Mengenal YLSA

MENGENAL YLSA: BAGAIMANA MISI ONLINE MEMENGARUHI MISI OFFLINE?

Pengantar:
Berikut ini adalah kesaksian yang disampaikan oleh Michael, yang saat itu sedang magang di Global Media Outreach. Menurut rekan-rekannya, Michael adalah salah seorang yang paling berani dalam kelompok mereka. Dia bersedia meninggalkan "daerah nyaman"nya untuk pergi menolong orang lain. Ketika ditanya apakah yang bisa dicapai dengan misi online, inilah jawaban Michael.

"Setelah menjadi seorang misionaris online, pandangan saya tentang misi menjadi semakin meluas. Dulu, saya berpikir bahwa untuk dapat memberi 'dampak global', saya harus bekerja di sebuah organisasi misi nirlaba dengan mengepak makanan/pakaian dan mengirimkannya ke negara lain. Saya dulu berpikir bahwa saya harus memberi bantuan kepada misionaris yang berkeliling, atau menjadi seorang misionaris yang pergi ke berbagai belahan dunia. Namun dengan perkembangan dunia informatika, pandangan saya tentang dunia misi sudah tidak lagi demikian."

"Saya benar-benar merasa menjadi seorang misionaris, setiap kali saya menulis email dan mengeklik 'kirim' ke seseorang yang ada di negara yang berbeda. Ini telah memperluas pandangan saya tentang siapa yang bisa menjadi misionaris. Tampaknya hampir tidak ada penghalang lagi untuk berada di pelayanan misi, kecuali ketidakmauan diri kita sendiri. Menurut saya, misi online adalah cara yang luar biasa bagi siapa pun, untuk bisa ambil bagian dalam memenuhi Amanat Agung di tempat mereka berada. Saya tidak harus membeli tiket pesawat ke Afrika untuk mengabarkan Injil kepada mereka, karena jutaan orang pergi ke internet untuk mencari jawaban tentang Tuhan. Internet benar-benar telah menjadi berkat bagi individu-individu yang sedang mencari kebenaran, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka bertumbuh dalam iman, membimbing mereka dalam melakukan komitmen ulang kepada Kristus, dan memimpin mereka melalui pemuridan. Semua ini bisa dilakukan dari kursi dan meja kerja saya!"

"Misi online memungkinkan saya untuk memilih waktu saya sendiri, mengatakan dengan tepat apa yang ingin saya katakan, dan saya dapat dengan lebih jelas menjawab pertanyaan mereka. Saya punya waktu untuk mencari ayat lebih dahulu atau kutipan John Piper yang tidak bisa saya ingat di luar kepala. Hal ini memungkinkan kita untuk dapat berkomunikasi berdasarkan waktu yang kita miliki. Meskipun jauh lebih lambat dibandingkan dengan misi tatap muka langsung, Allah masih menggunakannya untuk berkarya di dalam hati setiap manusia. Sangat mirip dalam misi tatap muka karena di akhir sebagian besar e-mail yang saya kirimkan, saya bisa menuliskan doa untuk mereka, sehingga kita bisa mendoakan mereka. Makanan rohani pun bisa mereka dapatkan. Bahkan menurut saya, mereka bisa mendapatkan makanan rohani yang lebih baik karena saya memiliki beragam sumber bahan yang tersedia, seperti Panduan Pemuridan 30 Hari, Alkitab online yang bisa saya pakai untuk membimbing mereka jika mereka tidak memilikinya. Bahan-bahan tersebut juga bisa saya pakai menjadi acuan yang membantu jika saya sedang mengalami kebuntuan dalam apa yang saya tulis."

"Misi online memberi saya rasa percaya diri yang lebih atas iman saya karena saya bisa memakai setiap e-mail, untuk mengabarkan Injil dengan cara yang berbeda-beda kepada orang yang berbeda. Setiap orang memiliki cerita mereka sendiri dan permintaan doa mereka sendiri, sehingga setiap kali saya menanggapi dan berdoa bagi mereka, saya mulai menceritakan Yesus dan bagaimana DIA adalah jawaban atas masalah-masalah mereka. Saya menghafal ayat Alkitab lebih banyak dalam 1 bulan terakhir, daripada semua ayat yang saya hafal dalam 6 bulan terakhir karena saya sering sekali memasukkan ayat-ayat Alkitab dalam email saya. Saya juga merasa lebih percaya diri ketika menceritakan tentang Yesus di dunia nyata. Saya tak tahu bagaimana hal itu terjadi, tetapi itu telah memberi saya dorongan keyakinan bahwa ini bukanlah tentang saya atau apa yang saya katakan, saya hanya harus memberi tahu kepada mereka tentang Yesus dan membiarkan Tuhan melakukan selebihnya."

"Misi Online telah membantu saya menyaksikan iman saya secara pribadi sedikitnya seminggu sekali. Setiap kali seseorang bertanya tentang apa yang saya kerjakan di Global Media Outreach, itu merupakan kesempatan bagus untuk mengabarkan Injil kepada mereka. Saya mengabarkan Injil kepada dua wanita di dua penerbangan pesawat yang berbeda dalam perjalanan pelayanan. Mereka bertanya apa pekerjaan saya dan saya berkata, 'Saya menjawab pertanyaan orang-orang tentang Tuhan.' Kemudian saya bertanya apakah mereka orang percaya atau bukan. Karena saya bekerja untuk sebuah organisasi misi online, hal ini membuat saya menyadari betapa mudahnya mengalihkan pembicaraan kepada Injil."

(t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Global Media Outreach
Alamat URL : http://www.globalmediaoutreach.com/gmo-blog/221/how-does-online-missions-affect-offline-missions
Judul asli artikel : How does Online Missions Affect Offline Missions?
Penulis : Global Media Outreach
Tanggal akses : 12 Agustus 2012

MENGENAL YLSA: PA ONLINE DI FACEBOOK

Ditulis: Santi Titik Lestari

Pendalaman Alkitab (PA) sering dilakukan di gereja, persekutuan, kelompok sel, atau di persekutuan kantor. Biasanya PA seperti ini dilakukan dengan tatap muka. Nah, ada PA yang agak lain di YLSA -- PA secara online...? Ya, betul, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah memprakarsai dibukanya dua grup khusus untuk melakukan PA secara online di Facebook. Kedua grup tersebut adalah:

  1. Grup e-Santapan Harian (SH), bekerja sama dengan Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA).
  2. Grup e-Renungan Harian (RH), bekerja sama dengan Yayasan Gloria.

Apa yang menarik dari PA online di Facebook?

  1. Setiap orang bisa mengikuti PA ini. Tidak terbatas pada gereja dan wilayah tertentu. PA ini menjadi ruang bagi setiap orang percaya dari semua kota di Indonesia (bahkan ada yang dari luar negeri) untuk belajar Alkitab dan saling berbagi berkat firman Tuhan.
  2. Waktu yang digunakan untuk PA bersama ini sangat fleksibel.
  3. YLSA menempatkan seorang moderator untuk memandu jalannya diskusi, yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan penggalian, supaya PA ini bisa berjalan dengan terarah dan sesuai dengan konteks dalam perikop yang sedang dibahas.

Apa yang dibahas dalam PA online di Facebook?

PA online ini menggunakan bahan renungan yang diterbitkan oleh mitra YLSA, yaitu Yayasan Gloria dan Scripture Union Indonesia. Tapi sebelum membahas bahan renungan, kami terlebih dahulu menggali perikop/ayat bacaan hari itu. Penggalian dipandu dari pertanyaan yang diajukan moderator, dan para anggota diminta untuk menjawab, atau memberikan komentar/menanggapi jawaban peserta lain. Setelah mendiskusikan perikop Alkitab tersebut, maka anggota baru boleh membaca bahan renungan yang diposting oleh Admin (Yayasan Lembaga SABDA). Setiap anggota boleh memberikan masukan apakah bahan renungan tersebut sesuai dengan isi perikop yang menjadi teks renungan.

Bagaimana Anda bisa bergabung dalam PA online di Facebook ini?

  1. Ada dua Group PA, yaitu Grup e-Santapan Harian dan e-Renungan Harian. Silakan pilih atau boleh juga ikut dua-duanya. Caranya:
    1. Silakan mengunjungi alamat berikut ini:
      Grup e-SH < http://fb.sabda.org/group/sh >
      Grup e-RH < http://fb.sabda.org/group/rh >
    2. Klik tombol "Join" dan permintaan Anda akan disetujui oleh Admin Grup.
    3. Setelah menjadi anggota, silakan Anda membaca guideline/petunjuk yang harus anggota grup ikuti.
  2. Anda bisa belajar dengan mengamati jalannya PA hari-hari sebelumnya. Setelah itu, ikutlah diskusi sesuai dengan panduan yang diberikan moderator yang bertugas hari itu.
  3. Untuk mendapat banyak berkat melalui PA online ini, Anda harus ikut aktif berkomentar dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Selain itu, Anda juga diperbolehkan memberikan pertanyaan sehubungan dengan ayat/perikop yang dibahas hari itu.
  4. Silakan membagikan kesaksian atau berkat yang Anda dapat dari PA hari itu. Jangan lupa untuk mempelajari juga bahan renungan yang diposting oleh Admin (Yayasan Lembaga SABDA) dan berikan tanggapan Anda mengenai renungan hari itu.

PA online di Facebook ini dilakukan setiap hari Senin -- Jumat, mulai pukul 08.00 -- 17.00. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika Anda hanya bisa bergabung siang atau malam karena Anda masih tetap bisa mengikuti PA ini sepanjang hari. Bahan PA online juga dikirimkan pada hari Sabtu dan Minggu, dan Anda bisa ber-PA dengan anggota lain, tapi khusus untuk hari Sabtu dan Minggu tidak ada moderator yang mendampingi.

Nah, kami mengundang saudara-saudari semua untuk bergabung dan aktif ber-PA bersama. Kalau Anda terbeban, Anda pun bisa menjadi moderator dan ambil bagian dalam pelayanan melalui media ini.

Selain PA online di Facebook, YLSA juga mengajak Anda untuk mendapatkan bahan renungan setiap hari secara gratis. Silakan berlangganan dengan cara mengirimkan email kosong ke:

< subscribe-i-kan-akar-Santapan-Harian(at)hub.xc.org >, jika Anda ingin berlangganan e-Santapan Harian.
< subscribe-i-kan-akar-Renungan-Harian(at)hub.xc.org >, jika Anda ingin berlangganan e-Renungan Harian.

Atau SMS ke: 08812979100 (cantumkan nama renungan yang Anda inginkan).


Comments