dan meningkatkan kemampuan saya dalam menyampaikan firman Tuhan. Sebelum Pdt. Benny menutup seminar, beliau berkata, "Seorang pengkhotbah yang dapat mempergunakan bahasa tubuhnya (termasuk suara) dengan baik akan membuat khotbahnya jauh lebih komunikatif."

Pada akhir seminar, Pdt. Benny Solihin mempersilakan Ibu Yulia selaku Ketua Badan Pembina YLSA untuk memberikan informasi mengenai situs Khotbah.Co yang baru di-upgrade oleh tim ITS pada hari itu. Para peserta mendapatkan satu lembar cheat sheet yang berisi daftar bahan untuk mempersiapkan dan menyampaikan khotbah yang dapat diperoleh secara online. Saya bersyukur sekali untuk pertolongan Tuhan karena YLSA bisa berbagi apa yang dimiliki sehingga bahan-bahan yang ada bisa dipakai oleh setiap hamba Tuhan yang datang dalam acara tersebut. Tuhan Yesus hebat! Dia adalah pengatur segala hal yang mendatangkan kebaikan demi kemuliaan-Nya. Amin.

Pengalaman Mengikuti Raker Mini SABDA 2019

Oleh: Abdel

Shalom, perkenalkan nama saya Abdel, staf masa percobaan di YLSA. Rapat kerja (raker) yang diadakan pada 1 -- 2 Juli 2019 ini adalah raker pertama saya di YLSA. Puji Tuhan! Dengan kasih karunia Tuhan, raker telah berjalan dengan lancar. Acara utama raker ini adalah untuk mengevaluasi kerja semester I/2019 dan membahas pelayanan yang akan dilakukan pada semester mendatang. Di luar kebiasaan kerja sehari-hari, setiap pagi, ada sarapan bersama dengan semua staf.

Hari I (Senin, 1 Juli 2019)

Raker Hari I

Hari pertama Raker diawali dengan doa dan renungan oleh Ibu Yulia selaku Ketua Pembina YLSA. Beliau menyampaikan renungan dari Pengkhotbah 11:4. "Siapa mengamati angin tidak akan menabur, dan siapa memandangi awan-awan tidak akan menuai." Melalui renungan tersebut, saya belajar untuk senantiasa bekerja keras serta berani untuk bertindak, alih-alih hanya menantikan pertolongan Tuhan tanpa bertindak. Tuhan akan senantiasa membimbing kita serta menambahkan apa yang kita miliki jika kita senantiasa bekerja keras. Menurut saya, perikop ini memang cocok untuk pembukaan raker YLSA tahun ini karena terdapat beberapa bidang pelayanan di YLSA yang diharapkan berkembang serta berdiri sendiri, seperti gagasan tentang Yayasan Terbuka. Tentu saja, hal itu membutuhkan leap of faith atau keberanian untuk bertindak.

Selanjutnya, acara raker dimulai dengan presentasi koordinator Digital Media -- DM (Audio, Video, Komik), lalu Digital Learning -- DL (PESTA), dan kemudian Digital Resources -- DR (Komunitas dan Penerbitan). Mereka bergantian memberikan laporan kerja dan garis besar rencana kerjanya. Setelah presentasi, semua staf diberi kesempatan untuk bertanya, memberi tanggapan, maupun meminta penjelasan. Saya melihat tidak ada staf yang diam. Semua terlibat aktif memberikan respons.

Sebelum raker hari pertama berakhir, kami mendapat penjelasan mengenai "MEGA Themes". Apa itu? Yang saya pelajari dari penjelasan ini adalah pelayanan YLSA memiliki tema MEGA. Mega sendiri berarti "besar". Itu adalah gambaran yang pas mengenai pelayanan YLSA yang memang "besar" dari segi visi misi, proyek, produk, pengguna, dan sebagainya. Pelayanan yang besar ini memiliki fokus "MEGA", singkatan dari (M)edia First, (E)cosystem and (E)ngagement, (G)raph, dan (A)rtificial Intelligence. Setiap divisi harus saling mendukung untuk mengerjakan fokus tersebut. Tujuan dari fokus kerja YLSA 2019 ini juga disingkat menjadi "MEGA", yaitu (M)ission + (M)inistry, (E)ducational Environment, (G)enerational Growth and Group, dan (A)ugmented and Applied (Aplikasi). Salah satu yang saya pelajari adalah tentang masa depan Alkitab digital serta pelayanan digital yang berorientasi pada Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI ini diharapkan akan membantu orang percaya untuk lebih mendalami Alkitab serta melakukan pelayanan berbasis teknologi secara lebih efektif dan efisien bagi Kerajaan-Nya.

Hari II (Selasa, 2 Juli 2019)

Pada hari kedua, Mbak Evie, Ketua YLSA yang baru, membuka raker dengan membawakan renungan pagi yang diambil dari Bilangan 11:1-30. Perikop ini berbicara tentang keputusasaan Musa menghadapi bangsa Israel yang tidak bersyukur akan berkat Tuhan sehingga membuat Tuhan murka. Dari sini, saya belajar bahwa pemimpin sehebat Musa pun bisa mengalami putus asa karena tanggung jawab besar yang diberikan Allah kepadanya. Namun, Allah dengan kuasa-Nya turut menyertai dan membantu Musa menghadapi semua tantangan. Renungan ini pun sejalan dengan apa yang dipergumulkan YLSA saat ini. Tanggung jawab YLSA untuk terus menjalankan dan mengembangkan pelayanan berbasis media terbesar di Indonesia bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, YLSA akan terus melangkah maju dan berinovasi dengan pertolongan Tuhan.

Raker Hari II

Berikutnya adalah presentasi dari divisi Biblical Computing (BC), yang terdiri dari ITS dan PAS, untuk menyampaikan laporan dan rencana kerja semester II 2019 ini. Selain itu, ada pula laporan dan rencana dari proyek Alkitab Yang Terbuka (AYT). Seperti pada hari pertama, semua staf diharuskan bertanya serta memberikan tanggapan atau saran. Raker berjalan dengan sangat lancar dan aktif. Para staf saling melontarkan ide mereka demi mengembangkan ide-ide, baik untuk divisi-divisi maupun untuk pelayanan yang sudah ada.

Di tengah raker, kami juga mendapat penjelasan mengenai pelayanan digital (Digital Ministry/DM) di YLSA sehubungan dengan "MEGA Themes" yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk mengakomodasi fokus dan tujuan pelayanan YLSA 2019 ini, divisi-divisi di YLSA dirancang untuk mencapai hal itu. Oleh karena itu, bidang kerja YLSA diringkas ke dalam 4 bidang, yaitu Digital Resources (DR), Digital Learning (DL), Digital Media (DM), dan Biblical Computing (BC). Raker hari kedua ini ditutup dengan membagikan mimpi-mimpi kami dalam divisi maupun secara pribadi sehubungan dengan pelayanan di YLSA. Setelah itu, kami berkumpul membentuk lingkaran untuk berdoa serta mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memimpin kami sepanjang pelayanan semester I.

Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari SABDA. Melalui raker ini, saya belajar mengenai visi misi dan hal-hal baru tentang proyek-proyek yang dikerjakan oleh YLSA. Kiranya ini boleh menjadi bekal bagi saya untuk melayani Tuhan di YLSA. Kiranya Tuhan terus mengiringi setiap langkah YLSA beserta stafnya agar kami semua mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh umat Kristen di segala penjuru Indonesia untuk kemuliaan nama Tuhan semata. Amin.

Comments