Mengenal YLSA

Alkitab Pintar -- Perjalanan 23 Tahun Pelayanan YLSA

+TED Alkitab Pintar

Pada 2 Oktober 2017, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) memperingati hari jadinya yang ke-23 tahun dengan mengadakan presentasi dan diskusi +TED Alkitab Pintar, sekaligus meresmikan AYT Center. Dalam +TED kali ini, YLSA memberi seminar kilat tentang perkembangan pelayanan Alkitab digital di Indonesia, khususnya Alkitab Pintar. Acara dibagi ke dalam empat sesi: Alkitab Pintar (Past), Alkitab Pintar (Present), Alkitab Yang Terbuka, dan Alkitab Pintar (Future).

Sesi pertama dibawakan oleh Yohanes Chandra (YoChan) dan Hadi Pramono. YoChan menjelaskan bahwa konsep Pintar yang dimaksud dalam Alkitab Pintar sebenarnya bukanlah hal baru bagi masyarakat Kristen Indonesia pada saat ini. Alkitab Pintar sudah ada sejak 21 tahun yang lalu (tahun 1996, software SABDA v.1). Hadi Pramono melanjutkan dengan membagikan pengalamannya dalam proyek Alkitab Pintar, baik dari sisi teknologi, proyek, magang, dan event.

Pembicara Sesi 2

Pada sesi kedua, acara diisi dengan sepuluh presentasi singkat (@3 menit) yang disampaikan oleh sembilan orang. Kesepuluh presentasi ini adalah proyek-proyek yang sedang dan akan terus dikerjakan Yayasan Lembaga SABDA untuk mendukung terwujudnya Alkitab Pintar bagi masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah sepuluh materi presentasi tersebut.

  1. Alkitab Pintar dalam Platform Mobile (Odysius Bio Temara)
  2. SABDA Bot (Elizabeth Nathania Witanto)
  3. Komunitas Alkitab (Santi Titik Lestari)
  4. Support and Training (Rostika Surya Novantina)
  5. Publikasi PA21 (Abraham Aji)
  6. Media DVD (Danang Dwi Kristiyanto)
  7. Biblical Recommendation System (Agus Setiawan)
  8. Media Alkitab (Hadi Pramono)
  9. Google Home - Bible Man (Jeffrey Lim)
  10. Talk 2 Me Bible (Jeffrey Lim)

Penjelasan tentang Alkitab Yang Terbuka (AYT) menjadi sesi selanjutnya yang disampaikan oleh Ibu Yulia, ketua Yayasan Lembaga SABDA. AYT adalah proyek penerjemahan Alkitab yang dikerjakan YLSA. Dengan prinsip setia, jelas, dan relevan, diharapkan AYT menjadi Alkitab untuk masyarakat Kristen pada abad ke-21 ini. Pada sesi ini, sekaligus juga diresmikan AYT Center.

Sesi terakhir adalah tentang Alkitab Pintar Masa Depan yang dikemas dalam bentuk diskusi panel. Pada kesempatan ini, peserta boleh mengajukan pertanyaan mengenai proyek Alkitab Pintar pada masa depan kepada beberapa pemateri sebelumnya. Diskusi berjalan cukup aktif dengan banyaknya pertanyaan yang masuk.

Berikut ini, kami akan mengajak Anda untuk menyimak ulasan mengenai Alkitab Pintar yang ditulis oleh Jeffrey (Programmer YLSA). Kiranya menolong Anda mendapat gambaran yang lebih jelas lagi mengenai Alkitab Pintar ini.

Jeffrey

Sejak 1994, Tuhan telah membimbing dan memimpin SABDA untuk memulai konsep Alkitab Pintar. Proyek-proyek awal SABDA, seperti digitalisasi teks-teks Alkitab dan bahan-bahan belajar Alkitab (biblika), software SABDA 1-5, multiversi, ITL, SOLR, konkordansi, peta-peta Alkitab, Universal Box, Discovery Box, Commentary, Ekspositori, Alkitab Karaoke, Visual Bible, Integrated Resources, Training & Tutorials, dan sebagainya, semua itu telah menjadi dasar Alkitab Pintar generasi berikutnya.

Pada abad ke-21 ini, Tuhan terus memimpin YLSA untuk melakukan berbagai eksperimen proyek, seperti Google Home, Alexa, BOT, Talk 2 Me Bible/ABBA, Elastic Search, SOLR Lucene, Indexing Technology, Intelligent Search, Sistem Topikal, Biblical Media Management System, Media Bible, Log Analysis, 1001 Tanya Jawab, Bible Form Assistant, Recommendation Engine, dsb.. Meskipun dalam beberapa eksperimen YLSA belum mendapat hasil yang optimal karena keterbatasan waktu dan sumber daya, tetapi paling tidak kami sudah memiliki roadmaps, cetak biru, dan rencana selanjutnya untuk Alkitab Pintar ke depannya. Selain beberapa eksperimen di atas, sejak 5 tahun lalu, Tuhan juga menolong YLSA untuk memulai proyek Alkitab Yang Terbuka (AYT) dan ekosistemnya. Proyek ini dibuat sebagai jawaban atas kebutuhan Alkitab yang jelas, setia, dan relevan untuk abad ke-21.

Alkitab Pintar adalah sebuah konsep dan proyek yang besar, yang jelas memerlukan hikmat Tuhan, pemikiran, tenaga, dan juga kerja keras. Ekosistem Alkitab Pintar yang saat ini dikerjakan YLSA adalah dekstop/software, web, apps, web apps, BOT, Google Home, API, bahan-bahan, komunitas, dan sebagainya. Semua itu YLSA kerjakan selama bertahun-tahun dalam perkenanan Tuhan untuk membangun orang Kristen yang "smart" dalam membaca dan belajar Alkitab sehingga firman Tuhan dapat tertanam di hati dan diaplikasikan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari -- #Ayo_PA!

Kami bersyukur atas anugerah-Nya sejak 23 tahun yang lalu, yang memampukan YLSA dapat membangun prekursor Alkitab Pintar; dan juga bersyukur atas anugerah-Nya saat ini, yang memampukan YLSA untuk terus mengerjakan proyek Alkitab Pintar. Karena itu, kami terus berharap kepada anugerah Allah supaya dapat mengembangkan Alkitab Pintar generasi berikutnya. Mohon dukungan doa dari Pembaca PA21 sekalian agar Tuhan terus menolong dan memberikan hikmat kepada YLSA untuk setia mengerjakan apa yang Allah ingin kami kerjakan. (Jeffrey)

Dua Puluh Tahun Publikasi YLSA

Sungguh hal yang luar biasa kalau pada 2017 ini pelayanan publikasi YLSA memasuki tahun yang ke-20. Ketika teknologi internet mulai dipakai oleh masyarakat luas di Indonesia pada awal tahun 1997, YLSA menangkapnya sebagai kesempatan emas untuk menyebarkan bahan-bahan literatur Kristen secara digital yang dapat membangun iman masyarakat Kristen. Sebagai langkah awal, YLSA membangun sistem Internet -- Komputer Alkitab Network (I-KAN) -- untuk mewujudkan pelayanan literatur digital Kristen pertama di Indonesia. Publikasi e-Renungan Harian (e-RH) dan e-Santapan Harian (e-SH) menjadi dua publikasi pertama yang menggunakan sistem I-KAN ini untuk menyebarkan bahan-bahan renungan Alkitab setiap hari. Puji Tuhan! e-RH dan e-SH masih terus memberkati orang Kristen di seluruh dunia sampai hari ini melalui sistem I-KAN. Sejak itu, YLSA meluncurkan publikasi-publikasi baru lahir hingga sekarang berjumlah 21, yang membahas berbagai bidang pelayanan kekristenan. Pelanggan publikasi YLSA yang saat ini berjumlah kira-kira lebih dari 82.000 dan sebenarnya telah mencapai jumlah yang jauh lebih banyak karena telah silih berganti dengan banyak pelanggan baru. Sejak tahun 1997, jumlah arsip publikasi-publikasi YLSA telah mencapai jumlah yang sangat fantastis dan telah diindeks oleh mesin pencari Google dalam jumlah jutaan halaman. Dari jumlah arsip yang sangat banyak tersebut, semuanya telah menjadi konten untuk produk-produk pelayanan YLSA lainnya, seperti: situs-situs YLSA, aplikasi Android (e-SH, e-RH PSM, Publikasi SABDA), infografis, rekaman audio, PowerPoint, dsb..

Berikut ini adalah deskripsi singkat masing-masing publikasi YLSA yang saat ini kami terbitkan.

1. Berita YLSA

Berita YLSA

Berisi berita aktual perkembangan pelayanan YLSA yang disebarkan untuk para Sahabat dan Pendukung YLSA.

2. Berita PESTA

Berita PESTA

Berisi berita aktual kegiatan dan perkembangan pelayanan Pendidikan Elektronik Studi Teologi Awam (PESTA) Online yang disebarkan untuk para alumni dan simpatisan PESTA.

3. e-BinaAnak

e-BinaAnak

Berisi banyak bahan untuk memperlengkapi guru-guru sekolah minggu dan para pelayan anak agar dapat melayani dengan lebih baik dan kreatif.

4. e-BinaSiswa

e-BinaSiswa

Berisi banyak bahan seputar pelayanan remaja untuk para pembina/pembimbing siswa remaja dan pemuda.

5. e-Wanita

e-Wanita

Berisi banyak bahan tentang wanita dan dunianya untuk memperlengkapi wanita Kristen untuk hidup berkenan di mata Tuhan.

6. e-Konsel

e-Konsel

Berisi bahan pelayanan konseling ditinjau dari sudut pandang Alkitab untuk mendidik jemaat awam mengenal prinsip konseling Kristen yang benar.

7. e-Leadership

e-Leadership

Berisi bahan kepemimpinan Kristen guna mendukung para pelayan dan jemaat Tuhan yang menjadi pemimpin, baik di gereja maupun masyarakat umum.

8. e-Humor

e-Humor

Berisi bahan humor sehat (tidak mengandung muatan politis dan SARA) yang bernuansa Kristen dilengkapi dengan ayat-ayat Alkitab.

9. e-Penulis

e-Penulis

Berisi bahan bermutu seputar visi dan misi pelayanan literatur Kristen dan berbagai informasi untuk meningkatkan keterampilan tulis-menulis.

10. KISAH

KISAH

Berisi bahan kesaksian untuk menjangkau masyarakat luas yang membutuhkan inspirasi dan pengenalan yang benar akan kasih Allah.

11. e-Doa

e-Doa

Berisi bahan yang membahas tentang seluk beluk pelayanan doa sehingga semakin banyak orang Kristen yang rindu menjadi pendoa-pendoa yang benar.

12. Kalender Doa SABDA -- KADOS

KADOS

Berisi kalender Doa SABDA yang menyajikan pokok-pokok doa harian selama sepekan bagi Indonesia.

13. Buletin Doa Open Doors

Open Doors

Berisi pokok-pokok doa dari pelayanan Open Doors untuk berdoa bagi gereja dan orang-orang percaya di seluruh dunia yang berada dalam tekanan dan penganiayaan.

14. 40 Hari Doa

40 Hari Doa

Berisi bahan panduan "40 Hari Doa bagi Bangsa-bangsa" menjelang dan selama ramadan untuk mendorong orang Kristen berdoa bagi bangsa-bangsa di dunia yang belum mengenal Kristus.

15. e-JEMMi

e-JEMMi

Berisi bahan seputar kisah pekerjaan Allah di antara bangsa-bangsa di dunia dan bagaimana memobilisasi jemaat untuk menjadi orang-orang yang bermisi.

16. e-Reformed

e-Reformed

Berisi bahan artikel dan jurnal teologi yang alkitabiah dan Injili untuk mendukung majunya gerakan Reformed (yang Injili) di Indonesia.

17. e-Santapan Harian (e-SH)

e-SH

Berisi bahan saat teduh yang mementingkan penelusuran seluruh isi/pokok Alkitab secara berurutan. Santapan Harian juga menuntun orang Kristen mendalami arti Alkitab dan menemukan relevansinya untuk masa kini.

18. e-Renungan Harian (e-RH)

e-RH

Berisi bahan saat teduh harian yang ditulis oleh penulis-penulis Indonesia dan diterbitkan oleh Yayasan Gloria.

19. Bio-Kristi

Bio-Kristi

Berisi bahan seputar tokoh-tokoh Alkitab dan Kristen dari berbagai bidang kehidupan untuk menginspirasi masyarakat Kristen Indonesia bagaimana melayani dan hidup bagi Tuhan.

20. IT-4-GOD

IT4GOD

Berisi bahan seputar pelayanan dan pemanfaatan teknologi bagi kemuliaan Tuhan, terutama untuk gereja dan jemaat Tuhan agar pelayanan mereka menjadi relevan bagi zamannya.

21. PA21 -- Alkitab dan PA Abad ke-21

PA21

Berisi bahan seputar pendalaman Alkitab dan bagaimana alat-alat teknologi abad 21 dimanfaatkan bagi pembelajaran Alkitab, terutama melalui berbagai media yang tersedia saat ini.

Jika Sahabat dan Pendukung YLSA ingin berlangganan salah satu atau beberapa publikasi YLSA di atas, silakan mengirim email ke ylsa@sabda.org dengan menyebutkan publikasi apa yang Anda ingin berlangganan. Kami akan mendaftarkan Anda untuk menjadi pelanggan secara gratis.

Bagi Anda yang telah menjadi pelanggan publikasi-publikasi YLSA, mohon dukungan doanya agar Tuhan terus melimpahkan berkat dan semakin banyak masyarakat Kristen Indonesia memiliki kebiasaan membaca bahan-bahan kekristenan yang bermutu sehingga mereka dapat semakin dewasa dan menjadi murid Kristus yang produktif. Segala kemuliaan bagi Tuhan!

+TED @SABDA -- Pemuridan Abad 21

TED PEMURIDAN ABAD 21

Tiga tahun terakhir dari masa hidupnya 33 tahun di dunia, Yesus memfokuskan pelayanannya untuk memuridkan 12 murid-Nya supaya mereka bisa melanjutkan tugas pelayanan yang telah dimulai-Nya di bumi. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan perintah untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya. Perintah ini berlaku bagi kita semua sampai hari ini, abad ke-21 ini. Sayangnya, masih banyak orang percaya dan gereja yang tidak melihat perintah ini sebagai panggilan utama orang percaya. Seiring perkembangan zaman, Amanat Agung Tuhan Yesus ini gaungnya semakin hilang dari pendengaran kita. Seorang yang sudah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus dipanggil untuk menjadi murid-Nya supaya mereka pun bisa memuridkan orang lain. Seharusnya, ini menjadi hal yang alami terjadi dalam kehidupan pengikut Kristus sejati.

Melihat krisis pemuridan pada abad ke-21 ini, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) tergerak untuk menggaungkan kembali arti pemuridan dan bagaimana pemuridan dapat dilakukan dengan efektif pada era digital ini. Karena itu, pada 4 Agustus 2017, YLSA mengadakan +TED@SABDA dengan tema “Pemuridan Abad 21″. Sebelum diadakan event ini, YLSA sudah memulai dengan membuat infrastruktur untuk mengampanyekan pemuridan melalui situs Murid21 dan komunitas @pemuridan21 (Facebook, Twitter, dan Instagram). Melalui infrastruktur ini, tubuh Kristus dapat berkolaborasi untuk mencari jawaban atas krisis dan kesempatan yang dikandung dalam pemuridan pada abad ke-21 ini.

Ada tujuh presentasi yang disajikan dalam +TED@SABDA Pemuridan Abad 21, yang materinya bisa didapatkan dalam situs murid21. Berikut ini adalah topik, pembicara, dan ringkasan dari ketujuh presentasi tersebut:

1. Arti Pemuridan Era Digital (Yulia Oeniyati)

Foto: Yulia

Arti pemuridan secara alkitabiah dimulai dari Yesus yang mengundang manusia untuk mengikut Dia, "Follow Me," (Mat. 4:19). Lalu, Ia melanjutkan dengan perintah agar kita juga mengikut teladan-Nya, membuat murid (Mat. 28:19-20). Itulah perintah terakhir yang Ia berikan agar kita semua mengerjakan pemuridan hingga hari ini.

 

2. Hilangnya Seni Pemuridan pada Era Digital (Hudiman Waruwu)

Foto: Iman

Pemuridan sangat penting. Setiap pengikut Yesus Kristus dipanggil menjadi murid dan memuridkan. Namun, pada era digital ini, pemuridan tidak dilaksanakan atau diprioritaskan dalam kehidupan berjemaat dengan berbagai alasan. Padahal, ada kesempatan besar untuk memanfaatkan era digital untuk pelayanan pemuridan yang bisa menjangkau siapa saja dan di mana saja dengan model dan modul yang sesuai kebutuhan konteks saat ini.

 

3. Pemuridan ala Kambium (Novita Andriani)

Foto: Novita

Kambium adalah metode pemuridan berbasis kurikulum yang menggunakan presentasi di kelompok besar untuk pemaparan pengajaran dan sharing di kelompok kecil untuk pelatihan penerapan dan evaluasinya.

 

4. Pemuridan ala U.K. PETRA Surabaya (David Kristian)

Foto: David

Pengalaman pribadi ketika terlibat dalam pemuridan di Universitas Kristen PETRA. Dalam pemuridan, saya mengalami dimuridkan dan memuridkan.

 

5. Kualitas Hidup Murid Menjadi Dasar Pelayanan Digital (Haryo K.A.)

Foto: Haryo

Bahwa pelayanan digital sangat besar potensinya untuk menjangkau banyak orang dan akhirnya bisa memuridkan. Karena itu, pelayan Tuhan harus mau dimuridkan terlebih dahulu supaya dapat menjangkau orang lain. Hal ini penting untuk memperlengkapi hidup seorang murid yang hendak melayani di bidang ini supaya memiliki kuasa dalam pelayanannya.

 

6. Tantangan Era Digital terhadap Pemuridan (Elizabeth Nathania W.)

Foto: Liza

Setiap tantangan selalu menawarkan tersedianya peluang/kesempatan. Teknologi yang berkembang pada era digital juga menawarkan kesempatan yang besar dalam memenuhi Amanat Agung.

 

7. Pemuridan untuk Digital Native (Davida)

Foto: Davida

Pemuridan untuk digital native adalah panggilan bagi murid Kristus pada era digital ini. Digital native tanpa pemuridan alkitabiah adalah ancaman bagi masa depan gereja.

 

Saya dan teman-teman bersyukur karena acara +TED@SABDA ini dihadiri oleh hampir 100 orang. Wow, suatu “sinyal” yang bagus bagi gerakan pemuridan abad 21. Ditambah lagi, separuh dari yang hadir adalah generasi digital native (usia 24 tahun ke bawah). TED PEMURIDAN ABAD 21Sungguh menggembirakan!! Kiranya mereka mendapatkan pemahaman yang benar mengenai makna pemuridan dan bagaimana mereka HARUS melakukannya. Pertanyaan, “Apakah kita sudah menjadi murid?” dan “Bagaimana teknologi yang ada di tangan dapat menolong kita untuk menjalani proses pemuridan dan memuridkan generasi selanjutnya. Saya sendiri belajar banyak dari materi-materi yang sudah disampaikan. Intinya, pemuridan tidak hanya berbicara tentang program, tetapi sesuatu yang hidup dan berlangsung secara alami di sepanjang hidup kita sebagai pengikut Kristus. Pemuridan adalah perintah Allah bagi setiap orang percaya, dan teknologi diciptakan Allah untuk menolong agar pemuridan lebih efektif dijalankan.

Tahun ini, sudah tiga kali SABDA mengadakan +TED@SABDA secara rutin setiap 3 bulan sekali, Penjangkauan yang Kreatif (Januari), Passion for Christ (April), dan Pemuridan Abad 21 (Agustus). Puji Tuhan! Pada Oktober 2017 yang akan datang, dalam rangka ulang tahun YLSA yang ke-23, SABDA akan mengadakan Seminar “Alkitab Pintar (Alkitab yang Terbuka)”. Nantikan informasi selanjutnya, dan saya mengundang Pembaca Blog SABDA untuk mendoakan serta hadir dalam acara tersebut. Terima kasih.

Highlight Pelayanan SABDA dalam Semester II/2017

Dari hasil Rapat Kerja (Raker) tengah tahun YLSA pada Juni 2017, setiap tim telah menyusun rencana kerja untuk semester berikutnya. Berikut ini adalah highlight pelayanan YLSA semester II/2017. Kiranya menjadi informasi yang bermanfaat bagi Sahabat dan Pendukung YLSA.

Divisi ITS

Logo Alkitab Pintar

  1. Proyek Alkitab Pintar (Alkitab SABDA Next Generation)
    • Pembangunan infrastruktur.
    • Pemrosesan data (indexing, data topikal, dsb.).
    • Pengembangan intelligent search (parsing) Alkitab.
    • Pengembangan situs AYT.
  2. Proyek Media Alkitab.
    1. Media Alkitab dalam DVD.
    2. Halaman Media dalam situs Alkitab SABDA.
  3. Pengembangan aplikasi-aplikasi SABDA berbasis iOS dengan SAB.

Tim Proyek Alkitab SABDA (PAS)

Proyek Alkitab SABDA (PAS)

  1. Editing AYT PL Tahap 5 dan PB Tahap 9.
  2. Penyusunan dan pencetakan kartu Program Anda Punya Waktu Perjanjian Lama.
  3. Penyelenggaraan +TED @SABDA untuk Biblika.
  4. Roadshow #Ayo_PA! dan Pelatihan Software SABDA di Indonesia dan luar negeri.

Tim Penjangkauan

  1. Program ulang tahun SABDA Space ke-10.
  2. Video klip e-Leadership.
  3. Swipeable carousel (Instagram) bahan-bahan konseling.
  4. Bahan multimedia: PowerPoint bahan Biografi Tokoh Kristen/Wanita.

Tim Pembinaan

  1. Edisi Khusus e-Reformed (Oktober) memperingati 500 tahun reformasi gereja.
  2. Diskusi FB Grup e-Reformed (Oktober/November).
  3. Membuat bahan-bahan Natal untuk jalur multimedia: quotes gambar, Infografis, Audio artikel Natal, GIF, dan Video.

Tim Pendidikan Kristen

e-Learning PESTA

  1. Penyelenggaraan +TED @SABDA Pemuridan Abad 21.
  2. Kelas-kelas PESTA dengan situs Moodle (kelas DIK).
  3. Roadshow mini tim PK "Digital Learning dengan DVD SABDA" di gereja/STT di Solo.

Tim Aplikasi Teknologi (ApTek)

  1. Penerbitan Publikasi IT-4-GOD secara rutin dan tepat waktu.
  2. Pengembangan komunitas Apps4God melalui diskusi-diskusi dalam media sosial.
  3. Bahan-bahan multimedia seputar IT-4-GOD: PPT, Video, dan Infografis.

Tim Multimedia

Format dan Jalur Baru Multimedia

  1. Pemetaan bahan-bahan media untuk sentralisasi data.
  2. Video-video dokumentasi seminar dan roadshow YLSA.
  3. Format dan jalur baru bahan-bahan multimedia (swipeable carousel (Instagram), quote gif, Pinterest).
  4. Pengembangan komunitas SABDA Multimedia.

Mohon dukungan dari Sahabat dan Pendukung YLSA semuanya agar rencana-rencana di atas dapat dikerjakan dengan baik. Kiranya Tuhan memimpin kami untuk bekerja sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Melihat banyaknya pekerjaan, doakan agar Tuhan mengirim pekerja-pekerja-Nya yang baru ke ladang pelayanan digital YLSA. Terima kasih.

YLSA dan Pelayanan Misi

Salah satu semangat pelayanan YLSA adalah pelayanan misi. Kami percaya bahwa pelayanan misi adalah hati Allah. Pelayanan YLSA juga ada karena kerinduan yang besar akan pelayanan misi pada era digital ini. Namun, dalam pelaksanaan pelayanan misi, YLSA juga tidak bergerak sendiri. Kami membuka kesempatan yang selebar-lebarnya untuk bekerja sama dengan yayasan lain asalkan punya semangat dan visi yang sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Dalam tulisan berikut ini, kita akan melihat bagaimana pengalaman YLSA dan staf yang terlibat dalam pelayanan misi dengan organisasi lain dalam bentuk penerjemahan buku misi dan seminar-seminar.

Pengalaman Mengikuti Seminar Gereja Misi Dunia
Oleh: Odysius

Yulia sedang cari you. Saya pikir, dia punya sesuatu yang pasti you akan suka.

Buku Gereja Misi Dunia

Mendengar pernyataan tersebut, saya langsung bergegas menemui Ibu Yulia untuk menanyakannya. Ternyata, benar saja, beliau menawarkan sebuah kesempatan yang bagi saya tidak ternilai harganya: menjadi salah satu penerjemah dalam acara seminar misi di Yogyakarta. Itu sama sekali di luar dugaan saya; tentu saja ini kesempatan yang tidak akan saya lewatkan! Tanpa berpikir panjang, saya pun langsung menerima tawaran tersebut. Dan, sebagai persiapan untuk itu, beliau memberikan saya softcopy dari buku World Mission Church (Gereja Misi Dunia) yang pengarangnya akan menjadi salah satu pembicara utama dalam seminar misi tersebut.

Demikianlah secuplik adegan yang menjadi prolog dari seluruh rangkaian episode yang akan saya tulis kali ini, yaitu tentang pengalaman saya mengikuti seminar misi di Yogyakarta pada 9 — 10 Maret 2017 silam. Seminar misi ini sebenarnya bukanlah acara tersendiri, melainkan bagian dari acara rapat tahunan sinode Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI), yang diselenggarakan pada tanggal 8 — 10 Maret 2017 di Villa Taman Eden 2 Kaliurang, Yogyakarta. Tim SABDA yang berangkat ke sana hanya Bu Yulia dan saya.

Singkat cerita, hari yang ditunggu pun tiba. Kami berangkat dari Solo sekitar pukul 08.30 dengan bus dan mampir ke Klaten untuk mengambil cetakan buku terjemahan Gereja Misi Dunia untuk dibagikan kepada peserta. Kami tiba di tempat acara, di Villa Taman Eden 2, sekitar hampir pukul 12.00. Setibanya di sana, kami disambut oleh empat orang yang tampaknya sudah menantikan kedatangan kami. Mereka adalah Pak Paul Jenks dan istrinya, Ibu Lois Jenks, dari AMG International, dan Ps. David Anderson, pengarang buku World Missions Church yang sudah saya singgung sebelumnya, dan rekannya, Pak Wick Jackson, dari Envoy International. Dua orang yang disebutkan terakhir adalah para pembicara yang akan menyampaikan materi dalam seminar misi nanti.

Setelah berkenalan dan berbincang sejenak dengan keempat orang ini, Bu Yulia dan saya lantas menyiapkan booth dan menata berbagai bahan untuk para peserta — seperti berbagai CD audio Alkitab, DVD Library Anak, traktat pelayanan anak, dll.. Namun, sebelum saya lanjutkan, ada kejadian menarik yang ingin saya ceritakan terlebih dahulu.

Sekitar satu jam sebelum berangkat ke Yogyakarta pagi itu, Pak Paul Jenks menghubungi Ibu Yulia, menginformasikan bahwa ada workbook untuk peserta seminar yang masih perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Akibatnya, pagi itu kami mencoba menerjemahkan sebanyak mungkin isi workbook tersebut sebelum berangkat. Bahkan, dalam perjalanan bus ke Yogyakarta, Ibu Yulia sibuk mengetik dengan laptopnya dan saya dengan ponsel saya, untuk mengerjakan sebanyak yang kami bisa. Namun, karena workbook itu cukup banyak halamannya, maka tidak bisa cepat diselesaikan, bahkan sampai malam kami masih harus bekerja keras sambil menjaga booth dan menjelaskan tentang produk-produk SABDA saat ada yang berkunjung ke booth. Ada juga yang minta diinstalkan aplikasi-aplikasi Android ke ponsel mereka. Sementara itu, Ibu Yulia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruang pertemuan, mengikuti seminar, dan menerjemahkan beberapa sesi untuk para pembicara. Itulah hari pertama ....

[Selengkapnya: Pengalaman Mengikuti Seminar "Gereja Misi Dunia"]

*) Sahabat dan Pendukung YLSA dapat mengakses bahan-bahan pelayanan misi dari YLSA melalui situs e-MISI.

Perayaan Paskah YLSA dan +TED @SABDA Tim Pembinaan: Passion for The Christ

TED April 2017

Ada yang berbeda dari acara Paskah YLSA tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya acara Paskah YLSA hanya dirayakan oleh staf YLSA beserta tamu undangan saja, tahun ini acara Paskah YLSA dirangkai bersama dengan acara +TED @SABDA untuk dirayakan bersama-sama mitra dan Sahabat YLSA. Mengangkat tema Passion for The Christ, tim Pembinaan yang menjadi penyelenggara acara berharap peserta yang hadir akan semakin bergairah mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama dengan waktu, tenaga, pemikiran, dan talenta yang mereka miliki. Kristus sudah mati bagi kita, mari kita hidup bagi Dia.

Acara berlangsung sedikit terlambat sore itu karena hujan yang turun semenjak pukul setengah empat sore. Peserta yang tadinya diperkirakan akan hadir sekitar 50 orang menyusut menjadi sekitar 40 orang, khususnya peserta dari luar kota. Acara dimulai pada pukul 17.15. Tim Pembinaan yang diwakili oleh saya sebagai Koordinator membuka acara dengan sambutan dan perkenalan panitia, MC, dan moderator, lalu disambung dengan pemutaran video profil tim Pembinaan. Acara yang dipandu oleh MC, yaitu Ayub, memulai dengan pujian dan doa pembukaan. Sesudah itu, moderator pertama, Tika, memulai +TED sesi satu dengan pemutaran video kesaksian Jim Caviezel, aktor utama dalam film Passion of The Christ. Walaupun saya sudah pernah menonton video ini sebelumnya, saya tidak pernah menjadi bosan karena video ini sangat memberi dorongan untuk saya semakin menghargai dan memaknai karya pengorbanan Kristus yang begitu berharga.

Sesudah menyaksikan video, acara dilanjutkan dengan mendengar presentasi dari dr. Yudhie Chandra yang membawakan materi Sisi Medis Penyaliban Tuhan Yesus serta presentasi kedua dari Pdt. Andi Halim mengenai Teologi Reformed. Setelah tanya jawab dengan kedua presenter dan penyerahan kenang-kenangan dari panitia, acara kemudian beralih pada ibadah Paskah, yang diisi dengan pujian, renungan, dan doa Paskah. Renungan Paskah yang berjudul sama dengan tema acara, Passion for The Christ, dibawakan oleh Wahyu Kriscahyanto. Beliau adalah sahabat YLSA yang juga mengambil bagian sebagai panitia sie acara pada +TED@SABDA ini dan pernah mengisi acara +TED Oktober 2016. Sesudah ibadah Paskah selesai, kami rehat sejenak untuk makan malam bersama.

Peserta TED April 2017

+TED sesi dua, yang dimoderatori oleh Odysius, lebih banyak membahas tentang materi pembinaan sebagai wujud aplikasi dari panggilan Allah bagi orang-orang percaya. Bapak Arie Saptaji, seorang penulis Kristen dari Yogyakarta, tampil untuk membawakan presentasi yang berjudul Proses Kreatif Menulis Renungan. Sesudah itu, Ibu Yulia, ketua YLSA, mempresentasikan materi Misi pada Era Digital. Presentasi ditutup dengan materi Pemuridan abad 21 yang dibawakan oleh Santi, koordinator tim Penjangkauan. Setelah acara tanya jawab dan pemberian kenang-kenangan dari panitia, acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama dengan seluruh peserta.

Ada banyak pembelajaran yang saya dapatkan melalui acara Paskah dan +TED @SABDA kali ini. Pertama, saya jadi banyak tahu tentang seluk beluk mengatur acara setelah terlibat dalam sie acara. Kedua, saya belajar banyak dari sisi membuat strategi dan perencanaan untuk melangsungkan acara, dimulai dari menentukan tema acara, menentukan kepanitiaan, menentukan tugas-tugas untuk kepanitiaan, menghubungi pembicara, membuat konsep video, brosur, dan rundown acara, dengan memperhatikan detail-detailnya, dan juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang ada. Yang ketiga, saya mendapat berkat melalui materi-materi yang disampaikan oleh para pembicara, yang memberikan wawasan serta pertanyaan bahkan pergumulan baru di benak saya. Di atas semua itu, saya sungguh bersyukur untuk acara perayaan Paskah dan +TED @SABDA yang sudah terselenggara. Kiranya acara +TED yang menjadi media membagikan ide-ide kristiani bagi pelebaran Kerajaan Allah ini akan terus menjadi berkat bagi banyak orang, dan menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan Kerajaan Allah.

Sampai jumpa dalam +TED @SABDA pada 28 Juli 2017. Solus Christus!

Roadshow SABDA ke Lampung

Sabtu pagi. Pada 11 — 13 Maret 2017, saya dan Ibu Yulia berangkat ke Lampung dalam rangka roadshow SABDA di Gereja Kristen Tritunggal (GKT), Bandar Lampung. Kami berangkat pada Sabtu pagi (11 Maret 2017). Ketika tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung, kami dijemput oleh Boksu (panggilan Pendeta Gembala di GKT) Putut, Pak Candra (majelis di bidang misi), dan Pak Rudi (hamba Tuhan di GKT). Ini kali pertama saya pergi ke Lampung. Kesan saya, kota ini seperti Solo, tetapi lebih besar dan lebih ramai. Di Lampung juga sudah mulai macet meski tidak seperti Jakarta ....

.... Sabtu malam. Seminar dimulai pukul 18.30 dengan tema “Belajar Firman Tuhan pada Era Digital”. Total peserta malam itu sekitar 60 orang. Kebanyakan yang hadir adalah “generasi X”, tidak sebanding dengan peserta “generasi Z”. Namun demikian, mereka semua antusias sekali mendengar seminar ini dan pada sesi tanya jawab mereka juga aktif bertanya. Sebelum dan sesudah acara, saya membantu beberapa peserta menginstal aplikasi-aplikasi SABDA di HP peserta, khususnya yang akan dipakai untuk pelatihan besok. Aplikasi tersebut adalah Alkitab, Tafsiran, Alkitab PEDIA, Kamus Alkitab, dan Peta Alkitab. Kalau memori HP-nya masih cukup, saya tambahkan aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC) ....

.... Minggu pagi. Sebelum kebaktian mulai, saya sempat berbincang dengan pembina remaja mengenai keadaan remaja di gereja itu. Dia mengatakan bahwa remaja di situ masih perlu dibimbing supaya dapat menggunakan gadget/gawainya dengan bijaksana, apalagi saat ibadah di gereja. Hanya karena pertolongan Tuhan, saya dimampukan untuk berbicara di hadapan lebih dari 100 remaja. Saya berbagi kesaksian tentang mengapa saya melayani Tuhan dan tentang IT 4 God. Kita dapat melayani Tuhan melalui talenta kita masing-masing dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melayani Tuhan. Pada akhir sharing, saya mengajak mereka untuk hadir dalam Pelatihan PA menggunakan Gadget.

Pelayanan #Ayo_PA! Lampung

Minggu siang. Saya dan Bu Yulia mempersiapkan booth dan alat-alat yang akan digunakan untuk pelatihan #Ayo_PA!. Bu Yulia membagi peserta menjadi 2 kelompok, kelompok yang disebut high-tech, yang terdiri dari peserta remaja dan pemuda, dan kelompok low-tech, yang terdiri dari orang tua yang tidak terlalu mengikuti perkembangan teknologi. Pembagian kelompok ini menambah semangat peserta karena di tengah pelatihan Bu Yulia mengadakan games kecil, yaitu siapa yang paling cepat bisa mempraktikkan tutorial yang telah diajarkan. Kedua kelompok ini sama-sama bersemangat mempraktikkan apa yang telah disimulasikan di depan. Pada akhir pelatihan, kami tidak lupa berfoto bersama dan ada dua peserta yang bersedia memberikan testimoninya.

Senin pagi. Pada 13 Maret 2017, kami bersiap untuk pelatihan selanjutnya, yaitu Pelatihan Software SABDA untuk para hamba Tuhan. Ternyata, gereja ini memiliki acara rutin setiap 2 bulan sekali, yaitu Seminar Misi Sehari (SMS) yang dihadiri pendeta-pendeta dari berbagai gereja. Kali ini, acara diisi dengan pelatihan dari SABDA. Para pendeta yang datang ternyata bukan dari Bandar Lampung saja, ada juga yang harus menempuh perjalanan 6 — 7 jam. Tidak sedikit dari mereka yang rela berangkat pukul 1 pagi untuk sampai di gereja tepat waktu. Sungguh luar biasa semangat mereka. Sebelum pelatihan dimulai, saya dibantu Laura dan Pak Wit menginstalkan software SABDA di laptop mereka. Ada beberapa peserta yang tidak memiliki laptop, tetapi jika ada HP, kami tawarkan untuk diinstal aplikasi SABDA di HP-nya.

Pelayanan Software SABDA Lampung

Respons peserta yang mengikuti pelatihan ini sangat baik. Sembari mendengarkan tutorial penggunaan software SABDA di layar LCD, mereka juga mencoba di laptop masing-masing. Saat ada kesulitan, peserta yang sudah bisa mengajari peserta yang belum bisa. Pada akhir acara, saya sempat merekam 2 testimoni dari peserta, yaitu Pak Soni dan Pak Purwanto. Secara keseluruhan, mereka senang bisa mempelajari software SABDA. Mereka bisa menggali firman Tuhan lebih dalam dengan banyak bahan yang ada di dalamnya. Karena tidak semua peserta membawa laptop, Bu Yulia memutuskan untuk memberi pelatihan #Ayo_PA! menggunakan gadget.

Senin sore dan malam. Selesai pelatihan, kami diajak ke Pantai Sari Ringgung oleh Muse Asmini (hamba Tuhan GKT). Perjalanan sekitar 1 jam dari kota. Airnya masih jernih dan pemandangannya menyejukkan hati. Sepulang dari pantai, saya dan Bu Yulia diajak oleh istri Boksu Putut ke rumah Pak Andi. Pak Andi adalah jemaat GKA dan ketua yayasan sekolah Trinitas milik GKT. Dalam pertemuan sebelumnya, Pak Andi mengatakan bahwa ia tergerak memberi dua unit gitar kepada SABDA. Malam itu, kami ke rumahnya untuk mengambil gitar tersebut karena besoknya pagi-pagi kami akan pulang ke Solo ....

.... Saya bersyukur bisa mengikuti roadshow ini. Bertemu dengan orang-orang baru, suasana baru, dan lingkungan yang baru. Satu hal yang sangat menonjol adalah rasa kekeluargaan, kehangatan, dan keramahan dari para hamba Tuhan, majelis, dan jemaat di GKT Bandar Lampung. Bersyukur dapat membangun relasi baru untuk sama-sama melayani Tuhan. Saya berdoa untuk gereja ini dan orang-orang yang sudah mengikuti pelatihan ini semoga dapat menularkan semangat #Ayo_PA! dimulai dari diri sendiri. Kiranya melalui pelayanan ini, nama Tuhan dimuliakan. Soli Deo Gloria!

[Selengkapnya: Roadshow SABDA di Lampung]

Pelayanan Digital Tim SABDA di Pulau Dewata

Pelayanan Digital Tim SABDA di Pulau Dewata (Gereja)

Pada 24–28 Februari 2017, tim SABDA berkesempatan melakukan roadshow pelayanan digital di Pulau Dewata, Bali. Selain di beberapa gereja (GKA Zion, GBI Rock Lembah Pujian, GKY Kuta Bali, dan GPI Adonai), tim SABDA juga melakukan pelayanan di beberapa STT (STT Johanes Calvin, STT Kingdom, dan STTII Denpasar). Materi-materi yang diberikan dalam pelayanan ini adalah:

  1. Pelatihan #Ayo_PA! (PA dengan Gadget).
  2. Pelatihan Software SABDA.
  3. Presentasi bahan audio SABDA untuk lansia.
  4. Presentasi DVD Library SABDA Anak untuk guru sekolah minggu.

Pelayanan Digital Tim SABDA di Pulau Dewata (STT)

Secara umum, respons para peserta yang menerima pelatihan sangat baik. Mereka mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan serius dan bersemangat. Banyak dari mereka senang karena mendapatkan pengetahuan baru bagaimana mendalami Alkitab dengan bantuan teknologi. Bahan-bahan SABDA banyak diminati dan dibawa pulang oleh para peserta. Tim SABDA berharap, dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat semakin mudah dan semakin dalam melakukan penggalian Alkitab karena alat-alat yang disediakan Yayasan Lembaga SABDA. Semoga para peserta juga antusias membagikan apa yang telah mereka pelajari kepada rekan-rekan mereka yang lain. (Aji)

Baca juga:

Sumber: Publikasi IT-4-GOD

Mengenal YLSA: +TED @SABDA Tim Penjangkauan
Oleh: Rostika

Sesuai dengan kesepakatan rapat internal Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), diputuskan +TED @SABDA 2017 akan dilaksanakan setiap kuartal sekali, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober. +TED SABDA perdana tahun ini kami adakan pada tanggal 20 Januari 2017. Sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, penyelenggaraan +TED @SABDA tahun 2017 ditangani oleh tim-tim pelayanan YLSA. Salah satu tujuannya adalah supaya materi +TED bisa lebih fokus sesuai dengan bidang-bidang pelayanan YLSA.

image: +TED Penjangkauan

Tim Penjangkauan terpilih untuk menjadi pelaksana penyelenggaraan +TED @SABDA pertama tahun 2017. Tim Penjangkauan, yang diwakili oleh bidang Penulis, Konseling, Wanita, Kepemimpinan, Kesaksian, Humor, dan Biografi Tokoh Kristen, memiliki fokus untuk memberitakan Kebenaran firman Tuhan melalui tujuh bidang pelayanan umum tersebut. Karena itu, +TED @SABDA tim Penjangkauan ini diisi oleh enam pembicara dengan materi-materi bidang penjangkauan.

Presentasi sesi satu disampaikan oleh tiga pembicara, yaitu: Odysius Bio Temara yang berbicara tentang Menjangkau dengan Tulisan, Abraham Aji tentang Menjangkau dengan Audio, dan Debora Istiawati tentang Menjangkau dengan Pelayanan Pemulihan. Sebelum masuk ke sesi kedua, peserta diajak menikmati makan malam yang telah disediakan dan juga berdoa untuk salah satu staf YLSA, Hadi Pramono, yang berulang tahun tepat pada hari itu.

Presentasi sesi dua juga diisi oleh tiga pembicara, yaitu: Hariyono Wongsohadi tentang Menjangkau dengan Multimedia, Dwi Erni Nugrohowati tentang Kesaksian Pengacara Kristen, dan terakhir Jokanan Unus Prayitna tentang Menjangkau dengan Tarian. Karena sebelum acara dimulai para pembicara sudah mendapat pengarahan terlebih dahulu, tentang tata cara +TED (waktu presentasi, urutan pembicara, penyampaian pertanyaan, dan lain-lain), maka semua presentasi berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya, termasuk acara tanya jawab dari peserta, semua berlangsung dengan baik.

Salah satu materi yang sangat berkesan bagi saya adalah kesaksian dari Ibu Erni. Beliau memaparkan tentang lika-liku kehidupan seorang pengacara Kristen dalam menegakkan serta mengajarkan arti kebenaran firman Tuhan kepada para kliennya. Namun, secara pribadi, saya merasa puas dengan semua presentasi yang disampaikan oleh keenam pembicara. Melalui profesi sebagai penerjemah, konselor, praktisi multimedia, pengacara, juga seniman, Tuhan bisa pakai untuk melebarkan Kerajaan-Nya.

Puji Tuhan! Acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu berakhir dengan baik. Berdasarkan form evaluasi yang terkumpul, para peserta merasa terberkati dan ingin kembali hadir di acara +TED @SABDA selanjutnya. Bahkan, ada beberapa peserta yang mengusulkan nama-nama untuk diundang sebagai peserta atau diundang sebagai pembicara di +TED @SABDA berikutnya, yaitu pada bulan April oleh Tim Pembinaan YLSA. Saya sangat diberkati. Karena itu, saya berharap orang lain juga diberkati.

Highlight Rencana Kerja YLSA Kuartal I Tahun 2017

Dari hasil Rapat Kerja (Raker) awal Desember 2017, kami masih merasa perlu untuk melakukan pemantapan kerja. Karena itu, pada tgl. 5 Januari 2017, seluruh staf YLSA melakukan rapat setengah hari khusus untuk mempresentasikan penekanan (highlight) pelayanan YLSA kuartal I/2017 untuk masing-masing tim pelayanan. Berikut adalah highlight pelayanan YLSA Kuartal I/2017.

Divisi ITS

image:

  1. Software SABDA:

    - Menyelesaikan core.
    - Menambah modul-modul baru.
    - Melakukan testing dan training internal.
    - Rilis dan promosi situs SABDA.net.

  2. SABDA Bot:

    - Menyelesaikan perbaikan tampilan dan teknis.
    - Rilis dan promosi.

  3. Instant View (Telegram) dan Instant Articles (Facebook):

    - Melakukan testing dan formatting.
    - Rilis dan promosi.

  4. Datasets Media Alkitab:

    - Menyelesaikan datasets video untuk seluruh PL dan PB.
    - Membuat akun YouTube untuk media distribusi.

  5. image:

    Mobile:

    - Memanfaatkan fitur multiversi di SAB.
    - Update audio untuk app Alkitab PEDIA dan ROC (Renungan Oswald Chambers).
    - Update app Alkitab Karaoke.

  6. Situs:

    - Rilis dan promosi situs SABDAaudio.
    - Prototype app publikasi dari situs-situs publikasi yang menggunakan Drupal.

  7. AYT:

    - Update data untuk pengerjaan Alkitab Interlinear.

  8. Proses Teks:

    - Alkitab suku: 10.
    - Non-Alkitab: Matthew Henry Commentary (MHC), Modul PESTA, Tafsiran Utley.

  9. Infrastruktur:

    - Upgrade perangkat keras.
    - Backup data.

Tim Proyek Alkitab SABDA

image:

  1. Menerbitkan publikasi PA21.
  2. Editing AYT PB dan PL.
  3. Update konten tiga situs #Ayo_PA!
  4. Multimedia PAS: Paskah.
  5. Menerjemahkan subtitle "The Bible Project".

Tim ApTek (Aplikasi Teknologi)

image:

  1. Menerbitkan publikasi IT-4-God.
  2. Membuat materi-materi baru untuk roadshow
  3. Roadshow Apps4God (1).
  4. Rilis dan promosi situs Apps4God.

Tim Penjangkauan

  1. +TED @SABDA, 20 Januari 2017.
  2. Diskusi online via Grup Facebook (Bio-Kristi, e-Konsel, dan Klub e-Buku SABDA).
  3. Membuat slide Power Point, video, infografis, dan GIF untuk bahan-bahan e-Konsel dan Bio-Kristi.
  4. Membuat template publikasi tim Penjangkauan untuk jalur FB Articles.

Tim Pembinaan

image:

  1. Menerbitkan publikasi OpenDoors versi HTML.
  2. Melaksanakan program-program pelayanan Paskah.
  3. Diskusi online via Grup Facebook e-Doa dan e-JEMMi.
  4. Membuat template publikasi tim Pembinaan untuk jalur FB Articles.

Tim Pendidikan Kristen

image:

  1. Penggunaan Moodle untuk kelas PESTA 2017.
  2. Membuka kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen, Doktrin Alkitab, Doktrin Roh Kudus, dan Paskah.
  3. Diskusi online e-BinaSiswa dan e-BinaAnak Grup Facebook.
  4. Membuat dan membagikan audio cerita Paskah.
  5. Membuat template publikasi tim Pendidikan Kristen untuk jalur FB Articles.

Mohon dukungan doa dari Sahabat/Pendukung YLSA agar setiap rencana kerja yang sudah dimantapkan ini berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan, Sang Pemilik Ladang. Melihat banyaknya pekerjaan, doakan agar Tuhan mengirim pekerja-pekerja-Nya di ladang pelayanan digital YLSA.

Rapat Kerja YLSA 2016: Penyertaan dan Pemeliharaan Tuhan bagi SABDA

Oleh: Danang Dwi Kristiyanto

gambar: Rapat Kerja YLSA

Saya sudah lama mengenal pelayanan SABDA, bahkan sudah menggunakan software SABDA sejak versi 2.0, yang termasuk software pertama yang saya kenal sebagai pengganti Alkitab versi cetak. Software tersebut mempercepat melakukan PA karena ada fitur pencari, kamus, dsb.. Akhir November 2016, saya bergabung menjadi staf SABDA di bagian IT dan saya melihat cukup banyak program kerja yang dilakukan, di antaranya digitalisasi buku-buku, pemeliharaan beragam situs, proyek penerjemahan Alkitab Yang Terbuka (AYT), pengembangan aplikasi-aplikasi studi Alkitab untuk HP, pengelolaan puluhan media sosial, dan lain-lain. Semua hal itu saya ketahui ketika untuk pertama kalinya saya mengikuti rapat kerja YLSA pada 2 -- 3 Desember 2016. Dalam setiap laporan tim, saya melihat sistem kerja yang bagus dan terukur untuk memelihara proyek-proyek tersebut. Cukup menarik melihat perkembangan SABDA sampai sejauh ini.

SABDA sudah melayani selama 22 tahun, berarti dimulai sebelum masa internet menjadi konsumsi publik secara luas. Sejak awal, SABDA sudah melihat tren masa depan, yaitu umat manusia akan semakin aktif di dunia maya. Penggunaan komputer dan gawai semakin dominan. Ke mana-mana orang membawa gawai untuk melakukan akses ke jaringan internet. Karena hidup manusia tidak bisa lepas dari gawai, maka Sabda Tuhan harus dibawa ke dunia digital supaya generasi digital terus bisa mendengar suara-Nya yang berseru-seru, memanggil manusia untuk bertobat, dan mengenal Tuhan yang sejati itu. Itulah panggilan Tuhan bagi tim SABDA.

gambar: Staf SABDA

Untuk ini, diperlukan orang-orang yang berdedikasi untuk melakukan panggilan Tuhan ini. Dan, Tuhan banyak mengirim pelayan-pelayan-Nya ke SABDA. Tuhan yang memanggil, Tuhan juga yang akan memperlengkapi, itu salah satu prinsip kebenaran yang diterapkan SABDA. Dalam rapat kerja yang saya ikuti, selain pencapaian yang sudah diraih, saya juga melihat tantangan dan persoalan yang dihadapi. Salah satu hal yang menjadi pergumulan SABDA dari sisi SDM ialah intensitas pergantian staf yang tinggi sehingga menimbulkan kesulitan dalam menetapkan orang untuk proyek-proyek jangka panjang. Untuk itulah, perlunya komitmen kerja dua tahun untuk menjadi staf penuh waktu di SABDA. Saya turut bersyukur karena di tengah-tengah kondisi yang mungkin kurang mendukung tersebut, proyek-proyek SABDA bisa dijalankan dengan baik.

Rapat kerja menjadi agenda tahunan untuk melakukan evaluasi kerja dan perbaikan dari kegagalan sebelumnya. Ada banyak hal yang dievaluasi, secara umum trennya adalah positif. Makin banyak orang memanfaatkan produk-produk SABDA untuk belajar Alkitab. Orang mudah mengakses beragam versi kitab suci, beragam bahasa, beserta semua bahan lain untuk belajar Alkitab, seperti kamus, ensiklopedia, ilustrasi, bahan-bahan renungan, dan peta. Di samping itu, telah dibuat juga beragam kelompok diskusi di media sosial yang menarik banyak orang untuk aktif terlibat. Jadi, ketika budaya manusia berpindah ke digital, ada banyak orang yang terjangkau supaya mengenal Sabda Tuhan. Hal ini adalah tren pelayanan yang perlu diperhatikan, pelayanan-pelayanan yang tidak mau beradaptasi berkaitan dengan metode akan kesulitan menjalankan visi Amanat Agung. Ada juga komunitas-komunitas digital lain selain SABDA yang juga menangkap visi yang sama. Ada beragam perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan supaya orang mudah belajar Sabda Tuhan, demikian pula banyak usaha dari SABDA yang masih berlangsung untuk melakukan digitalisasi buku-buku, kitab-kitab, dan bahan-bahan lain sehingga dengan mudah diakses semua orang dan dibagikan secara gratis. Apa yang diterima dari Tuhan, dibagikan secara terbuka supaya orang tidak kesulitan memperolehnya, ini visi yang surgawi. Sebab, orang-orang miskin pun harus bisa memperoleh kebenaran. Bagi orang miskin, memiliki akses kepada gawai pun merupakan sesuatu yang luar biasa, dan akan menjadi persoalan besar apabila mereka masih harus membayar untuk belajar Alkitab.

Raker SABDA ini bisa menjadi cara Tuhan menyatakan pemeliharaan dan penyertaan-Nya dalam pelayanan SABDA. Tuhan tidak meninggalkan SABDA, Dia terus menyertai dan memimpin. Hal ini menjadi pokok kebenaran yang dipegang SABDA untuk terus melayani umat-Nya. Terpujilah Tuhan yang sudah memanggil SABDA dan biarlah segala sesuatu yang dilakukan SABDA memberikan hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya. Amin. Haleluya.


Yayasan Lembaga SABDA 1994 -- 2016

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) berdiri tahun 1994, dan sejak 2014 kami selalu merayakannya setiap tanggal 1 Oktober. Pelayanan YLSA bermula dari satu proyek digital kecil, di satu kamar dengan satu perangkat komputer dan satu staf pengetik. Sungguh merupakan anugerah jika 22 tahun kemudian, YLSA bisa memiliki ratusan proyek dengan 25 staf, dengan fasilitas yang memadai. Banyaknya anugerah yang Tuhan berikan kepada YLSA seiring dengan banyaknya tanggung jawab yang Tuhan taruh di pundak pelayanan YLSA.

image:

Pada 1 Oktober 2016, kami merayakan ulang tahun lagi, tetapi perayaan kali ini memberi kami kesadaran yang lebih tinggi betapa istimewanya momen ini. Momen yang menyatukan hati kita untuk sepakat bahwa Tuhanlah yang memulai dan mengatur jalan hidup yayasan ini. Karena itu, kami pun akan melangkah dengan pasti bahwa Tuhan jugalah yang akan memimpin kami untuk masa-masa yang akan datang. Hanya ucapan syukur yang bisa kami naikkan karena Ia berkenan memakai kami, orang-orang biasa yang tidak ada apa-apanya ini, untuk melakukan hal-hal yang luar biasa yang Ia rencanakan bagi kemajuan pelayanan-Nya di Indonesia. Terpujilah Dia yang empunya ladang dan berbahagialah mereka yang dipanggil untuk bekerja di ladang-Nya.

Kilas Balik Pelayanan Yayasan Lembaga SABDA

1993 - Lahirnya Sebuah Visi

Pelayanan YLSA dirintis tahun 1993 berdasarkan kerinduan menyediakan software Alkitab yang bermutu bagi masyarakat Kristen Indonesia.

1994 - Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK)

Agar pelayanan berjalan lancar maka di hadapan notaris, pengurus membentuk yayasan berbadan hukum dengan nama Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK), yang kemudian berganti nama menjadi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) hingga sekarang. Beberapa kali pembicaraan dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menghasilkan kesepakatan bahwa YLSA akan membuatkan modul Alkitab versi Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) untuk dipakai dalam software Alkitab "OnLine Bible".

1995 - SABDA© dan YLSA

YLSA memfokuskan diri untuk mendigitalisasikan bahan-bahan biblika yang telah mendapatkan izin dari para penerbit Kristen Indonesia karena YLSA berkomitmen untuk membuat "OnLine Bible versi Indonesia" yang dinamakan "SABDA", singkatan dari Software Alkitab, Biblika, dan Alat-alat. Suatu kerja yang luar biasa karena saat itu ratusan bahan belum ada format digitalnya.

1996 - SABDA© Tahap Pertama

Buku-buku biblika mulai dikompilasi untuk menjadi modul dalam program Alkitab SABDA. Pada akhir tahun ini, dunia Barat mulai memakai teknologi internet. Dengan semangat yang tinggi, YLSA mengantisipasi bahwa munculnya teknologi internet akan menjadi kesempatan emas untuk melayani Tuhan dengan lebih luas, yaitu ladang misi dunia maya.

1997 - I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network)

Ketika internet dapat diakses secara umum oleh masyarakat Indonesia, YLSA siap berkiprah di dunia elektronik, sesuai dengan visi YLSA, yakni untuk menjadi "Electronic Servants to the Body of Christ". YLSA membangun jaringan I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network) untuk menerbitkan publikasi e-RH, e-SH, dan e-Humor. Diikuti dengan dibukanya puluhan forum diskusi Kristen dan Software SABDA versi web.

1998 - Situs-Situs YLSA

YLSA meluncurkan situs Muara Informasi Kristen (MIK) atau situs direktori Kristen, situs YLSA, dan situs I-KAN. Proyek-proyek konsultasi dan training-training untuk menolong organisasi-organisasi Kristen mengenal pelayanan digital juga dikerjakan.

1999 - Prototipe CD SABDA©

Prototipe program Alkitab SABDA atau OnLine Bible versi Indonesia siap diluncurkan dalam bentuk CD. Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) dan situsnya juga lahir untuk menyelenggarakan kursus-kursus teologia online bekerja sama dengan situs In-Christ.net.

2000 - Peluncuran CD SABDA

Peluncuran CD SABDA© versi 2.0 mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Kristen Indonesia. Situs SABDAweb disiapkan untuk menjadi situs Alkitab terlengkap dan memiliki fasilitas pencarian yang canggih.

2001 - Peluncuran Situs SABDA.org dan Perintisan Proyek-Proyek Baru

YLSA meluncurkan situs portal SABDA.org. Pelayanan I-KAN menerbitkan sepuluh publikasi dengan 25.000 pelanggan. Proyek CIEL (Christian Indonesian Electronic Library) dirintis, dan situs C3I (Christian Counseling Center Indonesia), situs PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen), situs TELAGA yang bekerja sama dengan LBKK mulai dikerjakan.

2002 - Tahap Pengembangan

SABDA.org dikembangkan menjadi sistem Arsip I-KAN, dan beberapa fungsi/fitur baru ditambahkan dalam situs SABDAweb. Pada tahun ini, SABDA© versi Windows 2000/XP juga dirilis.

2003 - Penambahan Situs-Situs YLSA

Peluncuran situs e-Reformed, situs Sejarah Alkitab Indonesia (SAI), dan situs PESTA Online menambah ramainya pelayanan YLSA di dunia internet. Proyek Interlinier Alkitab bahasa Yunani dan PB - bahasa Indonesia serta pembuatan situs SABDA.net untuk mendukung peluncuran CD SABDA© ver. 3.0 mulai dikerjakan.

2004 - Transisi untuk Suatu Babak Baru

Tahun ini diadakan pembenahan infrastruktur yayasan dan perluasan kantor YLSA. Proyek baru situs YLSA, situs LINKS (situs direktori Kristen), situs i-Humor, situs komunitas CWC (situs Christian Writers' Club), dan penerbitan publikasi e-Penulis dan Berita YLSA untuk mendukung pelayanan YLSA.

2005 - Pengembangan Pelayanan Biblical Computing

Pengembangan pelayanan Biblical Computing berhasil dikerjakan, antara lain Proyek Interlinier (Yunani - Indonesia), peluncuran CD SABDA© versi 3.0, update situs SABDAweb, peluncuran situs SABDA.net, dan situs SABDA©.

2006 - Tahun Komunitas

Pelatihan bagaimana menggunakan program Alkitab SABDA© mulai digalakkan tahun ini. Proses memindahkan situs-situs YLSA ke CMS Drupal supaya lebih interaktif juga dimulai, salah satunya dengan meluncurkan situs komunitas blogger Kristen SABDA Space yang menjadi komunitas blogger Kristen terbesar di Indonesia. Tahun 2006, YLSA juga memulai pembangunan situs studi Alkitab terlengkap dalam bahasa Indonesia.

2007 - Bersama untuk Membangun

YLSA berkomitmen "bersama untuk membangun", dengan merangkul mitra dan para pengguna produk YLSA untuk terlibat dalam pelayanan teknologi bagi Tuhan. YLSA banyak mengikuti, mengadakan, dan menjadi pembicara seminar dalam rangka menjalin kerja sama dengan mitra-mitra pelayanan. Sementara itu, proyek studi Alkitab terus berjalan dengan terlebih dahulu membantu pembangunan situs Bible.org yang mendapat apresiasi di dunia international.

2008 - Upgrade Situs-Situs YLSA

Situs-situs YLSA berhasil di-upgrade dengan memakai CMS Drupal 5, termasuk SABDA.net dan SABDAaudio. Proyek besar situs SABDA Alkitab terus dilanjutkan. Sementara itu, situs Alkitab SABDA Zoom selesai dikerjakan.

2009 - Proyek Alkitab SABDA

Situs Alkitab SABDA versi beta diluncurkan dan fitur-fitur baru terus ditambahkan, seperti halaman Commentary (catatan/tafsiran) dan Expository (ekspositori). Pelatihan penggunaan program Alkitab SABDA© dan situs Alkitab SABDA tidak hanya dilakukan di Solo, tetapi juga di Purwokerto dan Salatiga.

2010 - Peluncuran CD SABDA 4.0

Peluncuran CD SABDA© 4.0 menambah semaraknya pelatihan penggunaan program Alkitab ini ke Yogyakarta, Surabaya, Malang, Salatiga, dan Jakarta. Munculnya media sosial seperti Facebook dan Twitter menarik YLSA untuk semakin semangat menjangkau dunia internet bagi Kristus.

2011 - Peluncuran Digital Library dan Situs-Situs Mini

YLSA merilis "DVD Library Anak 1.2" untuk memperlengkapi para pelayan anak di Indonesia dan "USB Biblika" yang menjadi mega-perpustakaan Kristen. YLSA juga membangun puluhan situs mini yang dipakai sebagai pusat referensi digital bagi berbagai bidang pelayanan Kristen.

2012 - Situs dan Aplikasi Mobile serta Komunitas Jejaring Sosial

YLSA mulai intensif mengadakan roadshow-roadshow ke berbagai daerah di Indonesia dengan gerakan SABDA Care yang memperkenalkan motto "IT for GOD". Munculnya teknologi mobile mendorong YLSA juga mengembangkan program Alkitab SABDA© ke dunia mobile untuk melayani kebutuhan yang ada. Komunitas media sosial menghasilkan kelompok-kelompok studi Alkitab dan kelompok diskusi Wanita Kristen, Remaja Kristen, dan Klub Buku SABDA.

2013 - Proyek Penerjemahan Alkitab Mudah Dibaca (AMD)

YLSA menjalin kerja sama untuk penerjemahan Alkitab Mudah Dibaca (AMD). Melihat kebutuhan masyarakat Kristen Indonesia untuk memiliki Alkitab yang dibangun terintegrasi dengan sumber-sumber biblika yang bertanggung jawab, maka YLSA memulai proyek Alkitab yang Terbuka (AYT). Tahun 2013, AYT Perjanjian Baru versi beta diperkenalkan bersama dengan Pustaka Terbuka. Sementara itu, semua produk SABDA terus di-update dengan setia dan pelayanan roadshow dijalankan dengan sukacita.

2014 - Proyek Penerjemahan Alkitab yang Terbuka (AYT)

YLSA genap berusia 20 tahun. Berbagai produk baru dan kegiatan diluncurkan untuk menandai perayaan sukacita ini, di antaranya peluncuran DVD Dengar Alkitab, DVD TELAGA, situs AYT.co, proyek Alkitab Karaoke, Alkitab-Alkitab kuno, Alkitab Aksara Jawa, dimulainya proyek AYT Perjanjian Lama, dll.. Sukacita menjadi penuh karena atas anugerah Tuhan, YLSA meresmikan "Griya SABDA" tempat YLSA berkantor.

2015 - Proyek-Proyek Aplikasi dan Gerakan Apps4God

Bekerja sama dengan beberapa mitra, YLSA membuat enam belas aplikasi SABDA Android untuk menjadi ekosistem studi Alkitab, seperti Alkitab SABDA, Tafsiran, Alkitab PEDIA, Kamus Alkitab, dan sebagainya. SABDA juga mengembangkan proyek SABDA Bot dengan aplikasi chatting Telegram, Line, dan Facebook untuk mengakses Alkitab dan berbagai bahan kekristenan lain. Untuk itu, gerakan Apps4God diluncurkan dan publikasi APPPS LIVE diterbitkan untuk mengajak masyarakat Kristen memakai gawainya untuk kemuliaan nama Tuhan.

2016 - Gerakan #Ayo_PA!

YLSA memulai gerakan #Ayo_PA! untuk mendorong orang percaya pada era digital ini untuk kembali kepada Alkitab. Infrastruktur dan pelatihan-pelatihan diadakan untuk mendorong generasi digital melakukan Pendalaman Alkitab dengan bahan-bahan yang bermutu dan teknologi yang tersedia. Kami menyediakan situs ayo-pa.org, ayo-pa.net, dan ayo-pa.com untuk informasi lebih lanjut. Kami juga membentuk komunitas #Ayo_PA! melalui Facebook, Twitter, dan Instagram.

Selama 22 tahun, Tuhan sudah memanggil YLSA untuk melayani Dia di bidang teknologi informasi. Semua yang sudah dikerjakan dan dihasilkan tidak dapat kami kerjakan sendiri tanpa pertolongan Tuhan Sang Empunya ladang dan dukungan para Sahabat dan Pendukung YLSA. Kiranya Tuhan terus memampukan kita untuk bergandengan tangan melayani Dia dalam ladang-Nya ini.

Comments