Mengenal YLSA

SABDA NOW, NEW, NEXT dalam #SABDA25

SABDA25

Pada acara #SABDA25, kami berbagi buah-buah berkat dari pelayanan YLSA selama 25 tahun ini dan juga untuk tahun-tahun ke depannya melalui presentasi SABDA NOW, NEW, NEXT. Berikut ini adalah ringkasan pemaparan yang disampaikan oleh teman-teman dari SABDA mengenai hal tersebut.

SABDA NOW

SABDA NOW

Dalam bagian SABDA NOW, Yulia Oeniyati selaku Ketua Badan Pembina YLSA menyampaikan bagaimana Tuhan menolong dan menyertai pelayanan YLSA dari 1994 sampai sekarang. Memasuki 25 tahun, YLSA bagaikan gadis dewasa yang "siap dipinang" untuk mendampingi, menolong, dan memperlengkapi gereja pada era digital ini. Ada banyak alat, bahan, media, dan teknologi luar biasa yang telah dihasilkan yang dapat jemaat Tuhan gunakan untuk melayani Tuhan pada abad ke-21. Pada kesempatan itu pula, Yulia mengumumkan bahwa perjuangan SABDA NEW akan dilanjutkan oleh generasi baru YLSA. Karena itu, pada acara istimewa ini, Yulia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan SABDA kepada Davida selaku Ketua Badan Pengurus YLSA yang baru untuk melanjutkan pelayanan YLSA ke masa depan. Banyak pekerjaan yang masih menanti untuk SABDA kerjakan. Kesempatan ini digunakan Yulia untuk menantang jemaat muda untuk ikut berjuang bersama gereja agar dapat mengubah wajah pelayanan di Indonesia, terutama untuk menjadi sukarelawan pada era digital ini. Mari persembahkan hidup dan berikan yang terbaik bagi Tuhan, dan Tuhan akan dimuliakan.

SABDA NEW

SABDA NEW

Presentasi SABDA NEW terdiri dari presentasi mengenai fokus pelayanan YLSA, yaitu Biblical Computing, Digital Resources/Ministry, Digital Learning, dan SABDA ME+DIA. Layaknya konferensi teknologi yang biasa dilakukan oleh raksasa-raksasa teknologi di dunia, SABDA memaparkan berbagai teknologi, alat, pelayanan, dan media-media barunya. Untuk melihat daftar produk baru yang diluncurkan YLSA pada #SABDA25 ini, Anda dapat mengunjungi situs sabda25.sabda.org.

1. Biblical Computing (BC)

Presentasi mengenai BC disampaikan oleh Hadi Pramono, koordinator ITS YLSA. Visi BC adalah visi yang dia temukan di YLSA yang juga menjadi panggilan hidupnya sebagai programmer. Proyek BC dimulai dari Software SABDA. Saat itu, di Indonesia belum ada software Alkitab yang berbahasa Indonesia, apalagi teknologi digital. Dari tahun ke tahun, SABDA terus menjalankan visi BC dengan mengikuti perkembangan teknologi. SABDA bukan lembaga Alkitab, melainkan lembaga yang membuat sistem studi Alkitab dengan memanfaatkan teknologi. Dengan teknologi, Alkitab tidak hanya dapat dibaca, tetapi juga bisa dipelajari bersama bahan-bahan biblika lain yang melimpah yang saling terintegrasi, di mana pun dan kapan pun. BC ada untuk menciptakan alat-alat digital sehingga mempermudah proses penyelidikan dan penggalian Alkitab secara bertanggung jawab. BC adalah dasar pelayanan teknologi di YLSA. Bersyukur untuk masyarakat Kristen Indonesia yang sudah menikmati sistem studi Alkitab secara elektronik/digital yang dikerjakan dengan setia oleh YLSA.

Selain software SABDA, produk BC YLSA yang lain adalah aplikasi-aplikasi Alkitab yang terintegrasi dalam smartphone untuk mempelajari Alkitab secara bertanggung jawab dan FUN! YLSA akan terus membuat alat-alat belajar Alkitab mengikuti perkembangan zaman. Ada semakin banyak platform teknologi untuk belajar. YLSA memanfaatkannya untuk belajar Alkitab! Contohnya adalah Google Assistant untuk belajar Alkitab dengan berinteraksi, ITL Builder untuk menolong pengecekan penerjemahan Alkitab dari berbagai bahasa dan suku bahasa, MYSABDA.net untuk penyediaan Bible Engine yang mutakhir, KOMIK Zone untuk menciptakan ekosistem bagi generasi digital dalam melakukan PA dengan cara yang lebih relevan, dst.. Mari kita tebus teknologi untuk menjadi alat yang memuliakan Tuhan.

2. Digital Resources (DR)

Okti Nur Risanti, sebagai koordinator DR YLSA, didaulat untuk menyampaikan pelayanan DR di YLSA. DR berfokus untuk memperlengkapi tubuh Kristus dengan sumber bahan literatur digital yang alkitabiah, bermutu, dan kreatif untuk berbagai bidang pelayanan Kristen. Selama 25 tahun, YLSA telah memiliki jutaan halaman literatur Kristen yang telah dipublikasikan kepada umum melalui situs, publikasi, sosial media, dan sebagainya. DR dijalankan dengan prinsip CODE (Create Once Distribute Everywhere) sehingga memungkinkan bahan-bahan diakses dalam berbagai platform teknologi. Jika dahulu DR berfokus pada bahan-bahan teks, sekarang bahan-bahan tersebut diolah menjadi bahan audio, visual, dan audiovisual. Penerbitan e-publikasi Suara SABDA dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan literatur para penggunanya. Cita-cita DR YLSA ke depannya adalah menjadi Digital Library Kristen yang memperkaya sumber bahan pelayanan di Indonesia.

3. Digital Learning (DL)

Bagaimana bahan-bahan literatur digital SABDA dapat menjadi bahan pembelajaran? Santi Titik Lestari menjelaskan bahwa sejak berdirinya, YLSA sudah menangkap pentingnya belajar bagi orang-orang percaya. DL SABDA ada untuk menjadi pusat belajar elektronik untuk memperlengkapi tubuh Kristus agar dapat melayani dengan lebih baik pada era digital ini. Prinsip dari pelayanan DL di YLSA adalah memanfaatkan platform digital untuk membangun sistem belajar berkomunitas yang efektif. Salah satu contohnya adalah Pendidikan Elektronik Studi Teologi Awam (PESTA). Melalui PESTA, YLSA menyediakan berbagai modul pelajaran dan sistem belajar teologi online untuk orang Kristen awam.

Selama 25 tahun, YLSA membuktikan bahwa teknologi berpihak kepada kita. Saat ini, dengan smartphone, orang dapat mengakses berbagai bahan untuk belajar. Tantangannya adalah bagaimana menolong gereja untuk dapat menjadi gereja yang relevan dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi-teknologi tepat guna untuk pembelajaran dan pertumbuhan jemaat. Melalui program-program DL, YLSA ingin menjadi mitra gereja dalam pembinaan jemaat. SABDA Kiosk dan Digital Ministry Center adalah contoh program DL yang dapat diterapkan di gereja. Mari bergandeng tangan memperlengkapi jemaat untuk membangun Kerajaan-Nya.

4. SABDA ME+DIA

SABDA ME+DIA

Pioneer Hutabarat adalah koordinator dari pelayanan SABDA ME+DIA. Pioneer membuka penjelasannya dengan melakukan kilas balik saat SABDA berjaya pada era teks, seperti halnya Software SABDA yang penuh dengan bahan berupa teks saja. Namun, saat ini, teks membutuhkan jalur lain yang lebih visual untuk kebutuhan generasi sekarang dan masa depan. Secara perlahan tetapi pasti, pelayanan YLSA telah beradaptasi ke dunia multimedia (visual, audio, dan audiovisual). Dengan bekerja sama dengan berbagai organisasi lain, baik dari dalam maupun luar negeri, bahan-bahan SABDA ME+DIA berbahasa Indonesia semakin banyak dihasilkan. Bahkan, pelayanan YLSA berkomitmen untuk semakin berfokus pada "media first". Beberapa produk SABDA ME+DIA yang telah dapat dinikmati pengguna, antara lain Alkitab audio, Alkitab Karaoke, komik-komik Alkitab, Alkitab Proyek Indonesia (The Bible Project), Tetelestai Indonesia, LUMO, Raja Kemuliaan, aplikasi AlkiMEDIA, dan masih banyak lagi. Dengan ketersediaan bahan-bahan ini, gerakan membaca Alkitab bisa semakin luas digemakan menjadi MEMBACA, MENDENGAR, DAN MENONTON Alkitab. Ya, SABDA ME+DIA hadir untuk gereja dan generasi milenial agar kita dapat menyuarakan firman-Nya dengan lebih nyaring bersama DIA.

SABDA NEXT

SABDA NEXT

Davida menyampai presentasi SABDA NEXT untuk membawa peserta melihat bahwa pelayanan SABDA juga berbicara tentang jemaat Kristus yang akan menghadapi perkembangan teknologi pada masa depan. Dahulu, sekarang, dan ke depannya, fokus SABDA adalah terus mengembangkan sistem studi Alkitab digital agar masyarakat Kristen terus-menerus dapat belajar Alkitab dengan cara-cara baru sesuai dengan perkembangan zaman. Sudah ada banyak antrean proyek yang harus dikerjakan dan dikembangkan. Salah satu contohnya adalah proyek Smart Bible yang akan mengedepankan pemakaian media (media first) dengan memakai teknologi augmented intelligence, graph knowledge, dll.. Kami juga sedang mengembangkan interlinear builder untuk menolong pengecekan penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan suku bahasa sebagai bagian dari presentasi di EMDC 2020. Untuk menolong kaum milenial, kami sedang mengusahakan suatu integrated bible comic study system untuk menjadikan pembelajaran Alkitab menarik dan fun. Namun, untuk siapa kami mengerjakan ini semua? Untuk kepentingan siapa Tuhan memberikan visi-Nya kepada SABDA? Jawabannya adalah untuk GEREJA, jemaat Tuhan.

Dari sejarah, kita belajar bahwa Tuhan selalu menggunakan teknologi terbaru agar firman-Nya terus didengungkan bagi umat-Nya. Firman-Nya, Alkitab, tidak pernah pernah berubah, tetapi media menyampaikannya selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, SABDA menyediakan alat-alat dan metode studi Alkitab yang relevan bagi jemaat masa depan. Teknologi berkembang dengan cepat! Bagaimana dengan gereja? SABDA NEXT bukan hanya tentang YLSA, tetapi tentang seluruh tubuh Kristus, gereja Tuhan. SABDA siap melatih dan memperlengkapi gereja untuk melayani jemaat milenial yang lebih akrab dengan alat-alat digital. Sebagai timbal baliknya, SABDA membutuhkan masukan dari gereja agar dapat membuat alat-alat yang tepat guna untuk kebutuhan gereja masa depan. Karena itu, doakan agar SABDA bersama jemaat Tuhan, khususnya para programmer, dapat bersinergi untuk memuliakan Tuhan. SABDA NEXT dimulai sekarang! Dan, We can't do it alone! Mari bersama-sama berkomitmen menggunakan teknologi demi kepentingan firman-Nya dan kemuliaan nama-Nya!

Mengenal YLSA: Program Digital Learning YLSA: Training Menulis Online

DL

Digital Learning (DL) adalah salah satu fokus pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) pada 2019. Selama 25 tahun, YLSA sebenarnya telah membuat banyak sekali bahan pembelajaran digital yang bertujuan untuk memperlengkapi mereka yang terlibat dalam pelayanan, baik di gereja maupun di persekutuan. Namun, banyak kali, bahan-bahan yang kami sediakan tersebut sekadar dibaca dan tidak memberi dampak yang besar, bahkan kadang dilupakan. Padahal, kerinduan kami adalah bahan-bahan tersebut dapat dipelajari dengan mendalam sehingga memberi pertumbuhan. Oleh karena itu, mulai 2019, YLSA memakai cara yang lebih strategis agar bahan-bahan digital yang disediakan ini bisa dipelajari dengan lebih baik dan menghasilkan digital learning. Sementara itu, kami juga melihat bahwa sarana media sosial masih terus bertahan digandrungi oleh banyak orang. Nah, dengan alasan inilah kami memilih cara belajar menggunakan Grup Facebook karena dalam sehari, mereka selalu akan membuka Facebook dan dengan belajar bersama teman yang lain, semangat belajarnya juga menjadi semakin besar. Berikut ini salah satu contoh kegiatan DL yang sedang berlangsung dalam Grup Facebook Penulis Kristen.

Pada pertengahan Februari 2019, diawali dengan adanya obrolan ringan terkait bagaimana meningkatkan keterampilan menulis di Facebook e-Penulis (@sabdapenulis), banyak anggota mulai menyampaikan ide-ide segar untuk mewujudkan kerinduan ini. Singkat cerita, ada seorang anggota yang mengangkat topik training menulis online. Selama beberapa hari, diskusi ini makin ramai dan meruncing, yang akhirnya menyimpulkan bahwa mereka memang membutuhkan training menulis, yang sedapat mungkin bisa mengakomodasi minat dan bakat mereka nantinya. Beberapa anggota inti dari komunitas ini pun "menggodok" kembali ide ini, dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan modul Penulis Kristen yang Bertanggung Jawab (PKB) sebagai materi diskusi, dengan dilanjutkan praktik menulis dan bedah tulisan.

Modul PKB adalah salah satu modul praktika yang biasanya digunakan untuk kelas Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA). Dan, pada tahun ini, kami mengembangkan jalur belajarnya, yaitu melalui Grup Facebook Penulis Kristen.

Pelaksanaan Diskusi

Diskusi PKB diikuti oleh 29 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan daerah. Dalam pelaksanaannya, kelas ini dimoderatori oleh Santi Titik L., dan berlangsung selama sebulan. Dinamika diskusi cukup baik. Selain para peserta aktif dalam merespons, ada kedekatan relasi yang kami rasakan. Sekalipun para anggota belum pernah berjumpa secara langsung, tetapi ketika berkomunikasi, kami merasa seperti sudah saling kenal dan bertemu sebelumnya. Inilah salah satu sensasi dan hal baik yang ternyata juga bisa kami temukan dalam dunia media sosial.

PKB

Biasanya, kelas PKB dijalankan hanya sebatas pembahasan materi sampai pengumuman kelulusan anggotanya. Namun, kali ini, diskusi PKB dikembangkan lagi hingga ada tahapan praktik menulis dan bedah hasil tulisan peserta. Ini menarik! Setiap peserta yang lulus diskusi diwajibkan membuat tulisan berdasar prinsip-prinsip yang sudah dipelajari dalam kelas PKB. Setelah itu, hasil tulisan peserta akan dibedah dan dikoreksi bersama-sama sesuai dengan kriteria dalam bedah tulisan untuk mendapatkan tulisan yang lebih baik dan tajam.

Sekalipun sudah diusahakan secara maksimal, tetapi tidak semua peserta bisa memenuhi syarat lulus untuk bisa mengikuti tahap selanjutnya. Untuk tahap pertama, hanya 20 peserta yang bisa dikatakan lulus dan berkesempatan untuk mengikuti praktik menulis dan bedah tulisan. Namun, setelah praktik, hanya 10 peserta yang aktif terlibat hingga selesai.

Kolaborasi

Semangat awal dari kegiatan ini adalah kolaborasi dengan anggota-anggota penulis untuk bisa belajar bersama. Dalam kegiatan bedah tulisan, kolaborasi ini benar-benar diwujudkan. Bedah tulisan dilakukan selama seminggu dan ada tiga moderator yang saling bergantian memimpin, yakni Bapak Julius Manullang, Bapak Nicodemus Kaborang, dan Santi Titik L.. Masing-masing memimpin bedah tulisan selama seminggu, dan anggota-anggota yang lain aktif sebagai peserta dan admin (membantu untuk mencolek anggota-anggota yang belum muncul ketika kegiatan berlangsung). Waktu pelaksanaan bedah tulisan pun kita sepakati bersama, yaitu pukul 17.00 -- 22.00 WIB, sesuai dengan pertimbangan para anggota. Meskipun dilakukan pada sore hari sampai malam, ternyata komitmen anggota bisa diandalkan. Bahkan, melebihi pukul 22.00 pun, mereka masih aktif membedah tulisan. Hal ini yang membuat saya menyimpulkan bahwa teman-teman sudah punya rasa memiliki terhadap komunitas ini.

Tindak Lanjut Kegiatan

Setelah semua proses dijalani, setiap peserta akan memperbaiki tulisan mereka masing-masing dan mengirimkannya kembali ke tim e-Penulis. Setiap tulisan akan kami publikasikan di berbagai jalur penulis Kristen, seperti situs PELITAKU (Penulis Literatur Kristen dan Umum), Penulis.Co (Christian Online), e-Artikel (sesuai topik artikel), dan jalur-jalur publikasi lainnya yang relevan dengan tulisan tersebut. Yang lebih menggairahkan lagi, peserta yang lulus mendapatkan sertifikat. Selain itu, muncul kerinduan untuk bisa kopdar (kopi darat) dengan semua peserta PKB. Ada yang mengusulkan supaya kopdar diadakan di Bandung dan ada juga yang "ngikut" -- terserah mau diadakan di mana. Puji Tuhan, acara ulang tahun YLSA yang ke-25 bisa menjadi ajang kopdar jua. Karena itu, beberapa peserta PKB sudah mengiyakan untuk bisa datang ke acara ini supaya bisa kopdar bersama.

Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas pengalaman berharga yang kami dapatkan dari rangkaian kegiatan diskusi PKB ini. Selain anggota bisa belajar bersama, mereka juga bisa saling berelasi dan merasakan indahnya persekutuan untuk saling melayani. Bersyukur untuk kesediaan beberapa anggota dalam mengambil bagian sebagai moderator dan admin dalam kegiatan bedah tulisan ini sehingga mereka bisa mencicipi indahnya belajar secara digital. Mari kita turut doakan supaya semua peserta bisa menjadi penulis Kristen yang bertanggung jawab dan menjadi terang di dunia ini melalui karya-karya mereka.

YLSA dalam Communicative Preaching Conference di Solo

Solo Preaching Conference

Seperti yang sudah kami beritakan di atas, YLSA baru saja meluncurkan tampilan baru situs Khotbah.Co yang menyediakan perlengkapan dan bahan-bahan digital bagi para pengkhotbah. Proyek ini lahir bertepatan dengan kegiatan Communicative Preaching Conference di Solo pada 12 -- 14 Agustus 2019. Kami bersyukur kepada Tuhan karena pembicara seminar ini, Pdt. Benny Solihin, dan panitia memberikan kesempatan kepada YLSA untuk menginformasikan mengenai situs Khotbah.Co kepada 150 peserta seminar, yang sebagian besar adalah pendeta/hamba Tuhan. Berikut ini adalah blog dari salah satu staf YLSA yang diutus untuk mengikuti kegiatan ini. Kiranya menjadi berkat!

Pengalaman yang Berharga -- Communicative Preaching Conference
Oleh: Romauli Br Marpaung

Senang sekali saya bisa kembali menyapa Sahabat SABDA melalui tulisan di Blog SABDA. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman saat mengikuti Communicative Preaching Conference di Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta pada 12 -- 14 Agustus 2019. Selain saya, dari YLSA ada pula Ibu Yulia, Evie, dan Danang. Seminar ini terdiri dari 12 sesi yang semua materinya disampaikan oleh pembicara yang sudah berkecimpung dalam dunia preaching, yaitu Pdt Benny Solihin, M.Th., D.Min..

Pada hari pertama, Pdt. Benny Solihin menjelaskan tentang tujuan dari seminar khotbah komunikatif, standar khotbah yang baik, dasar-dasar pemahaman tentang teknik penyampaian khotbah, tujuan penyampaian khotbah, keberatan teknik penyampaian khotbah, analisis pendengar masa kini, dan khotbah yang komunikatif. Pada hari kedua, beliau menyampaikan tentang teknik pengucapan kalimat dan bahasa tubuh. Dan, pada hari yang ketiga, beliau menjelaskan tentang pembacaan Alkitab, cara bercerita, dan testimoni. Sesi demi sesi dijelaskan oleh beliau dengan jelas dan peserta bersemangat dan sangat antusias mengikutinya. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari para peserta. Saya yakin para peserta, baik hamba-hamba Tuhan maupun pelayan-pelayan gereja, menyadari kelemahan mereka dalam menyampaikan khotbah yang komunikatif, khususnya ketika berkhotbah kepada kaum milenial.

Pembicara berkata, "Seorang pengkhotbah adalah pelayan dari isi khotbahnya tersebut." Jadi, sangat perlu disadari bahwa isi khotbah yang baik harus disampaikan dengan sarana penyampaian yang baik pula. Selain itu, perlu diingat bahwa ketika menyampaikan khotbah, berita khotbah itulah yang harus dilihat/ditangkap dengan jelas oleh jemaat, bukan pembawa beritanya. Jadi, amanat teks yang didapatkan oleh pengkhotbah, yang disimpulkan menjadi amanat khotbah, harus dapat menggugah dan mentransformasi jemaat atau orang yang mendengarkan sehingga mereka mengalami Tuhan melalui firman yang mereka dengar.

Tim SABDA dan Pdt. Benny Solihin

Selama tiga hari itu, saya mendapat banyak berkat dari setiap materi yang disampaikan. Poin-poin yang disampaikan menyadarkan saya bahwa saya harus memiliki kualitas yang baik dari sisi konten khotbah (firman Tuhan) dan dari sisi teknik penyampaian khotbah. Sebelum mengikuti seminar, saya berpikir bahwa berkhotbah itu adalah sebuah tugas yang mudah, tetapi setelah mengikutinya, saya semakin sadar bahwa dibutuhkan disiplin untuk berlatih dan harus terus bergumul dengan teks firman Tuhan. Kesadaran itu mengubah paradigma saya yang salah tentang berkhotbah. Panggilan untuk berkhotbah adalah hal yang mulia. Betapa berdosanya saya jika saya tidak memberikan khotbah yang sesuai dengan standar yang baik (alkitabiah, relevan, komunikatif, kristosentris, dan autentik). Saya juga belajar bahwa salah satu bentuk menyampaikan khotbah adalah dengan bercerita karena Tuhan Yesus sendiri banyak berkhotbah dengan bercerita. Ini menjadi teguran yang keras agar saya lebih disiplin belajar firman Tuhan dan meningkatkan kemampuan saya dalam menyampaikan firman Tuhan. Sebelum Pdt. Benny menutup seminar, beliau berkata, "Seorang pengkhotbah yang dapat mempergunakan bahasa tubuhnya (termasuk suara) dengan baik akan membuat khotbahnya jauh lebih komunikatif."

Pada akhir seminar, Pdt. Benny Solihin mempersilakan Ibu Yulia selaku Ketua Badan Pembina YLSA untuk memberikan informasi mengenai situs Khotbah.Co yang baru di-upgrade oleh tim ITS pada hari itu. Para peserta mendapatkan satu lembar cheat sheet yang berisi daftar bahan untuk mempersiapkan dan menyampaikan khotbah yang dapat diperoleh secara online. Saya bersyukur sekali untuk pertolongan Tuhan karena YLSA bisa berbagi apa yang dimiliki sehingga bahan-bahan yang ada bisa dipakai oleh setiap hamba Tuhan yang datang dalam acara tersebut. Tuhan Yesus hebat! Dia adalah pengatur segala hal yang mendatangkan kebaikan demi kemuliaan-Nya. Amin.

Pengalaman Mengikuti Raker Mini SABDA 2019

Oleh: Abdel

Shalom, perkenalkan nama saya Abdel, staf masa percobaan di YLSA. Rapat kerja (raker) yang diadakan pada 1 -- 2 Juli 2019 ini adalah raker pertama saya di YLSA. Puji Tuhan! Dengan kasih karunia Tuhan, raker telah berjalan dengan lancar. Acara utama raker ini adalah untuk mengevaluasi kerja semester I/2019 dan membahas pelayanan yang akan dilakukan pada semester mendatang. Di luar kebiasaan kerja sehari-hari, setiap pagi, ada sarapan bersama dengan semua staf.

Hari I (Senin, 1 Juli 2019)

Raker Hari I

Hari pertama Raker diawali dengan doa dan renungan oleh Ibu Yulia selaku Ketua Pembina YLSA. Beliau menyampaikan renungan dari Pengkhotbah 11:4. "Siapa mengamati angin tidak akan menabur, dan siapa memandangi awan-awan tidak akan menuai." Melalui renungan tersebut, saya belajar untuk senantiasa bekerja keras serta berani untuk bertindak, alih-alih hanya menantikan pertolongan Tuhan tanpa bertindak. Tuhan akan senantiasa membimbing kita serta menambahkan apa yang kita miliki jika kita senantiasa bekerja keras. Menurut saya, perikop ini memang cocok untuk pembukaan raker YLSA tahun ini karena terdapat beberapa bidang pelayanan di YLSA yang diharapkan berkembang serta berdiri sendiri, seperti gagasan tentang Yayasan Terbuka. Tentu saja, hal itu membutuhkan leap of faith atau keberanian untuk bertindak.

Selanjutnya, acara raker dimulai dengan presentasi koordinator Digital Media -- DM (Audio, Video, Komik), lalu Digital Learning -- DL (PESTA), dan kemudian Digital Resources -- DR (Komunitas dan Penerbitan). Mereka bergantian memberikan laporan kerja dan garis besar rencana kerjanya. Setelah presentasi, semua staf diberi kesempatan untuk bertanya, memberi tanggapan, maupun meminta penjelasan. Saya melihat tidak ada staf yang diam. Semua terlibat aktif memberikan respons.

Sebelum raker hari pertama berakhir, kami mendapat penjelasan mengenai "MEGA Themes". Apa itu? Yang saya pelajari dari penjelasan ini adalah pelayanan YLSA memiliki tema MEGA. Mega sendiri berarti "besar". Itu adalah gambaran yang pas mengenai pelayanan YLSA yang memang "besar" dari segi visi misi, proyek, produk, pengguna, dan sebagainya. Pelayanan yang besar ini memiliki fokus "MEGA", singkatan dari (M)edia First, (E)cosystem and (E)ngagement, (G)raph, dan (A)rtificial Intelligence. Setiap divisi harus saling mendukung untuk mengerjakan fokus tersebut. Tujuan dari fokus kerja YLSA 2019 ini juga disingkat menjadi "MEGA", yaitu (M)ission + (M)inistry, (E)ducational Environment, (G)enerational Growth and Group, dan (A)ugmented and Applied (Aplikasi). Salah satu yang saya pelajari adalah tentang masa depan Alkitab digital serta pelayanan digital yang berorientasi pada Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI ini diharapkan akan membantu orang percaya untuk lebih mendalami Alkitab serta melakukan pelayanan berbasis teknologi secara lebih efektif dan efisien bagi Kerajaan-Nya.

Hari II (Selasa, 2 Juli 2019)

Pada hari kedua, Mbak Evie, Ketua YLSA yang baru, membuka raker dengan membawakan renungan pagi yang diambil dari Bilangan 11:1-30. Perikop ini berbicara tentang keputusasaan Musa menghadapi bangsa Israel yang tidak bersyukur akan berkat Tuhan sehingga membuat Tuhan murka. Dari sini, saya belajar bahwa pemimpin sehebat Musa pun bisa mengalami putus asa karena tanggung jawab besar yang diberikan Allah kepadanya. Namun, Allah dengan kuasa-Nya turut menyertai dan membantu Musa menghadapi semua tantangan. Renungan ini pun sejalan dengan apa yang dipergumulkan YLSA saat ini. Tanggung jawab YLSA untuk terus menjalankan dan mengembangkan pelayanan berbasis media terbesar di Indonesia bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, YLSA akan terus melangkah maju dan berinovasi dengan pertolongan Tuhan.

Raker Hari II

Berikutnya adalah presentasi dari divisi Biblical Computing (BC), yang terdiri dari ITS dan PAS, untuk menyampaikan laporan dan rencana kerja semester II 2019 ini. Selain itu, ada pula laporan dan rencana dari proyek Alkitab Yang Terbuka (AYT). Seperti pada hari pertama, semua staf diharuskan bertanya serta memberikan tanggapan atau saran. Raker berjalan dengan sangat lancar dan aktif. Para staf saling melontarkan ide mereka demi mengembangkan ide-ide, baik untuk divisi-divisi maupun untuk pelayanan yang sudah ada.

Di tengah raker, kami juga mendapat penjelasan mengenai pelayanan digital (Digital Ministry/DM) di YLSA sehubungan dengan "MEGA Themes" yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk mengakomodasi fokus dan tujuan pelayanan YLSA 2019 ini, divisi-divisi di YLSA dirancang untuk mencapai hal itu. Oleh karena itu, bidang kerja YLSA diringkas ke dalam 4 bidang, yaitu Digital Resources (DR), Digital Learning (DL), Digital Media (DM), dan Biblical Computing (BC). Raker hari kedua ini ditutup dengan membagikan mimpi-mimpi kami dalam divisi maupun secara pribadi sehubungan dengan pelayanan di YLSA. Setelah itu, kami berkumpul membentuk lingkaran untuk berdoa serta mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memimpin kami sepanjang pelayanan semester I.

Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari SABDA. Melalui raker ini, saya belajar mengenai visi misi dan hal-hal baru tentang proyek-proyek yang dikerjakan oleh YLSA. Kiranya ini boleh menjadi bekal bagi saya untuk melayani Tuhan di YLSA. Kiranya Tuhan terus mengiringi setiap langkah YLSA beserta stafnya agar kami semua mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh umat Kristen di segala penjuru Indonesia untuk kemuliaan nama Tuhan semata. Amin.

Mari Berbagi Tulisan Melalui Situs-Situs YLSA!

Selama ini, YLSA dikenal memiliki banyak situs Kristen yang menjadi sumber-sumber bahan digital (artikel, modul, buku, dll.) sesuai dengan bidang-bidang pelayanan Kristen yang ada (anak, konseling, wanita, penulis, dll.). Semua bahan yang sekarang ada merupakan akumulasi dari arsip bahan publikasi yang diterbitkan YLSA selama puluhan tahun. Bahan-bahan tersebut ada yang ditulis sendiri oleh staf YLSA dan ada juga yang dikutip dari buku-buku. Satu per satu bahan tersebut diproses sedemikian rupa untuk memberikan kualitas konten yang bagus dan alkitabiah.

Situs-Situs YLSA

Seiring berjalannya waktu dan zaman, YLSA juga membuka kesempatan bagi para pelanggan publikasi dan pengguna/pengunjung situs untuk dapat berkontribusi memberikan tulisannya guna dipasang dalam situs-situs YLSA. Bahan-bahan yang diberikan tentu saja harus menjalani seleksi dan penyuntingan isi demi menjamin standar kualitas konten yang diharapkan. Untuk itu, kami terus mendorong pelanggan dan pengunjung untuk berbagi tulisan dan berbagi berkat sehingga melalui situs-situs sumber bahan ini, terbentuk komunitas digital yang hidup karena saling memberi dan menerima. Salah satu usaha yang dilakukan untuk menggalakkan kerinduan untuk berbagi tersebut adalah dengan menyediakan fitur "Blog" atau "Kesaksian" di sebagian besar situs YLSA. Fitur ini disediakan untuk menjadi wadah berbagi tulisan/opini di antara para pengunjung situs. Harapan kami, tulisan-tulisan para pengunjung dapat menjadi berkat bagi pengunjung lainnya. Syarat utama agar tulisan bisa lolos untuk dimuat adalah memiliki konten yang baik, alkitabiah, dan tidak menyalahi prinsip firman Tuhan serta enak dibaca.

Berikut adalah situs-situs YLSA yang menyediakan fitur untuk pengguna/pengunjung dapat mengirimkan tulisannya. Untuk mengetahui prosedur pengiriman tulisan, Anda dapat mengontak para admin situs melalui email.

1. Situs Online Teologi Reformed Injili (SOTERI): Tersedia fitur blog untuk tulisan tentang pengajaran Kristen yang alkitabiah.
Kontak: reformed@sabda.org

2. e-MISI: Tersedia fitur blog untuk tulisan opini/cerita seputar pelayanan misi supaya pembaca ikut ambil bagian dalam pekerjaan misi.
Kontak: misi@sabda.org

3. Bio-Kristi: Tersedia fitur blog untuk tulisan inspirasi atau pelajaran tentang tokoh-tokoh yang memengaruhi hidup Anda, baik tokoh Alkitab maupun tokoh Kristen.
Kontak: bio-kristi@sabda.org

4. Penulis Literatur Kristen dan Umum (PELITAKU): Tersedia fitur blog untuk menulis seputar dunia tulis-menulis, khususnya sebagai penulis Kristen.
Kontak: pelitaku@sabda.org

5. Situs Paskah Indonesia dan Situs Natal Indonesia: Tersedia fitur blog untuk menuliskan pengalaman/kisah/opini seputar Paskah atau Natal.
Kontak: paskah@sabda.org / natal@sabda.org

6. Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK): Menerima tulisan yang berisi kesaksian sebagai pembina/pelayan anak yang dapat mendorong dan menginspirasi rekan-rekan pelayan anak lainnya.
Kontak: pepak@sabda.org

7. e-Doa: Tersedia fitur blog untuk menulis kesaksian atau pengalaman dalam berdoa.
Kontak: doa@sabda.org

8. Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA): Tersedia fitur blog/kesaksian/tulisan bagi para peserta PESTA untuk menuliskan pengalaman mengikuti kelas diskusi atau pengalaman mempelajari modul-modul PESTA.
Kontak: pesta@sabda.org

Anda juga dapat memasang tulisan ke situs komunitas blogger YLSA, yaitu:

1. SABDA Space: Wadah komunitas bagi para blogger Kristen dari berbagai latar belakang gereja untuk berbagi tulisan (blog) tentang kekristenan, pengalaman menjangkau orang lain bagi Kristus, penerapan iman Kristen, atau persaudaraan dalam Kristus serta untuk berbagi wawasan pengetahuan.

2. SABDA Space Teens: Wadah untuk para remaja Kristen dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berbagi berkat dan kreativitas melalui tulisan.

Ayo, jadilah pengunjung yang memiliki semangat berbagi. Kirimkan tulisan Anda ke situs-situs YLSA di atas. Kami berdoa agar Tuhan memberkati tulisan Anda sehingga setiap tulisan dapat menjadi berkat bagi pengunjung/pembaca yang lain! Tuhan Yesus memberkati!

Pelayanan Volunter di YLSA

Oleh: Santi Titik Lestari

Melayani Tuhan adalah tugas dan panggilan bagi seluruh umat pilihan-Nya. Tuhan senantiasa bekerja untuk memberi kesempatan melayani kepada setiap orang yang sedang bertumbuh. Mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya di bumi adalah kesempatan yang terlalu berharga untuk dilewatkan. Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), sebagai yayasan Kristen yang bergerak dalam pelayanan digital, juga menawarkan kesempatan untuk melayani, baik secara purnawaktu bekerja di kantor YLSA maupun secara sukarela tanpa harus meninggalkan tempat tinggal. Selama 25 tahun melayani, salah satu pelajaran penting yang YLSA pelajari adalah "We can't do it alone". Kami menyadari bahwa Tuhan senang jika visi-Nya dibagikan kepada anggota tubuh Kristus yang lain sehingga semua ikut mengambil bagian, bersatu melayani Dia. Oleh karena itu, dari waktu ke waktu, YLSA selalu membuka kesempatan bagi mereka yang ingin mengambil bagian, baik sebagai pendoa, pendukung dana, mitra, staf tetap, staf magang, maupun staf sukarelawan.

Volunter YLSA

Tidak jarang, Tuhan mengirimkan orang-orang yang telah diberkati oleh pelayanan YLSA, atau yang pernah kami layani, yang akhirnya rindu untuk berpartisipasi dalam pelayanan kami. Sampai saat ini, para sukarelawan YLSA yang telah membantu YLSA adalah konselor yang membantu menangani konseling daring, penyedia dan pemelihara infrastruktur (server), moderator kelas PESTA, moderator PA daring, pembuat konten (penulis), penerjemah, penyedia suara untuk rekaman artikel, dan masih banyak lagi. Banyak dari mereka telah kami kenal lewat media daring dan belum pernah bertatap muka dengan kami. Namun, kami sangat berterima kasih kepada mereka. Kami percaya bahwa apa yang mereka lakukan telah menjadi banyak berkat bagi kemajuan pelayanan Tuhan di Indonesia. Untuk melihat cerita-cerita pengalaman mereka, silakan berkunjung ke situs Blog SABDA. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana ikut mengambil bagian melayani sebagai sukarelawan, berikut ini adalah penjelasan kami.

Bagaimana menjadi staf sukarelawan YLSA?

Kesempatan untuk menjadi sukarelawan di YLSA terbuka lebar. YLSA memiliki banyak bidang pekerjaan, di antaranya: programming, multimedia (audio dan video), desain grafis, penerjemahan, penulisan, dll.. Jika Sahabat dan Pendukung YLSA memiliki keterampilan (talenta) yang ingin dipersembahkan bagi Tuhan, silakan menghubungi kami melalui email ylsa@sabda.org atau mengontak kami di 08812979100 (WA/SMS). Dengan senang hati, kami akan menolong menyalurkan talenta Anda bagi pekerjaan Tuhan di YLSA.

Untuk menjadi sukarelawan YLSA, kami membutuhkan komitmen Anda dan kualifikasi yang sesuai dengan bidang pelayanannya. Silakan menulis kepada kami tentang kerinduan Anda untuk melayani sebagai sukarelawan dan sebutkan talenta yang Anda miliki, maka kami akan mengarahkannya lebih lanjut. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang pelayanan YLSA, silakan berkunjung ke:

YLSA menyadari, visi yang Tuhan percayakan kepada kami tidak bisa kami kerjakan sendiri. Dengan bergandeng tangan, kami percaya bahwa Tuhan akan memakai kita semua untuk mengerjakan lebih banyak tugas dan menjangkau lebih banyak orang. Mari kita bersama-sama memberitakan Kabar Baik dan memuliakan nama-Nya melalui teknologi yang sudah Tuhan sediakan! Tuhan menyertai kita. Amin.

Proyek Tetelestai Indonesia

Sejak Juni 2018, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mulai mengerjakan proyek Tetelestai Indonesia. Apa itu proyek Tetelestai?

Proyek Tetelestai

Tetelestai adalah sebuah proyek video yang diproduksi oleh organisasi Light in Action dan Luz em Ação, yang berkantor pusat di Brazil dan Amerika Serikat. Proyek ini menghasilkan seri pengajaran Alkitab yang dinamis, yang terdiri dari 11 episode yang menyajikan narasi-narasi utama Alkitab tentang Allah yang sangat mengasihi umat-Nya dan rela membayar harga tertinggi untuk menyelamatkan mereka. Setiap video membawa kita menelusuri kisah abadi penebusan dalam firman Tuhan, mulai dari penciptaan sampai kepada Kristus yang bangkit. Setiap seri Tetelestai telah dilengkapi dengan study guide beserta study guide facilitator yang merupakan panduan pendalaman Alkitab untuk setiap episodenya. Narator sekaligus penggagas proyek ini adalah sepasang suami istri, yaitu Arlen dan Cynthia Isaak. Mereka rindu agar video Tetelestai dapat tersebar dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia supaya banyak orang dapat mengenal siapa Kristus.

Proyek Tetelestai

YLSA, sebagai yayasan penyedia dan distributor bahan-bahan pelayanan Kristen, mendapat izin untuk mengembangkan proyek ini dengan mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Indonesia sehingga proyek ini dinamai Tetelestai Indonesia. Sejak Juni 2018, Tim Tetelestai Indonesia mulai menerjemahkan naskah narasi sebelas episode video. Lalu, proses dilanjutkan dengan rekaman dubbing ke dalam bahasa Indonesia dan Tim SABDA Media memproses setiap episode sampai bisa diakses dan disaksikan oleh masyarakat Kristen Indonesia. Sejalan dengan itu, tim penerjemah YLSA juga membantu menerjemahkan panduan pendalaman Alkitab berdasarkan setiap episode Tetelestai. Agar lebih banyak orang dapat mengenal proyek ini dan dapat mengakses bahan-bahannya, YLSA membuat situs Tetelestai Indonesia.

Berikut ini adalah daftar judul episode Tetelestai dalam bahasa Indonesia beserta deskripsinya.

Episode 1: Pada Mulanya

Dengan penemuan-penemuan arkeologi dan berbagai penggenapan nubuat yang memukau, Alkitab bukan hanya catatan sejarah yang terpercaya, tetapi juga Kitab yang menyingkapkan siapa Allah, yang demi mengenal-Nya, Anda telah diciptakan.

Episode 2: Janji

Ketika Adam dan Hawa berdosa, hubungan yang penuh kasih dengan Allah menjadi rusak. Akan tetapi, Allah berjanji akan mengutus seorang Penebus yang akan membayar harga tertinggi untuk memulihkan hubungan yang rusak antara Allah dan manusia.

Episode 3: Pemeliharaan

Dalam hukuman air bah, Allah menyediakan satu jalan agar semua orang yang percaya bisa selamat. Bertahun-tahun kemudian, dalam suatu ujian ilahi dengan Abraham, dilukiskanlah gambaran yang mencolok tentang (kurban) pengganti pada masa depan, yang akan memberikan nyawa-Nya bagi dunia.

Episode 4: Pembebasan

Ketika Allah membebaskan umat-Nya dari perbudakan, Dia mendemonstrasikan bahwa Dialah satu-satunya Allah. Sepanjang terjadinya tulah kesepuluh, satu-satunya jalan agar manusia terlepas dari kematian merujuk kepada pembebasan dunia masa depan yang dibelenggu oleh dosa dan maut.

Episode 5: Hukum Taurat

Ketika Allah memberikan hukum-hukum-Nya yang kudus di Gunung Sinai, standar moral yang dinyatakan oleh hukum-hukum tersebut bekerja seperti cermin yang menunjukkan dosa dalam hati setiap manusia dan mendorong mereka untuk menyadari bahwa satu-satunya harapan mereka terletak pada Penebus yang akan datang.

Episode 6: Pendamaian

Hari Pendamaian, pengurbanan, dan bangsa pemberontak yang binasa akibat gigitan ular berbisa, semuanya ini dimaksudkan untuk mengungkapkan bagaimana Sang Penebus akan datang untuk menjadi Dia yang Tak Bercela, yang harus mati supaya umat-Nya dapat hidup.

Episode 7: Anak Domba Allah

Allah sendiri datang dengan mengambil rupa manusia untuk menjadi Sang Penebus, yaitu Yesus. Sebagai seorang dewasa, Yesus dimaklumkan sebagai Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa dunia.

Episode 8: Mesias

Dengan kuasa supernatural atas setan, penyakit, alam, dan kematian itu sendiri, Yesus membuktikan bahwa Dia bukan hanya Sang Mesias, tetapi juga Allah sendiri. Dia menjangkau semua orang dengan kasih yang tidak seperti kasih yang ada di dunia.

Episode 9: Keselamatan

Dalam dialog dari hati ke hati tentang kehidupan yang kekal, Yesus menunjukkan bahwa usaha manusia tidaklah cukup. Bahaya dari tindakan menolak kehidupan yang Dia tawarkan merupakan kenyataan yang menyadarkan, yang digambarkan dalam kisah tentang seseorang yang memilih kematian kekal.

Episode 10: Sudah Selesai

Yesus adalah kurban yang tertinggi. Di atas kayu salib, Dia berseru, "Tetelestai!" sebagai proklamasi dari kekalahan musuh kita, pemulihan hubungan kita yang rusak dengan Allah, dan pengharapan bagi seluruh umat manusia.

Episode 11: Kehidupan Kekal

Kubur yang kosong, saksi mata yang ketakutan, dan kunjungan tak terduga dari Yesus yang telah bangkit menuntun kita menuju perjalanan yang mengubah hidup. Melalui Alkitab, Dia mengungkapkan Kisah Abadi tentang penebusan, sebuah kisah yang bisa mengubahkan hidup Anda selamanya.

Pengalaman Magang: An Experience That Shaped Me
Oleh: Fransisco

Halo, nama saya Sisco, mahasiswa dari Universitas Kristen Petra, Surabaya. Sebelumnya, saya sudah menulis di Blog SABDA mengenai pengalaman saya mengikuti seminar Church: The Bride of Christ. Kali ini saya akan menulis mengenai pengalaman magang saya di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Saya magang sebagai pemrogram selama dua bulan, dari Januari hingga awal Maret 2019. Awalnya, sama sekali tidak terpikirkan oleh saya untuk menjalani program magang di YLSA, sebab sebelumnya saya berniat untuk magang sebagai game developer. Saya terus mencari, tetapi tidak menemukan tempat sesuai dengan kriteria yang saya inginkan. Kemudian, ada seorang teman yang menawari saya untuk magang di YLSA, dan setelah menimbang-nimbang, kemudian saya memutuskan untuk menerima tawarannya. Saya sempat khawatir dengan kondisi baru yang tak terduga ini, tetapi semua kekhawatiran itu perlahan-lahan mulai hilang.

An Experience That Shaped Me

Tanggal 2 Januari 2019 menjadi hari pertama saya bekerja di YLSA. Saya dan teman magang saya, Isak, bersama staf-staf YLSA lainnya mengikuti persekutuan doa dan sharing setelah menjalani liburan akhir tahun. Hari itu, kami berdua mendapat orientasi komputer, orientasi HRD, dan lain-lain. Adapun koordinator kami masih berhalangan hadir untuk beberapa hari sehingga kami harus bekerja sendiri. Ini sempat membuat kami berdua bingung. Untungnya, staf-staf YLSA selalu mengingatkan kami, mereka berkata, “Tidak apa-apa, minggu pertama bekerja memang akan bingung. Jalani saja. Pelan-pelan, kamu akan terbiasa.” Untunglah, apa yang mereka katakan terbukti benar. Hari kedua, ketiga, hingga minggu pertama selesai, saya mulai bisa beradaptasi dan tidak terlalu bingung lagi. Saya mulai bersosialisasi dengan staf-staf di sini. Mereka pun dengan ramah membuka diri kepada saya, dan membantu saya ketika saya menghadapi kesulitan atau kebingungan. Minggu pertama ini menjadi minggu terberat, tetapi setelahnya, koordinator kami, Mas Hadi, akhirnya datang. Dia memberi kami bimbingan seputar tugas yang harus dilakukan dan memberi tahu bagaimana menyelesaikan tugas kami. Dengan adanya Mas Hadi, pekerjaan kami menjadi lebih terarah. Ketika saya bingung, saya bisa bertanya kepadanya. Mas Hadi juga sangat ramah sehingga saya tidak sungkan kalau saya punya pertanyaan. Setelah berbincang lebih jauh dengan Mas Hadi, ternyata kami mendapat tugas untuk mengerjakan Bible card dan Comic Study Center (Komik Zone).

Hari demi hari, kami jalani sambil mengerjakan tugas kami. Di sela-sela pekerjaan utama, kami juga mendapat tugas-tugas sampingan, salah satunya didaulat untuk membantu publikasi Suara SABDA. Teman magang saya, Isak, kebagian tugas untuk membuat template HTML Suara SABDA. Ini adalah publikasi terbaru dari YLSA yang kontennya merupakan gabungan dari 11 publikasi yang pernah dirilis sebelumnya. Saya melihat Isak bekerja dengan sangat keras, sebab untuk menyelesaikan tugas ini tidaklah mudah. Banyak pertimbangan dan revisi yang dilakukan. Staf-staf di tempat ini juga mendukung teman saya tersebut dengan memberi semangat dan masukan yang memudahkan pekerjaannya. An Experience That Shaped MeSelain membantu membuat template HTML Suara SABDA, kami juga mendapat tugas untuk membuat situs AYT.co. Situs ini nantinya akan menjadi situs web resmi Alkitab Yang Terbuka (AYT), yang pernah dikembangkan YLSA lima tahun yang lalu, tetapi mandek, dan kini diteruskan seiring dengan selesainya penyuntingan teks AYT. Tugas-tugas tersebut selalu kami mulai tiap hari dengan melakukan daily scrum meeting (stand-up). Di dalamnya, kami membahas apa yang telah kami kerjakan, kendalanya, bagaimana mengatasinya, dan rencana ke depan. Dengan adanya stand-up meeting, saya merasa pekerjaan yang dikerjakan dapat lebih dikontrol, dan bisa mengatur prioritas pekerjaan dengan lebih baik.

Selain tugas-tugas programming yang harus saya kerjakan, saya juga sangat terberkati dengan adanya persekutuan doa (PD) dan pendalaman Alkitab (PA) yang diadakan setiap pagi. Dari PD/PA yang saya ikuti, saya mendapatkan nilai-nilai kerohanian ataupun aplikasi yang dapat saya terapkan dalam kehidupan pribadi dan kehidupan sosial. Sharing yang saya dengarkan juga membuka mata saya untuk melihat hal-hal baru yang tidak pernah terpikirkan oleh saya. Kemudian, hasilnya dapat menjadi pedoman saya untuk menjalani hari-hari sebagai murid Kristus.

Inilah kesan-kesan saya selama menjadi staf magang di YLSA walaupun apa yang saya bagikan dalam tulisan ini hanyalah bagian kecil dari pengalaman tersebut. Masih banyak hal berkesan lain terkait dengan para staf YLSA, suasana, dan kegiatan tiap harinya. Saya sungguh bersyukur. Saya yang awalnya ragu, takut, dan tidak mengerti apa-apa, kemudian semakin paham karena dituntun dan dibina oleh teman-teman staf YLSA dengan ramah dan sabar. Menjalani magang di YLSA awalnya tidak saya rencanakan, tetapi pada akhirnya membuahkan pengalaman yang berharga. Bukan kebetulan saya ada di tempat ini, dan saya rasa ini adalah cara Tuhan untuk membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi berkat bagi kita semua. Terima kasih.

Tuhan memberkati!

Lowongan di YLSA: Does God Have an IT Ministry Career for You?

Lowongan YLSA

Kurangnya sumber daya manusia selalu menjadi pergumulan YLSA dari tahun ke tahun, padahal semakin banyak proyek yang dikerjakan YLSA. Ada banyak proyek yang sudah mengantre untuk dikerjakan, tetapi hanya sedikit pekerja yang mampu mengerjakannya. Karena itu, kami terus memohon kepada Tuhan agar mengirimkan anak-anak Tuhan yang memiliki kompetensi dalam bidang IT untuk melayani, bertumbuh, dan bergabung bersama kami. Selain berdoa, kami juga menyebarkan informasi lowongan YLSA, baik secara daring maupun luring. Pada kesempatan ini, kami ingin mengajak Sahabat dan Pendukung YLSA untuk turut membagikan informasi ini kepada rekan-rekan yang dikenal. Siapa tahu, ini dapat menjadi alat Tuhan untuk menggerakkan orang-orang yang tepat untuk mengerjakan panggilan yang dikehendaki-Nya.

Yayasan Lembaga SABDA adalah yayasan misi Kristen yang bergerak dalam bidang biblika dan pelayanan literatur digital. Produk utama SABDA adalah software Alkitab, situs-situs studi Alkitab, aplikasi-aplikasi biblika, bahan-bahan literatur kekristenan, kelas teologi daring, multimedia Kristen, dan komunitas media sosial Kristen. YLSA selalu mencari terobosan-terobosan baru untuk memanfaatkan teknologi terbaru demi perluasan Kerajaan Allah. Target utama pelayanan YLSA adalah menjalankan panggilan Amanat Agung untuk generasi digital. Moto YLSA adalah "IT4God", karena kami percaya teknologi adalah dari Tuhan dan harus kembali dipakai untuk memuliakan Tuhan.

Lowongan YLSA

Berikut adalah posisi yang sangat dibutuhkan saat ini di YLSA.

  • Core Programmer
  • Web Programmer
  • Mobile Programmer
  • Desainer dan Staf Multimedia
  • Pengajar Kelas Teologi Online
  • Penerjemah dan Editor (Penyunting)

Syarat umum: Memiliki kompetensi sesuai dengan posisi di atas, mengasihi Tuhan dan firman-Nya, senang belajar hal-hal baru, bisa bekerja dalam tim, dan bersedia ditempatkan di Solo selama minimal dua tahun (full-time). Jika Anda atau rekan Anda tertarik, kami mengajak Anda untuk bergabung melayani Tuhan bersama di YLSA! Mari kita mempersembahkan kemampuan dan talenta kita bagi Tuhan!

Kirimkan surat lamaran, CV, referensi/rekomendasi dari gereja, portofolio, dll. ke alamat:

Yayasan Lembaga SABDA - HRD
Kotak Pos 25 / SLONS
Surakarta, Jawa Tengah 57135

Atau, lewat email ke: cv@sabda.org

Informasi lebih lengkap dapat Anda peroleh melalui situs Lowongan SABDA. Terima kasih.

Oleh: Okti N. Risanti

"Kita mau pelayanan ke mana nih untuk acara Natal Desember nanti?" Pertanyaan itu terucap dalam acara rapat Tim Pembinaan (PB) sekitar September, yang kemudian ditanggapi dengan berbagai ide oleh seluruh anggota tim. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami ingin melakukan aktivitas pelayanan ke luar untuk berbagi bahan-bahan SABDA melalui momen Natal. Rencana ini memang sudah masuk dalam rencana kerja 2018, tetapi sampai pada bulan September, kami belum menemukan tempat yang sesuai untuk merealisasikan tujuan ini. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya nama GKI Nusukan pun muncul sebagai gereja tujuan dengan fokus pelayanan kepada anak-anak sekolah minggu. Selain berlokasi relatif dekat dengan kantor, salah satu staf YLSA, Tika, juga menjadi aktivis pengajar sekolah minggu di sana sehingga semakin memudahkan jalan kami untuk mewujudkan rencana tersebut.

Kisah Kasih Abadi

Serangkaian pembicaraan kemudian mulai dilakukan dengan pihak GKI Nusukan agar YLSA dapat menjalin kerja sama dan berbagi bahan Natal dengan mereka. Gayung bersambut. Kami pun mendapat kesempatan untuk melakukan pelayanan bersama komisi sekolah minggu GKI Nusukan pada acara perayaan Natal tahun ini. Namun, bahan atau materi apa yang akan kami bagikan kepada anak-anak sekolah minggu di sana? Bisa dikatakan, ini adalah pengalaman pertama kami menjalin kerja sama dengan komisi sekolah minggu di sebuah gereja. YLSA memiliki banyak bahan dan produk, tetapi kami harus memilih yang paling tepat untuk kebutuhan mereka sehingga perlu dipikirkan bentuk acara atau materi yang sesuai bagi perayaan Natal. Bukan suatu kebetulan kalau pada saat yang sama, YLSA tengah menggarap proyek komik Super Bible melalui kemitraan dengan Kingstone. Oleh karena itu, mengapa tidak materi komik ini saja yang kami ajukan untuk menjadi materi Natal? Selain berisi gambar-gambar visual yang menarik, komik Super Bible sendiri berisi kisah-kisah Alkitab yang sangat berguna bagi pertumbuhan literasi Alkitab pembacanya. Selain itu, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman, komik tersebut layak diperkenalkan kepada generasi Milenial dan generasi Alfa sebagai cara baru untuk mengenal firman Tuhan. Beruntung, YLSA juga memiliki film animasi dari Super Bible berjudul The Story yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat dicerna dengan lebih baik oleh penonton Indonesia. Singkat kata, film animasi The Story akhirnya disepakati untuk menjadi materi utama yang akan diberikan kepada anak-anak, sekaligus menjadi launching pertama animasi komik Super Bible kepada masyarakat Kristen Indonesia.

Kami sempat khawatir dengan proses pengalihbahasaan animasi komik The Story. Namun, puji Tuhan, seluruh proses selesai tepat beberapa hari menjelang acara sehingga film animasi komik itu bisa diserahkan kepada panitia Natal ASM GKI Nusukan dengan hasil yang cukup memuaskan. The Story atau Kisah Kasih Abadi (demikian kami menyebut judulnya dalam bahasa Indonesia) bercerita tentang karya penebusan Allah bagi dunia yang telah dirancang semenjak kejatuhan manusia pertama dan yang digenapi melalui diri Kristus. Animasi komik ini sendiri dapat dikatakan sebagai rangkuman dari 72 komik Super Bible yang berisi kisah penciptaan hingga nubuat akhir zaman di kitab Wahyu. Dengan durasi video sekitar 17 menit yang ditampilkan dari potongan-potongan gambar komik yang dibuat dengan sangat apik, kami berharap anak-anak yang menyaksikannya dapat menyadari cinta kasih Allah yang begitu besar kepada manusia.

SM GKI Nusukan

Akhirnya, pada 16 Desember, saya bersama empat teman yang lain, yaitu Santi, Kun, Pak Pram, dan Hadi, pergi melayani dalam acara Natal sekolah minggu GKI Nusukan yang bertema Tuhan Yesus Juru Selamatku. Seluruh acara telah ditangani oleh tim sekolah minggu dari GKI Nusukan, sedangkan kami hanya mendampingi dengan membuka booth SABDA, membuat dokumentasi dan testimoni, serta ikut melayani anak-anak sekolah minggu bersama panitia. Selain itu, kami juga perlu mengetahui bagaimana respons anak-anak terhadap animasi komik Kisah Kasih Abadi ini, yang ternyata mendapat sambutan yang cukup baik.

Dikemas dalam format ibadah, perayaan Natal saat itu berlangsung dengan apik dan mengesankan bagi anak-anak ataupun orang tua yang turut hadir. Nyanyian, puisi, gerak dan lagu, persembahan permainan biola solo, pemutaran animasi komik Kisah Kasih Abadi, ulasan film serta komitmen, mengisi acara demi acara yang berlangsung di gedung gereja utama GKI Nusukan. Salut kepada seluruh panitia, pendeta, serta orang-orang yang terlibat dalam acara ini, yang telah berusaha maksimal dalam mengemas acara sehingga dapat mendatangkan sukacita bagi anak-anak. Saya dan teman-teman YLSA pun dapat merasakan sambutan dan kerja sama yang baik dari pihak GKI Nusukan, mulai dari awal pembicaraan untuk menjalin kerja sama hingga saat acara Natal ini berlangsung. Kiranya kerja sama yang sudah terjalin dapat terus berjalan dengan baik ke depannya, dan kami dapat terus berbagi pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan. Saya sendiri belajar banyak melalui hubungan kerja sama ini, dan bertekad mengambil semua pelajaran yang saya dapat dalam prosesnya untuk menjadi lebih baik lagi dalam pelayanan ke depannya.

Selamat Natal untuk anak-anak sekolah minggu GKI Nusukan dan untuk seluruh gereja Tuhan di Indonesia. Kasih Tuhan beserta kita senantiasa. Imanuel!

Seminar Kecerdasan Digital (Digital Quotient) dalam Rangka HUT ke-24 YLSA

Seminar DQ

Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-24, Yayasan Lembaga SABDA menggelar seminar bertajuk DQ (Digital Quotient) atau Kecerdasan Digital pada Senin, 22 Oktober 2018, lalu. Seminar ini dihadiri oleh sekitar 90 peserta dari kota Solo dan sekitarnya, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SABDA Alkitab. Kegiatan ini digelar sebagai wujud ungkapan syukur YLSA kepada Tuhan atas penyertaan dan karya-Nya dalam pelayanan YLSA selama 24 tahun ini sekaligus menjadi sarana untuk membagikan buah-buah berkat dari pelayanan YLSA berupa wawasan dan pengetahuan yang sangat relevan untuk pelayanan tubuh Kristus pada era digital ini.

Seperti halnya IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) mengukur kecerdasan umum dan emosional seseorang yang dapat menentukan kesuksesan orang tersebut, DQ (Digital Quotient) mengukur kemampuan dan literasi digital seseorang. DQ menjadi penting pada masa kini karena segala sesuatu digerakkan oleh teknologi, khususnya teknologi digital. Karena itu, penguasaan teknologi tidak hanya akan menentukan kesuksesan seseorang, tetapi juga bagaimana dia bisa memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan yang lebih besar. Bagi orang Kristen, kepentingan itu adalah menjalankan Amanat Agung dan memajukan Kerajaan Allah di muka bumi.

Terdapat empat pembahasan utama yang dipaparkan dalam seminar tersebut, yaitu:

  1. Perkembangan Teknologi pada Era Digital (juga mencakup dampak positif dan negatifnya),
  2. DQ (Digital Quotient),
  3. CDQ (Christian Digital Quotient) dan BQ (Bible Quotient), dan
  4. Tantangan dan Harapan untuk Pelayanan Tubuh Kristus ke Depan.

Seminar DQ Talkshow

Menariknya, penyampaian materi dikemas dengan cara yang sedikit berbeda dari seminar-seminar YLSA sebelumnya, yaitu dengan memadukan konsep seminar satu arah dengan tiga pembicara utama dan talk show berupa diskusi dengan tujuh narasumber pendamping. Melalui setiap materi yang telah dibagikan, setiap peserta diharapkan dapat merenungkan apa yang sudah mereka lihat dan dengar dalam konteks kehidupan dan pelayanan masing-masing, lalu mengambil tindakan nyata sebagai respons terhadap perenungan tersebut.

Tayangan ulang seminar Digital Quotient ini bisa Anda simak lewat YouTube melalui tautan berikut:

⁎) Terjadi masalah koneksi internet saat pengambilan video sehingga ada bagian yang hilang di antara video 1 dan video 2.

Slide PowerPoint berisi materi yang dipresentasikan dalam seminar pun bisa Anda unduh dari SlideShare melalui tautan berikut:

  1. Teknologi Era Digital
  2. Kecerdasan Digital (Bagaimana agar Kita Tetap Sehat secara Digital)
  3. Pelayanan Digital untuk Generasi Digital -- CDQ
  4. Produk SABDA

Liputan lebih lengkap terkait seminar ini bisa Anda simak melalui publikasi PA21 Edisi 20 / Oktober 2018.

Diambil dari:
Nama situs : Apps4God
Alamat situs : http://apps4god.org/app-train/app-train-hut-ke-24-yayasan-lembaga-sabda-menggelar-seminar-dq-digital-quotient
Penulis : Odysius
Tanggal akses : 5 November 2018

Selamat Ulang Tahun SABDA!

Oleh: Evie

SABDA 24 Tahun

Pada 1 Oktober 2018, semua staf berkumpul untuk ibadah doa ucapan syukur dalam rangka ulang tahun YLSA ke-24. Acara ibadah ini merupakan awal dari rangkaian acara yang dipersiapkan untuk merayakan ulang tahun YLSA sepanjang Oktober 2018. Untuk itu, setiap staf diminta untuk membagikan tentang arti SABDA menurut mereka dan ucapan syukur kepada Tuhan dalam kesaksian doa. Saya sudah membayangkan bahwa suasana akan penuh dengan sukacita bercampur haru karena masing-masing staf akan menyaksikan kebaikan Tuhan dalam pelayanan di YLSA. Jika berbicara tentang kebaikan Tuhan di YLSA, tidak mungkin tidak, kami akan merasakan kasih-Nya yang besar sehingga rasa haru, bahkan air mata, tidak dapat disembunyikan lagi. Namun, satu hal yang pasti, hati penuh sukacita.

Pada hari H, acara dibuka dengan doa dan pujian riang gembira yang menceritakan tentang kebaikan Tuhan ketika membawa umat Israel keluar dari tanah perbudakan. Saya memilih lagu "Tabuh Gendang" dari Kidung Jemaat No. 292 karena lagu ini selalu membangkitkan ucapan syukur yang tidak terhingga dalam hati saya karena sudah dilepaskan dari dosa dan bisa menjadi umat-Nya. Dan, karena itu, saya pun bisa menjadi hamba-Nya dan melayani Dia di YLSA hingga saat ini. Teman-teman yang lain juga membagikan ucapan syukur mereka melalui kesaksian dan pujian. Berikut ini beberapa sharing dari teman-teman staf SABDA, kiranya dapat menjadi berkat bagi Pembaca semuanya.

Mei Margowati

SABDA bukan hanya tempat untuk bekerja, tetapi tempat untuk beribadah; setiap pagi PA bersama, belajar skill baru, belajar hal baru bersama, dan berbagi. Di sini, saya mendapat pengetahuan baru dari training dan buku-buku yang melimpah. (Mei, Tim Pendidikan Kristen)

Yudo

SABDA adalah ladang pelayanan. Di ladang ini, kita sama-sama capek, berkeringat, menjadi bagian dari mengalami kasih Tuhan. Ketika di SABDA, saya bertemu dengan saudara seiman yang baru, belajar melayani di ladang yang panas. (Yudo, Tim Multimedia)

Rostika

SABDA adalah training center bagi orang-orang untuk bertumbuh, dibekali, dan bergabung dalam keluarga untuk menjadi berkat. (Tika, ITS)

Indah

SABDA adalah tempat bertumbuh dan mengenal pribadi Kristus. Saat masuk, saya dipaksa untuk belajar Alkitab, saling membentuk sebagai tubuh Kristus (1 Timotius 1:12). Saya yakin dan percaya [bahwa saya] dipanggil untuk melakukan pelayanan ini, sekalipun dari segi skill, [saya] masih perlu didorong untuk menjadi lebih lagi. (Indah, Tim Penjangkauan)

Ariel

SABDA adalah sekolah yang membentuk saya. Di sekolah, kita pasti menghadapi masalah. Kita dapat saling menerima pelajaran dari teman-teman, dan pelajaran itu perlu diterapkan dalam kehidupan. (Ariel, Tim Pendidikan Kristen)

Ody

SABDA adalah semacam "purgatory", tempat saya menempa skill yang masih harus terus dikembangkan, dan memiliki karakter untuk menjadi lebih baik lagi. Ketika sudah mulai bertumbuh dan iman bertambah, saya akan dibenturkan lagi supaya tambah maju lagi. Semua bukan untuk kepentingan sendiri, tetapi untuk Tuhan! (Ody, Tim ApTek)

Tessa

SABDA adalah tempat magang dan alat yang dipakai dan dipilih Tuhan untuk mewartakan firman dan menumbuhkan iman. (Thesa, Magang UKSW)

Okti

SABDA adalah media bertumbuh bagi kerohanian saya, seperti Kawah Candradimuka dalam kisah pewayangan. Gatotkaca, sebelum menjadi sakti, dibentuk terlebih dahulu. Saya dibentuk menjadi [seperti] sekarang di SABDA. Saya bukan orang dari Solo, tetapi SABDA adalah keluarga dan pendukung yang mendampingi saya. (Okti, Tim Pembinaan)

Yulia

SABDA adalah "love". Di sinilah, cinta saya bertumbuh kepada Tuhan. Saya melihat Tuhan dan kasih-Nya yang besar dan luar biasa. "His love for us" bertumbuh dari kecil menjadi besar, dari tidak bisa menjadi bisa. "Love is also a commitment" ..., komitmen terhadap pekerjaan Tuhan dalam segala keadaan. SABDA adalah kita semua. Melalui kita, Tuhan bekerja; kita, yang bukan siapa-siapa, tetapi Tuhan berkenan memberikan hak istimewa untuk melakukan tugas yang luar biasa dan memberikan dampak. Apa yang dianggap bodoh oleh manusia, ternyata Tuhan pakai untuk pekerjaan-Nya. SABDA [adalah] segalanya bagi saya, pemberian Tuhan yang sangat berharga." (Yulia, Ketua YLSA)

Setiap sharing di atas sungguh menorehkan rasa syukur dan sukacita tersendiri dalam hati kami semua, bahkan ada pula yang menitikkan air matanya. Tuhan sungguh baik!

Selain mendengarkan sharing dari teman-teman, kami juga merenungkan firman Tuhan yang diambil dari Yosua 1:5-9. Dari kisah mengenai perjalanan Yosua memimpin umat Israel memasuki tanah perjanjian ini, kami belajar untuk kuat dan lebih berani karena Tuhan akan terus memimpin kami kepada janji-Nya. Akan ada banyak tantangan pada tahun-tahun ke depan, tetapi kami harus lebih berani lagi untuk melakukan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kami ke depan. Kami juga belajar untuk selalu menjalani pelayanan ini dengan bertindak sesuai hukum Tuhan dan taat melakukannya sesuai dengan firman-Nya. Yosua 1:5-9 mengingatkan kami mengenai calling (panggilan), capacity (kapasitas), character (keberanian), serta companion (komunitas orang percaya). Semua itu menjadi dasar yang menguatkan kami melewati tahun ke-24 dengan penuh iman dan pengharapan dalam Tuhan.

Roti Ultah

Keesokan harinya, kami semua juga mendapat kejutan dengan kiriman roti tar yang sangat cantik dan enak dari salah seorang Sahabat SABDA, yaitu Stefani. Awalnya, kami enggan memotong kuenya karena sangat cantik, tetapi ya pasti akan lebih enak kalau dimakan. Terima kasih ya, Stefani, atas tanda kasihnya kepada keluarga besar YLSA di Solo. Tuhan memberkati.

Ibadah ucapan syukur ini adalah pembukaan dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-24 YLSA. Pada 7 Oktober 2018, YLSA juga menyampaikan sharing misi di GRII Karawaci mengenai pelayanan YLSA dan mendorong jemaat untuk memakai IT bagi Tuhan. Pada momen ulang tahun ini, YLSA juga rindu mendorong tubuh Kristus untuk makin serius menggarap ladang misi pada era digital ini dengan menjangkau generasi digital melalui program-program pelayanan digital dalam gereja. Beberapa pembaruan/produk baru juga sedang dikebut untuk diselesaikan, seperti beberapa proyek kerja sama YLSA dengan Alkitab Versi Borneo (AVB), aplikasi-aplikasi iOS dari SABDA, pembaruan teks AYT di Alkitab SABDA Android, ITL AYT/AVB, dan sebagainya. Lalu, pada 22 Oktober 2018, YLSA juga menyelenggarakan seminar Digital Quotient (Kecerdasan Digital) di Griya SABDA. Semua rangkaian peringatan ulang tahun ini bukan untuk menambah kesibukan, melainkan untuk menyatakan ucapan syukur kami kepada Tuhan dan kerinduan kami untuk membagikan berkat Tuhan melalui pelayanan digital yang telah dipercayakan Tuhan kepada YLSA selama 24 tahun ini. Kiranya semua yang kami kerjakan dapat menjadi berkat bagi Sahabat dan Pendukung YLSA semuanya. Selamat ulang tahun, YLSA! Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus yang Mahabaik!

Comments