Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs YLSA.org

Loading

Kamu ada diYLSA

YLSA


Griya SABDA

Oleh: Elly + Yulia

Saya sudah bekerja di YLSA sejak tahun 2001. Dari banyak tahun tersebut, saya merasa sangat bersyukur karena dapat melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana YLSA bertumbuh dan berkembang. Campur tangan Tuhan sejak awal YLSA berdiri memang membuat kami yang sudah lama melayani di YLSA merasa takjub, bahkan kadang sulit percaya bahwa kami bisa sampai di mana kami sekarang ini ada. Namun, di sinilah kami sekarang. Tidak ada kesempatan untuk terus melihat ke belakang, sebaliknya kami dipacu untuk melihat ke depan, kepada rencana yang telah Tuhan tetapkan bagi YLSA. Dialah yang mendorong kami untuk terus maju dan pantang mundur.

Salah satu pergumulan yang cukup lama kami doakan adalah kebutuhan perluasan kantor YLSA. Untuk mengembangkan pelayanan YLSA, kantor yang sekarang tidak lagi memadai. Rencana pengembangan kantor sudah pernah "di-sharing-kan" dan didoakan berkali-kali. Mulai dari membangun lantai kedua di atas kantor yang sekarang, sampai membeli lahan baru. Beberapa kali kami melihat tanah yang dijual, yang sangat dekat dengan lokasi kantor, yaitu di samping kanan, di samping kiri, di belakang, bahkan juga yang di depan. Banyak kesempatan, banyak tawaran, dan banyak pilihan, tetapi sepertinya Tuhan belum membuka pintu. Beberapa kali kami kecewa karena sepertinya kesempatan itu ada di depan mata, tetapi ternyata kehendak Tuhan berkata lain. Tapi kami tidak pernah putus asa, karena kami tahu Tuhan menyediakan yang terbaik. Kami terus berdoa karena kami mau mengikuti apa yang Tuhan mau, dan itu kembali menenangkan hati kami.

Sekitar awal tahun 2012, akhirnya Tuhan memberikan rumah di depan kantor yang sekarang. Itu pun dengan pergumulan yang cukup panjang karena sebenarnya dua tahun sebelumnya rumah itu sudah jatuh ke tangan orang lain, bahkan sempat dibangun bangunan baru oleh pembelinya. Namun, "tidak ada yang mustahil bagi Tuhan" karena ternyata pemiliknya bangkrut dan Tuhan memberi kesempatan kepada YLSA untuk dapat membelinya. Akan tetapi, ini pun suatu perjalanan yang sangat panjang karena di balik semua ini, ada banyak sekali "keajaiban" yang Tuhan tunjukkan kepada kami bahwa Dialah Pencipta dan Pemilik alam semesta ini. Dialah yang berhak memberikan kepada siapa yang Dia inginkan. Kami hanya bisa menunduk dan mengakui bahwa Allahlah Perencananya, dan kami hanyalah hamba-hamba-Nya.

Sebagai Bendahara YLSA, saya tahu seharusnya tidak ada uang satu peser pun yang bisa kami sisihkan untuk membeli sebuah rumah. Menyediakan kebutuhan YLSA tiap bulan pun kadang kesulitan karena sering defisit, jadi mana mungkin untuk membeli rumah itu. Jadi, suatu mukjizat kalau dalam waktu dua minggu kami bisa menyediakan uang yang dibutuhkan. Namun, Allah bekerja di balik layar dan sudah menyediakan apa yang Dia inginkan. Melalui para Sahabat YLSA, Allah mencukupkan uang yang dibutuhkan, yang berupa pinjaman, untuk membeli rumah itu pada waktu-Nya. Akan tetapi, saya memikirkan tentang uang pinjaman yang tidak sedikit jumlahnya. Sejak saya menjadi Bendahara YLSA, baru kali ini YLSA harus pinjam ke sahabat-sahabat YLSA. Terbayang dalam pikiran saya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa mengembalikan semua pinjaman tersebut? Bahkan untuk menanyakan kapan harus dikembalikan pun, kami tidak berani. Betapa terkejutnya kami ketika mengetahui bahwa ternyata pinjaman itu tidak perlu kami kembalikan karena semua diberikan untuk YLSA. "Sungguh luar biasa kasih Tuhan pada kita!" Hanya itu yang keluar dari mulutku. Tidak habis pikir dengan semua rencana Allah yang begitu besar untuk YLSA. Puji Tuhan!

Kisah keajaiban Allah tidak berhenti sampai di sini. Setelah mendapatkan kunci rumah, maka semua staf YLSA masuk untuk melihat seluruh bangunan. Kami baru tahu ternyata bangunan itu masih belum siap pakai, perlu renovasi yang lumayan banyak untuk menjadi kantor yang kami inginkan. Masalah yang paling utama adalah banyaknya ruangan yang kecil-kecil dan tidak berventilasi sehingga udaranya pengap dan gelap. Selain itu, tidak ada kesegaran karena seluruh halaman sudah disemen sehingga tidak ada sisa tanah untuk ditanami tumbuhan. Setelah selesai mengurus urusan surat-menyurat, maka mulailah kami merencanakan renovasi. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk merancang supaya bangunan itu bisa kami gunakan secara maksimal. Kelihatannya kami hanya akan bisa melakukannya sedikit demi sedikit, sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada. Pada pertengahan tahun 2012 mulailah kami melakukan renovasi.

Puji Tuhan, pada Desember 2012, satu ruangan besar yang akan kami gunakan sebagai ruang perpustakaan dan sekaligus ruang training sudah bisa selesai direnovasi Tahap I. Kami sangat senang karena "Soft Opening" Griya SABDA, bersamaan dengan perayaan Natal YLSA 2012 dapat dilakukan di tempat yang baru. Tiga bulan kemudian (Maret 2013), renovasi Tahap II, yaitu satu ruang rapat, ruang dapur dan dua kamar mandi bisa diselesaikan. Pada bulan April 2013 kami mulai merenovasi Tahap III, yaitu kantor utama YLSA yang terdiri dari dua lantai. Lantai kedua sudah dicor, lalu atap juga ditinggikan (karena aslinya hanya satu lantai). Renovasi kantor ini ternyata membutuhkan waktu dan biaya yang sangat banyak. Dan sampai blog ini saya tulis, renovasi kantor utama ini belum selesai. Doakan agar Tuhan menolong kami menyelesaikan renovasi ini dengan sebaik-baiknya dan sehemat-hematnya. Kalau Tuhan sudah menolong di masa yang lalu maka saya percaya Ia akan terus menolong kami asal kami setia dan taat pada kehendak-Nya.

Terpujilah Tuhan!

Jika ada dari Pendukung dan Sahabat YLSA yang tergerak untuk ikut ambil bagian mendukung proyek renovasi Griya SABDA, silakan menggunakan informasi di bawah ini:

YAYASAN LEMBAGA SABDA
a.n. Yulia Oeniyati
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo
No. Rekening: 0790266579

Atas dukungannya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Berikut ini adalah laporan keuangan sementara untuk renovasi Griya SABDA:

Tagihan sementara dari kontraktor:

Tagihan I: Rp 99,268,338

Tagihan II: Rp 26,017,635

*) Saat ini masih menunggu tagihan untuk renovasi kantor utama (tagihan yang terbesar) karena belum dilaporkan oleh pihak kontraktor.

Cicilan sementara dari SABDA:

Cicilan I: Rp 25,000,000

Cicilan II: Rp 50,000,000

Cicilan III: Rp 60,000,000

Sumber: http://blog.sabda.org/2013/07/12/mengenal-ylsa-griya-sabda/

Ulang Tahun YLSA ke-18

Disusun oleh: Tim Redaksi

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) genap berusia 18 tahun pada tanggal 1 Oktober 2012. Kami bersyukur kepada Tuhan karena penyertaan dan pertolongan yang telah Tuhan berikan bagi pelayanan YLSA selama ini. Dalam langkah-langkah kami untuk mewujudkan "IT 4 God" di Indonesia, Tuhanlah yang senantiasa berjalan di depan kami dan menuntun kami. Biarlah nama Tuhan kita, Yesus Kristus, semakin dimuliakan oleh setiap orang.

Ada banyak anak Tuhan yang turut ambil bagian dalam pelayanan YLSA. Berikut ini beberapa kesan dari staf YLSA yang setiap hari terlibat bersama dalam pelayanan di kantor YLSA.

  1. Evie:

    Wah, banyak banget kesannya, soalnya dah lammmmaaa banget ada di YLSA. :) Sukanya itu banyak.... walaupun pasti ada dukanya juga. Salah satu yang berkesan adalah, kalau ada proyek baru yang penting dan strategis untuk menjangkau lebih banyak orang dengan firman Tuhan, maka siap-siap deh, karena pasti ada hal-hal "aneh" yang akan terjadi. Entah listrik kantor bermasalah, komputer mati, dsb.. Tapi bersyukur karena seolah hal itu memberikan konfirmasi bahwa kami sudah berada di jalur yang tepat! Hanya karena pertolongan Tuhan saja, maka segala macam kesulitan dalam pelayanan di SABDA dapat kami hadapi dan lewati. Terpujilah Tuhan!

  2. Santi:

    Saya tidak menyangka bisa bergabung dengan YLSA. Kesan saya, YLSA sebagai salah satu tempat untuk belajar dan berkarya, terutama belajar untuk mencintai firman Tuhan dan berkarya bagi Tuhan. Beberapa kegiatan yang saya suka di YLSA: PA, seminar (terutama jika yang ngadain YLSA), bersih-bersih, acara "agak nyantai", dan KKR anak. Beberapa kali pernah sedih, senang, dan biasa-biasa saja... :) tapi semua itu tetap ada pelajaran berharga yang membuat saya jadi lebih baik. Terima kasih YLSA.

  3. Berlin:

    Pertama kali masuk kerja di YLSA, saya membayangkan situasi yang hampir mirip dengan lembaga pelayanan lain, paling tidak mirip dengan kantor saya sebelumnya. Memang tidak jauh berbeda, namun di YLSA ada hal-hal baru yang belum saya temui di yayasan lain. Pertama, staf baru yang sudah menyelesaikan masa training selama 2 bulan harus memberikan presentasi. Saya sebagai staf baru saat itu cukup terkejut. (Kesan) kedua, di YLSA benar-benar mengedepankan kerohanian/membangun hubungan dengan Tuhan secara pribadi. Kesan ini aku dapatkan dari PA dan sharing setiap hari, PD tiap Senin dan Jumat, persekutuan staf, dan juga dari bahan-bahan publikasi YLSA. Ketiga, YLSA memiliki atmosfer kekeluargaan yang baik. Hubungan antarstaf, atasan dan staf seperti keluarga, sehingga ada banyak keterbukaan di sini. Keempat, YLSA memiliki banyak ilmu baru buat saya dan sepertinya sesama staf tidak pelit ilmu, mau berbagi pengetahuan. Kelima, YLSA mengingatkan saya kembali pada betapa tingginya peran "Allah" bagi hidup seseorang. Kegiatan-kegiatan YLSA sering kali membuat saya berpikir, bahwa apa yang membuat seseorang yakin pada yang dikerjakannya adalah ketika dia menyadari bahwa yang dikerjakannya adalah sesuatu yang mulia. Dan, memberitakan Kristus kepada semua orang adalah hal yang paling mulia. Jadi, saya sangat terkesan saat menyadari bahwa saya ada di dalam sebuah tim yang sedang berusaha "memberitakan Kristus" kepada semua orang.

  4. Setya:

    Kalimat, "Apa yang Anda pelajari dari ini?" adalah password yang selalu dan selamanya akan diabadikan di YLSA. Tidak ada kesempatan untuk mengosongkan pikiran dan menjadi orang yang pasif bagi semua staf. YLSA selalu mendorong semua staf untuk kritis, suka belajar, dan membaca (segala sesuatu), serta peduli dengan lingkungan (termasuk manusianya dong). Tentu saja ini adalah sisi lain yang ditonjolkan YLSA. Sisi utamanya, tetaplah... TUHAN YESUS di atas segala-galanya.

  5. Yudo:

    Selama bergabung dengan YLSA, saya selalu terkesan dengan dedikasi YLSA yang tidak hanya mendorong orang-orang Kristen untuk membaca Alkitab dengan benar, tetapi juga memfasilitasi mereka untuk mendalaminya dengan cara yang bertanggung jawab. Bagi saya, itu adalah jawaban untuk kebutuhan banyak orang Kristen yang ingin mencari Tuhan dengan lebih sungguh. Sungguh bersyukur bisa terlibat di dalam pelayanan YLSA.

Untuk membaca kesan-kesan staf YLSA yang lain, silakan berkunjung kehttp://blog.sabda.org/2012/10/18/ulang-tahun-ylsa-ke-18-dan-kesanku/

Komentar